Lion Group Indonesia kembali Beli Pesawat ATR72-600s

11/27/2014

?

Perusahaan Lion Group Indonesia kembali menandatangani kontrak pembelian 40 pesawat ATR72-600s buatan Perancis dan Italia. Penandatanganan kontrak ini disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi dan KUAI KBRI Roma pada tanggal 27 November 2014 pada jam 15.30 waktu setempat. Dengan pembelian 40 tambahan pesawat ini, maka total pesawat ATR turboprops yang dibeli oleh perusahaan Lion Group menjadi 100 buah. Hal ini semakin mengokohkan posisi Lion Air sebagai pembeli pesawat ATR terbesar berdasarkan pemesanan pesawat untuk saat ini.
 
Pesawat  ATR72 sendiri merupakan hasil produksi dari perusahaan patungan yang dibentuk oleh Aerospatiale (sekarang Airbus Group dengan kantor pusat di Toulouse, Perancis) dan Aeritalia (sekarang Alenia Aermacchi, bagian dari kelompok Finmeccanica, dengan kantor pusat di Italia) pada tahun 1981. PM Renzi menyampaikan bahwa penandantanganan pembelian pesawat ATR-72 ini merupakan peristiwa luar biasa bagi Italia. Lebih lanjut ditegaskan bahwa Italia membutuhkan banyak investasi di masa yang akan datang. Penandatanganan tersebut menandai realisasi kemitraan kerjasama jangka panjang sebagai strategic alliance in the future. Melihat potensi yang ada di Indonesia, dia menyampaikan sekiranya penandatangan kontrak pembelian ATR berikutnya tidak akan dilakukan di Perancis atau Italia tapi bisa dilakukan di Indonesia.
 
CEO ATR Mr. Patrick de Castelbajac menjelaskan secara singkat mengenai perkembangan ATR sebagai pesawat terunggul  berjenis turboprops di kelasnya pada skala global yang memiliki 80 persen pasar global. Pembelian ATR oleh Lion Group Indonesia saat ini merupakan batu loncatan yang luar biasa bagi ATR terutama tidak hanya dikarenakan jumlahnya yang banyak tetapi merupakan pertama kalinya pesawat ATR dibeli sampai 100 buah oleh seorang pengusaha. ATR merasa terhormat atas pembelian yang dilakukan oleh Lion Air dan diharapkan dapat memenuhi butuhan Indonesia yang terdiri dari yang dala 5 tahun terkahir memiliki julah penduduk 250 juta orang, pertumbuhan ekonomi 6.5% selama lima tahun terakhir dengan 17.000 pulau. ATR percaya kehadirannya tidak hanya akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tetapi juga membantu masyarakat Indonesia untuk terbang.
 
Presiden Direktur Lion Group Indonesia, Rusdi Kirana menyampaikan potensi Indonesia dengan jumlah penduduk Indonesia 250 juta jiwa dengan 60% adalah generasi muda. Ia juga percaya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo akan dibangun lebih banyak pelabuhan laut dan udara dengan mengundang berbagai investor asing. Oleh karena itu pembelian ATR mutlak diperlukan. Dijelaskan pula bahwa Lion Air tidak hanya membeli pesawat jenis ATR namun juga membeli pesawat jenis Airbus dan Boeing sebelumnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada institusi keuangan di Eropa dan beberapa bank komersial dalam membantu kesuksesan pembelian pesawat tersebut. Dalam kesempatan terpisah Rusdi Kirana juga menyatakan harapan kiranya dalam jangka panjang Indonesia dapat memproduksi sendiri pesawat komersial yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
 
Pesawat jenis ATR 72 ini tergolong ke dalam jenis pesawat hemat biaya untuk kategori pesawat dengan penerbangan jarak pendek. Desain Pesawat ini merupakan pesawat berjenis sayap-tinggi, memiliki turboprops ganda sehingga sangat efisien, sangat fleksibel pengoperasiannya dan memberikan kenyamanan kepada penumpang. Saat ini, ATR telah menjadi patokan untuk pesawat turboprops regional dengan penjualan melebihi 1400 pesawat,  lebih dari 180 operator di 90 negara dengan total siklus sekitar  25 juta. Pesawat ATR juga menjadi penggagas transportasi regional dimana setiap dua belas detik, sebuah ATR lepas landas di suatu tempat di seluruh dunia.
 
 
Siaran pers ini dikeluarkan oleh Fungsi Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma