Indonesia Ingin Bekerjasama Dalam Pengolahan dan Pembuatan Produk Kulit

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia ingin bekerjasama dengan Italia dalam pengolahan dan pembuatan produk-produk kulit berkualitas tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Dr. Sjarifuddin Hasan, saat bertemu dengan Direktur Pusat Teknologi Penyamakan Kulit (Polo Tecnologico Conciario), Mr. Domenico Castiello di Castelfranco di Sotto, Pisa, pada tanggal 17 November 2011.

 

MenkopUKM mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir industri penyamakan kulit di Indonesia sudah mulai bangkit dengan berdirinya berbagai UKM penyamakan kulit sehingga membuka berbagai peluang untuk bekerjasama dengan Italia, khususnya dalam pembelajaran teknologi dan kualitas produk. MenkopUKM menambahkan bahwa sama seperti halnya Italia, Indonesia juga sangat serius dalam menjaga lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian diharapkan juga agar dapat terjalin kerjasama dalam pengembangan teknologi yang dapat memberikan solusi terhadap limbah hasil penyamakan kulit.

 

Seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk melestarikan dan menjaga lingkungan hidup, Pusat Teknologi yang telah beroperasi sejak tahun 2002 tersebut, fokus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi penyamakan kulit yang ramah lingkungan. Hasil riset Pusat Teknologi telah memungkinkan penggunaan air yang lebih sedikit dalam proses penyamakan kulit dengan ditemukannya teknologi untuk melakukan proses penjernihan air limbah dari proses perendaman kulit (soaking). Proses penjernihan air limbah hasil penyamakan kulit di Italia merupakan yang terbesar di Eropa dan merupakan teladan di seluruh dunia. Kegiatan penting lainnya yang dilakukan Pusat Teknologi antara lain adalah pemberian pelatihan teknologi, melakukan transfer teknologi dan inovasi, serta memberikan bantuan kepada berbagai perusahaan dan juga individu-individu yang bergerak dalam industri kulit, baik yang berbasis di Italia maupun luar negeri.

 

Limbah air merupakan masalah utama dalam industri penyamakan kulit dibandingkan limbah padat maupun gas karena volumenya yang cukup banyak. Disamping volume yang banyak, zat-zat pencemaran yang terkandung dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan dampak yang paling cepat berpengaruh adalah berbau busuk dan secara visual nampak berbuih banyak. Secara umum air limbah penyamakan kulit mengandung bagian-bagian dari kulit seperti bulu, sisa daging, potongan kulit dan bahan kimia sisa dari yang ditambahkan dalam proses penyamakan kulit.

 

Guna mendukung industri kulit Indonesia, kerjasama pengembangan dan transfer teknologi serta pelatihan antara Pusat Teknologi dengan Indonesia diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat.

 

(Sumber: Fungsi Ekonomi KBRI Roma / LS)