Business Meeting di Milan dan Roma menarik banyak kalangan bisnis, pengusaha, dan investor Italia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Roma, bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, telah menyelenggarakan kegiatan Business Seminar yang dikombinasikan dengan acara Pagelaran Budaya dan Fashion Show oleh Designer Ghea Panggabean dalam rangka promosi terpadu di bidang  Trade, Tourism, and Investment (TTI) RI-Italia, di Milan pada tanggal 28 September 2010, dan di Roma pada tanggal 30 September 2010. Acara Business Seminar di Milan dilaksanakan pada sore hari di Hotel Melia, Milan dan dihadiri oleh lebih dari 150 pelaku bisnis dan investor dari Milan dan wilayah sekitarnya. Sedangkan peserta Business Seminar di Roma, yang dilaksanakan pada pagi hari, di ruang Seminar Camera di Commercio, Roma, dihadiri  sebanyak 60 pengusaha.
 
Kegiatan Business Seminar, yang  mengambil tema: Indonesia: The Economic Miracle In Slump Times and Its Tempting Prospects (Indonesia: Il Miracolo Economico in Tempo di Crisi e le Sue Opprtunita), menghadirkan pembicara dari Indonesia dan juga Italia. Pembicara dari Indonesia adalah Duta Besar RI Roma, menyampaikan potensi Indonesia di bidang Investasi  dan Perdagangan serta  Direktur Meetings Incentives Conventions and Exhibitions (MICE), Ditjen Pemasaran Kemenbudpar RI, Nia Niscaya, menyampaikan potensi Indonesia di bidang Pariwisata. Acara Business Seminar di Milan dan Roma dimoderatori oleh Dr. Riccardo Federico Rocca, Ketua Kamar Dagang Italia untuk kawasan Asia Tenggara.
 
Acara Business Seminar di Milan diawali dengan sambutan oleh beberapa tokoh penting Milan. Wakil Ketua Asosiasi Nasional Konstruksi Swasta atau Assimpredil ANCE Milano, Ing. Mangiavacchi menyampaikan bahwa Indonesia dan Italia dapat bekerjasama lebih erat dalam melakukan investasi bidang infrastruktur. Manajer Departemen Promosi Internasional PROMOS, Badan Khusus Kamar Dagang Milan, Dr. Paolo Sacchi, menyampaikan bahwa perdagangan Indonesia-Italia dapat terus ditingkatkan lagi. Wakil dari Pemerintah Daerah Lombardy, Dott. Fabio Saldini menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan provinsi Lombardy yang selama ini terjalin dengan baik dapat lebih dioptimalkan.
 
Acara Business Seminar di Roma juga diawali sambutan beberapa tokoh penting. Perwakilan dan Setjen Kamar Dagang Roma, Alessia Coratella, menyampaikan bahwa acara ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan Italia yang ingin berinvestasi di Indonesia. Dirjen Politik Internasional dan Promosi Kementerian Ekonomi Italia, Dr. Pietro Celi, menyampaikan bahwa hubungan dagang dan investasi Indonesia-Italia perlu lebih ditingkatkan lagi. Wakil Direktur Politik Industri, Ekonomi, untuk wilayah Eropa Confindustria, Dr. Marco Felisati, menyampaikan bahwa daya beli masyarakat Indonesia dapat meningkat 60% dalam waktu 6 tahun sehingga Italia harus memanfaatkan potensi tersebut. Dirjen Badan Nasional Pariwisata Italia atau Ente Nazionale Italiano per il Turismo (ENIT), Dr. Paolo Rubini, menyampaikan bahwa industri pariwisata Italia harus dapat memanfaatkan potensi pariwisata di Indonesia.
 
Dubes RI dalam presentasinya di Milan dan Roma, yang berjudul “Indonesian Potentials on Investment and Trade”, menyampaikan bahwa Indonesia telah menjalani proses reformasi menuju arah yang lebih baik dengan kondisi politik yang lebih stabil, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, serta telah menjadi negara yang memiliki peranan tinggi baik dalam tingkat regional maupun global. Perubahan positif tersebut telah membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih baik dari sebelumnya. Dubes RI secara rinci menyampaikan potensi sektor-sektor investasi prioritas Indonesia serta proses yang perlu dilakukan berdasarkan peraturan-peraturan terkait investasi di Indonesia.
 
Paparan Direktur MICE, Kembudpar RI di Roma dan Milan, berjudul “Indonesian Tourism: The Most Varied Destination Anywhere & the Most Varied Opportunities Anywhere” menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak lokasi tujuan pariwisata dan jumlah turis internasional yang mengunjungi Indonesia terus meningkat. Disampaikan juga mengenai peluang investasi sektor pariwisata di Indonesia, serta tingkatan jenis investasi lengkap dengan insentif-insentif yang dapat diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada investor asing yang ingin melakukan investasi di Indonesia di bidang pariwisata.
 
Dr. Paolo Migliavacca menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang berhasil melewati masa krisis dengan cukup baik dan terus mengalami perubahan yang positif baik dalam bidang politik dan juga ekonomi. Dengan hutang luar negeri dibawah 30% dari Produk Domestik Bruto (PDB), laju inflasi sebesar 5%, pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas 5%, serta kondisi dalam negeri yang baik, maka Indonesia memiliki potensi tinggi untuk menjadi negara tujuan investasi.
 
Mr. Bruno Camerin dalam testimonialnya menyampaikan pengalamannya sebagai investor yang telah berhasil menjalankan bisnis produk mebel dan furniture antik di Indonesia secara sukses dengan berdirinya PT. Kharisma Klasik Indonesia di Semarang sejak 15 tahun yang lalu. Berdasarkan pengalamannya,  Mr. Camerin menyampaikan bahwa tenaga kerja di Indonesia tersedia secara mudah dan murah, proses perizinan yang tidak terlalu lama ataupun berbelit-belit, serta insentif yang diberikan kepada para investor sangat menarik.  Mr. Bruno menjelaskan bahwa Indonesia merupakan tempat tujuan yang sangat tepat untuk berinvestasi.
 
Adanya kesamaan pandangan dari para pembicara Italia bahwa perkembangan perekonomian Indonesia cukup mengesankan, terutama terkait dengan ekonomi Indonesia pada saat dunia mengalami krisis ekonomi global, ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Para pembicara mengakui bahwa fundamen perekonomian Indonesia yang cukup kuat, ditopang dengan pemerintahan demokratik yang cukup stabil dan dengan didukung jumlah penduduk lebih dari 230 juta, Indonesia merupakan pilihan yang sangat tepat untuk melakukan investasi. Disamping itu, peserta menyambut baik kegiatan Business Seminar  dan sebagian besar sangat tertarik untuk melakukan kerjasama dan membuka bisnis di Indonesia. Sektor-sektor yang menjadi perhatian banyak para investor Italia pada umumnya adalah pariwisata dan infrastruktur.