ABK Capai Kesepakatan dengan Pihak Perusahaan Kapal Costa Concordia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dengan arahan dari KBRI Roma, sejumlah 142 ABK WNI yang telah berhasil dipindahkan dari kota Grosseto ke Roma telah mencapai kesepakatan dengan pihak perusahaan kapal untuk memenuhi hak-hak para ABK. Gaji mereka akan dibayarkan dalam bentuk uang tunai € 400 dan selebihnya akan ditransfer ke rekening masing-masing dalam waktu selambatnya 1 (satu) bulan. Kehilangan/kerugian benda-benda milik pribadi akan diperhitungkan dengan pihak asuransi kapal. Penandatanganan kesepakatan ini dijadwalkan besok 18 Januari 2012.
 

Sementara sejumlah 27 ABK WNI yang masih tertinggal di penampungan di kota Grosseto telah dipindahkan ke Roma dan menginap di Hotel Garden Inn. Seorang ABK lainnya, Nyoman Juniarta masih memerlukan perawatan di rumah sakit Santa Maria Alle Scotte di kota Siena.

Pihak perusahaan kapal menemukan 37 paspor ABK WNI dan telah dikembalikan kepada pemiliknya. Ditemukannya sebagian paspor mereka ini akan mengurangi jumlah pengeluaran buku surat perjalanan laksana paspor (SPLP) dan akan mempercepat proses pengeluarannya. KBRI sedang berusaha menyelesaikan pengeluaran SPLP dan surat keterangan lainnya yang diperlukan oleh ABK.
 
Para ABK WNI siang hari ini (17/1) dijamu makan siang oleh KUAI bersama staf KBRI Roma. KUAI Roma menyampaikan pesan agar semua ABK merasa bersyukur, karena semua wni dapat diselamatkan, bersabar karena musibah ini tidak dikehendaki oleh semua pihak, dan agar berdoa karena dengan pertolongan Tuhan semua urusan akan dimudahkan. Wejangan serupa telah disampaikan pada malam hari sebelumnya sewaktu KUAI menemui para ABK di Hotel Hilton Garden, Fiumicino. Selain itu KUAI juga mengingatkan para ABK untuk tetap bersikap santun agar mereka dan kolega lainnya dapat menjaga citra baik demi memperoleh perhatian dan prioritas untuk mempermudah dipekerjakannya kembali oleh perusahaan kapal di kemudian hari.
 
Pada kesempatan makan siang tersebut hadir juga Staf Khusus Menteri TenagaKerja dan Transmigrasi, Dubes Abdul Wahid Maktub, dan menyampaikan kepada ABK bahwa Pemerintah Indonesia menyatakan sangat prihatin dengan musibah ini dan ABK diminta bersikap arif.