SAMBUTAN BAPAK PRIYO ISWANTO KUASA USAHA AD INTERIM REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA MALAM KEBUDAYAAN INDONESIA PIETRASANTA, 16 JUNI 2012

6/20/2012

 

SAMBUTAN

BAPAK  PRIYO ISWANTO

KUASA USAHA AD INTERIM REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA MALAM KEBUDAYAAN INDONESIA

PIETRASANTA, 16 JUNI 2012

 

Selamat malam,

Salam sejahtera bagi kita semua,

 

Mengawali sambutan saya, perkenankan saya meminta waktu anda yang sangat berharga untuk sejenak kita menundukkan kepala dan mendoakan saudara-saudara kita di Regione Emilia-Romagna yang saat ini sedang dalam keadaan sulit akibat gempa bumi.

 

-Moment of silence-

 

Yang terhormat Walikota Pietrasanta, Domenico Lombardi,

Yang terhormat Presiden Fondazione La Versiliana, Dianora Poletti,

Yang terhormat Avvocato Jacopo Cappuccio,

Yang terhormat para hadirin dan tamu undangan,

 

Pertama-tama, dengan segala ketulusan hati, saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sedemikian keras sehingga Malam Kebudayaan Indonesia ini dapat terwujud menjadi kenyataan. Saya yakin, seluruh tenaga, waktu, dan pikiran yang telah tersita tidak akan terbuang sia-sia.

 

Pada malam hari yang indah ini, saya merasa bahagia dan bangga dapat berada di hadapan anda sebagai perwakilan dari negara saya yaitu Indonesia. Ijinkan saya menyampaikan kepada anda salam hangat penuh persahabatan dari sebuah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara dan berpenduduk 240 juta jiwa. Semoga kehadiran saya pada hari ini dapat semakin memperkokoh jalinan persahabatan antara Indonesia dan Italia yang telah dibangun sejak tahun 1949 ketika Italia mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara yang merdeka. Kedutaan Besar Italia di Jakarta telah mulai beroperasi pada tahun 1951, menyusul setahun kemudian Kedutaan Besar Indonesia di Roma. Sejak saat itu, hubungan kerjasama antara kedua negara terbangun di berbagai aspek baik politik, ekonomi, maupun sosial budaya.

 

Hadirin yang terhormat,

 

Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa dari Indonesia ini tepat untuk menggambarkan alasan yang mendorong saya untuk berada disini. Hampir tidak mungkin kita bisa menyayangi sesuatu apabila kita tidak mengenal dengan baik. Bagaimana mungkin anda sayang kepada Indonesia dengan segala keunikannya apabila anda tidak mengenal Indonesia. Dan apabila masyarakat Italia tidak mengenal Indonesia, kecil kemungkinan mereka akan datang mengunjungi Indonesia. Sehingga pada akhirnya, salah satu impian saya yaitu meningkatkan jumlah kunjungan wisata, terutama dari Italia ke Indonesia yang hanya sejumlah 47 ribu tahun lalu, harus sirna.

 

Padahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Italia bukanlah yang terdengar asing. Italia adalah sepak bola, Michaelangelo, Julius Caesar, Colosseo, Menara Pisa, Ferarri, fashion, pasta, pizza, dan ratusan hal lainnya yang dalam sekejap dapat terpikir ketika mendengar kata Italia. Apapun motifnya, tahun lalu Italia telah mempesona 200 ribu orang Indonesia untuk datang mengunjungi berbagai kota di Italia.

 

Pada satu sisi, ada rasa bangga dalam diri saya karena fakta tersebut menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia telah jauh membaik sehingga orang Indonesia mampu mengeluarkan biaya besar untuk melakukan perjalanan wisata lintas benua. Namun di sisi lain, saya merasa terpacu untuk terus memperkenalkan Indonesia dan  berbagi informasi mengenai Indonesia kepada masyarakat Italia dengan harapan masyarakat Italia semakin mengenal Indonesia.

Hadirin yang terhormat,

 

Malam Kebudayaan Indonesia ini terselenggara atas kerjasama yang sangat baik antara Kedutaan Indonesia dengan Fondazione La Versiliana Pietrasanta yang dilatarbelakangi itikad mulia untuk mengumpulkan dana yang akan disumbangkan sepenuhnya kepada para korban gempa bumi di Regione Emilia-Romagna. Hal ini membawa ingatan saya ke tahun 2004, ketika gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Richter telah menyebabkan gelombang tsunami yang menyapu Aceh dan menewaskan hampir 170ribu jiwa sedangkan 500ribu orang kehilangan tempat tinggal. Saat itu, layaknya seorang saudara, Italia dengan segera mengulurkan tangan dan memberikan bantuan. Bahkan jajaran Protezione Civile Italia adalah salah satu yang pertama sampai ke wilayah bencana dan dengan cekatan mendirikan rumah sakit darurat lengkap dengan berbagai peralatan serta tenaga medis profesional. Sejumlah fund raising juga dilakukan di Italia yang dikoordinir berbagai organisasi sosial, kelompok masyarakat, perusahaan swasta, termasuk para pemain sepakbola Italia seperti Alessandro del Piero, Gianluigi Buffon, Paolo Maldini, dan Francesco Totti yang ikutserta dalam pertandingan amal FIFA Football for Hope.

 

Oleh karena itu, ketika Avvocato Jacopo Cappuccio menyampaikan rencana mengadakan kegiatan pengumpulan dana, saya menyambutnya dengan tangan terbuka. Karena kita bersaudara, sehingga sudah seharusnya kita saling mendukung dan membantu.

 

Hadirin yang terhormat,

 

Di malam hari yang hangat ini anda akan menyaksikan beberapa tarian klasik dari daerah Jawa Tengah dengan diiringi musik tradisional gamelan. Namun demikian, apa yang ditampilkan malam hari ini hanyalah sebagian kecil dari kebudayaan Indonesia yang begitu kaya dan beragam. Indonesia adalah rumah dari 240 juta penduduk yang terdiri dari 491 suku bangsa dan 746 bahasa daerah, serta habitat dari 17% flora dan fauna dunia, sehingga sudah barang tentu tidak memungkinkan untuk ditampilkan satu persatu.

Dari ratusan ragam warisan dan peninggalan budaya Indonesia, sebagian telah diakui oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity yaitu Wayang dan Keris, kain Batik, alat musik Angklung, dan tarian Saman. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri, hasil dari buah pikir dan penelusuran panjang para leluhur bangsa Indonesia yang tertuang dalam berbagai bentuk. Warisan budaya dan nilai-nilai tradisional ini secara turun temurun tetap hidup dan dipertahankan oleh bangsa Indonesia disela-sela kehidupan yang semakin modern serta kemajuan dan keberhasilan yang dicapai. We are moving forward towards modernity, but we never neglect our traditional values. 

Hadirin yang terhormat,

 

Akhir kata, saya mengucapkan selamat menikmati keindahan dan keragaman budaya Indonesia. Saya berharap usai acara ini, anda tergelitik untuk mengetahui lebih dalam mengenai Indonesia dan kemudian jatuh cinta kepada Indonesia. Sebagaimana penyair, penulis, penerima Nobel tahun 1906, kelahiran Pietrasanta, Giosuè Alessandro Giuseppe Carducci, yang sangat mencintai kota ini dan menuangkannya dalam puisi:

« Quel che mi piace è Pietrasanta:

bellissima cittadina, con piazza unica,

una cattedrale da grande città,

e, sfondo, le Alpi Apuane.

E che paese all'intorno! »

 

(Terj. - What I like is Pietrasanta: beautiful town, with unique square, a cathedral of great city, and the Apuan Alps as background. And what country side!)

 

Grazie.