Budaya dan Olahraga Mendekatkan Indonesia dengan Italia

5/9/2014

Walaupun terpisah oleh letak geografis yang cukup jauh, namun hubungan Indonesia dan Italia menjadi terasa sangat dekat dan erat melalui pendekatan budaya. Oleh karena itu, kecintaan terhadap budaya adalah upaya yang sangat tepat dalam mempererat hubungan kedua negara, menumbuhkan rasa persaudaraan dan kesetiakawanan yang tinggi. Melalui pendekatan budaya, maka kita semua menjadi saudara.
 
Hal ini disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Italia, August Parengkuan, dalam sambutan pembukaan acara Silaturahmi dengan Masyarakat Indonesia di kota Parma, Italia pada Minggu, 4 Mei 2014. 
 
Selain melalui budaya, Dubes August Parengkuan menambahkan bahwa olahraga juga telah mempererat hubungan Italia dengan Indonesia. Mayoritas penduduk di Indonesia sangat menyukai sepakbola dan mengenal klub-klub sepakbola terkenal di Italia. Bahkan saat ini terdapat investor Indonesia yang menanamkan modalnya di bidang olahraga sepakbola di Italia sehingga juga menjadi awal yang sangat baik dalam mempererat hubungan kedua negara.
 
Dubes August Parengkuan juga menyampaikan harapannya agar warga Indonesia di Italia, khususnya di kota Parma, saling mempererat hubungan persaudaraan dan mengikuti aturan-aturan setempat, seperti peribahasa Indonesia, yakni “dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung”.
 
Acara Silaturahmi dengan Masyarakat Indonesia di kota Parma, Italia diselenggarakan atas kerjasama antara KBRI Roma dengan Associazione Rela Hati Comunita Indonesia di Parma, Komunitas Perkawinan Campur (KPC) Melati Worldwide di Italia. Acara tersebut menjadi spesial ditandai dengan kehadiran Walikota Parma, Mr. Federico Pizzarotti didampingi Pejabat Budaya dan Politik Propinsi Parma Mrs. Marcella Saccani dan Ketua Forum Solidarietà di Parma Mr. Arnaldo Conforti. Dalam sambutannya, Walikota Parma Mr. Pizzarotti mengapresiasi keberadaan komunitas warga Indonesia di kota Parma sebagai salah satu komunitas asing terkemuka di kota Parma.
 
Silaturahmi dengan Masyarakat  Indonesia di kota Parma tersebut juga dimeriahkan dengan beberapa kegiatan lain seperti pembacaan makalah singkat mengambil tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2014 (Pendidikan untuk Peradaban Indonesia Yang Unggul) oleh Ibu Sri Rejeki, penjelasan mengenai batik sebagai salah satu kekayaan dan kebanggaan budaya Indonesia oleh Ms. Laura Todeschini, penjelasan mengenai musik tradisional gamelan oleh Mr. Enrico Masseroli, lomba membaca pidato dan puisi oleh anak-anak Indonesia, dan pertunjukan tari-tarian tradisional Indonesia seperti Tari Kuda Lumping, Tari Cenderawasih, Tari Tortor, dan Tari Cublak-Cublak Suweng. Acara silaturahmi juga diliput oleh media koran setempat yakni Gazzetta di Parma dan La Repubblica di Parma.
 
Sekitar 150 masyarakat Indonesia yang berdiam di kota Parma dan kota-kota di sekitarnya seperti Milan, Bologna, Rimini, Torino dll turut hadir dalam acara silaturahmi tersebut dan menikmati kuliner masakan khas tradisional Indonesia yang amat dimintai diantaranya ada rendang, sayur urap, ayam rica, nasi goreng, mie goreng, telur balado, soto ayam, es cendol. Pada kesempatan ini, KBRI juga memberikan layanan jasa kekonsuleran secara jemput bola atau “Warung Konsuler” kepada masyarakat yang ingin mengurus dokumen paspor, visa, lapor diri WNI, pembuatan surat-surat keterangan.
Associazione Rela Hati Comunità Indonesia di Parma merupakan perkumpulan masyarakat Indonesia yang didirikan secara resmi sejak tahun 2011 dengan tujuan utama membantu korban bencana alam di Indonesia dan juga memperkenalkan budaya Indonesia di Parma. Asosiasi Rela Hati telah turut berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan festival kebudayaan di kota Parma, mengorganisir kegiatan penggalangan dana atas musibah banjir di Jakarta dan musibah letusan gunung Sinabung, mengadakan pagelaran seni tari Indonesia, pameran gamelan dan baju-baju tradisional Indonesia, pertunjukan teater musik, kursus tarian tradisional Indonesia.
 
Ibu Yulia Kartini selaku Duta Melati dari Komunitas Perkawinan Campur (KPC) Melati Worldwide Italia mengatakan lomba pidato dengan Juri Bapak August Parengkuan, Ibu Fifi Marfiana Dewi dan Bapak Enrico Masseroli dimenangkan oleh Allesio Ghinami dan lomba puisi oleh Afifa Taqyah Zahra. Kegiatan ini juga telah dimuat oleh koran setempat tanggal 5 Mei Gassetta di Parma dalam liputan Giornata Indonesiana dell Educazione dan oleh harian Reppublica kota Parma yang menyambut dengan artikel Festa Degli Indonesiani di Parma.
 

Siaran pers ini dikeluarkan oleh Bagian Penerangan KBRI Roma

?