UKM Italia Melirik Pasar Indonesia

6/7/2014

?

Bagi para pelaku bisnis dan investasi di Italia, Indonesia menyimpan segudang potensi yang berpeluang untuk dikembangkan menjadi bisnis yang menguntungkan. Ketertarikan ini tidak hanya datang dari perusahaan besar Italia, melainkan juga dari 65.000 perusahaan mikro, kecil dan menengah (UKM) Italia yang tergabung dalam CONFIMPRESE. Demikian disampaikan oleh penanggungjawab bidang internasionalisasi CONFIMPRESE, Fabio Desideri, pada kesempatan pertemuan dengan delegasi Kamar Dagang Indonesia (KADIN) hari Jumat, 6 Juni 2014, di Roma, Italia. 
 
Dalam pertemuan yang berjalan dengan sangat intensif tersebut, diketahui bahwa UKM Italia tengah gencar melakukan perluasan pangsa pasar ke kawasan non-tradisional yaitu kawasan di luar Eropa terutama di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Indonesia menjadi negara ASEAN yang diutamakan untuk diajak bekerjasama terutama karena pasar Indonesia sangat besar dengan penduduk sejumlah 250 juta, akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia yang terus bertambah dengan pesat. Selain menjajaki pangsa pasar baru, UKM Italia juga membuka diri untuk menyalurkan produk Indonesia ke pasar Italia dalam bentuk impor secara langsung maupun kerjasama lain. 
 
Presiden CONFIMPRESE, Guido d'Amico, mengemukakan UKM Italia menjadi salah satu kekuatan terpenting ekonomi Italia sehingga meskipun dilanda krisis, Italia tetap mampu menjadi ekonomi terbesar ketiga Eurozone. Presiden CONFIMPRESE kemudian menambahkan, konfederasinya membawahi puluhan ribu UKM yang bergerak di berbagai sektor, di antaranya sektor transportasi, pariwisata, pertanian, jasa, seni kriya, dan manufaktur.
 
Pertemuan ini merupakan sebuah langkah awal penjajakan kerjasama dengan stakeholders di Italia yang dilakukan KADIN Indonesia sebagai tindak lanjut penandatanganan kesepakatan antara KADIN Indonesia dengan Asosiasi Pengusaha Italia di Indonesia. Pada pertemuan tersebut, pihak KADIN Indonesia diwakili oleh Safari Azis (Ketua Tetap Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif), Hilda Kusumadewi (Ketua Komite Tetap Koordinator Wilayah Sulawesi Tengah), dan Wisnu Wahyudin Pettalolo (Wakil Ketua Tetap Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif), serta didampingi oleh Atase Perdagangan KBRI Roma, Bachtiar Pangaribuan.
 
Pada akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk segera melakukan pertemuan lanjutan yang bertujuan merumuskan dokumen khusus yang memuat peta potensi bisnis tingkat UKM kedua negara yang diharapkan dapat menjadi panduan bagi para pengusaha di masing-masing negara dalam melihat peluang kerja sama yang dapat dikembangkan. Pihak CONFIMPRESE juga merencanakan untuk membawa misi dagang ke Indonesia di tahun ini.

 
Sumber: Kedutaan Besar RI di Roma