Pidato KUAI RI Roma pada Peringatan 17 Agustus 2011

8/17/2011

 

PIDATO BAPAK PRIYO ISWANTO

KUASA USAHA AD-INTERIM

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA UNTUK REPUBLIK ITALIA

MERANGKAP REPUBLIK MALTA, REPUBLIK SIPRUS, FAO, IFAD, WFP, DAN UNIDROIT

PADA UPACARA PERINGATAN HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-66 TAHUN 2011

 

ROMA, 17 AGUSTUS 2011

 ___________________________________________________________________

 

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera untuk kita semua.

 

Saudara-saudara sekalian,

Hadirin yang saya muliakan,

 

Pada hari ini, 17 Agustus 2011, marilah kita bersama-sama memanjatkan segala puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas berkah dan kuasa-Nya kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat untuk memperingati hari yang bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia, yaitu hari Kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia.

 

Enam puluh enam tahun sudah kita menghirup udara kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang penuh pengorbanan, sehingga sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan dan penghormatan kita yang setinggi-tingginya kepada segenap pejuang dan pahlawan bangsa Indonesia. Perjuangan mereka yang tiada mengenal lelah, telah menghantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dinamis, yang kuat, yang maju, yang memimpin, dan yang sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Sebagai generasi penerus, sudah seharusnya kita menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa dan negara ini, seraya terus mengisi kemerdekaan melalui berbagai pembangunan dan capaian sehingga bangsa ini akan terus maju dan berkembang menjadi bangsa yang terdepan, inovatif, yang selalu optimis dan mampu beradaptasi dengan jaman yang selalu berubah.

 

Semenjak bergulirnya reformasi 13 tahun yang lalu pada tahun 1998, bangsa Indonesia telah mengalami suatu proses yang sarat tantangan untuk menjadi suatu bangsa yang moderen dan semakin demokratis berdasarkan Pancasila. Namun, saudara-saudara sekalian, segala jatuh bangun yang dialami bangsa ini bukannya tanpa hasil. Keterpurukan yang dirasakan pada awal berjalannya reformasi, telah terbayar dengan berbagai keberhasilan dan kemajuan pembangunan.

 

Indonesia saat ini telah dikenal sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Oleh sebab itu tidaklah keliru apabila dalam forum internasional bidang politik dan keamanan yaitu Crans Montana Forum ke-22 yang berlangsung pada bulan Juni 2011 di Brussel, Indonesia dijadikan model dan referensi bagi beberapa negara kawasan berpenduduk mayoritas Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah yang saat ini tengah mengalami masa transisi.

 

Di bidang ekonomi, Indonesia juga telah berhasil mencapai tingkat ekonomi yang stabil, tercermin dengan masuknya Indonesia ke dalam G20 bersama Italia, Jerman, Perancis dan negara-negara maju lainnya. Meskipun saat ini perekonomian dunia sedang mengalami masa-masa yang mengkhawatirkan akibat masalah ekonomi yang tengah membelit Amerika Serikat dan Eropa, perekonomian Indonesia diyakini oleh banyak kalangan akan tetap stabil.

 

Berbagai ekonom dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai tahun 2012 akan mencapai sekurangnya 6%, bahkan tanpa perlu mendapatkan stimulasi dari pemerintah. Hal ini merupakan suatu capaian di tengah krisis ekonomi global yang berkepanjangan sebagaimana dirasakan perekonomian Italia. Pertumbuhan Domestik Bruto Indonesia pada kuartal pertama 2011 mencapai 6,5% dan diproyeksikan pertumbuhan tahun 2011 dan 2012 mencapai 6,4 hingga 6,7%. Asian Development Bank mencatat bahwa pada semester pertama tahun 2011 bursa saham dengan performa terbaik di Asia adalah pasar saham Indonesia yang mengalami lonjakan sebesar 7,4%, jauh memimpin negara-negara anggota ASEAN. Perlahan namun pasti, Indonesia telah menjadi salah satu kekuatan baru perekonomian dunia, bersama dengan China dan India. Indonesia juga telah menjadi salah satu lirikan utama perusahaan-perusahaan di negara-negara Uni Eropa, termasuk Italia, yang tengah mencari mitra pasar atau mitra basis produksi sebagai salah satu unsur dalam perencanaan ekspansi pasar ke kawasan Asia.

 

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini telah mampu memberikan teladan kepada negara-negara anggota ASEAN lainnya sebagai negara besar, demokratis, moderen, dengan kondisi perekonomian dan sosial politik yang stabil.

 

Saudara-saudara sekalian,

Hadirin yang saya muliakan,

 

Sebagaimana seorang individu, bangsa Indonesia telah tumbuh dewasa dan memahami bahwa untuk menghadapi berbagai tantangan, kita harus memiliki kemauan keras, sikap pantang menyerah, tidak memandang perbedaan, persatuan dan kesatuan sebagai satu bangsa yang kuat dan bermartabat. Sikap seperti inilah yang juga dimiliki oleh para pejuang dan pahlawan kemerdekaan kita sehingga berhasil memerdekakan negara kita tercinta ini. Dan sikap seperti inilah yang harus dimiliki kita semua sebagai penerus perjuangan bangsa Indonesia.

 

Namun demikian, beragam masalah dan tantangan di masa depan masih akan terus menghadang langkah kita. Oleh sebab itu, kita harus terus bersatu padu dan bahu-membahu untuk mengatasi tantangan tersebut sebagai satu bangsa, sesuai dengan tema utama Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tahun ini, yaitu : 

 

“Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam Ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI,

Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN

untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN”

 

Saudara-saudara sekalian,

Hadirin yang saya muliakan,

 

Keketuaan Indonesia pada forum Negara-negara di kawasan Asia Tenggara tahun ini menjadikan Indonesia sebagai negara pemimpin diantara negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Bendera ASEAN yang telah berkibar di hadapan kita ini menjadi panutan akan kesejajaran visi Indonesia terkait dengan komunitas ASEAN, dengan visi negara-negara Uni Eropa (seperti Italia) terkait dengan komunitas Uni Eropa.

 

Konsep komunitas ASEAN akan semakin terdengar di Roma dengan terbentuknya Komite ASEAN di Roma pada tahun 2011 ini. Komite ASEAN di Roma, yang pembentukannya merupakan gagasan KBRI Roma, akan meningkatkan profil ASEAN di kalangan masyarakat Italia, sekaligus meningkatkan interaksi masyarakat negara-negara ASEAN di Roma. Saya mengundang saudara-saudara sekalian sebagai bagian dari komunitas ASEAN di Roma untuk meningkatkan interaksi dengan rekan-rekan dari negara ASEAN lainnya: Thailandia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam. Mari bersama kita bangkitkan kesadaran akan adanya suatu komunitas berpotensi, yaitu Komunitas ASEAN.

Hadirin yang saya muliakan,

 

Perkenankan saya untuk menyinggung sekilas mengenai perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Italia yang secara umum saat ini dalam kondisi yang sangat baik dan semakin kuat. Peningkatan hubungan ini tercermin dari sejumlah capaian yang diraih dalam kerjasama dengan Italia, baik di bidang politik, ekonomi, dan sosial-budaya.

Interaksi berbagai lapisan masyarakat Indonesia dengan Italia di bidang sosial-budaya tampak semakin meningkat. Hal ini merupakan bentuk nyata akan semakin mengertinya masyarakat Italia mengenai Indonesia. Terima kasih saya ucapkan kepada segenap warga negara Indonesia – termasuk para mahasiswa/i, para Romo dan Suster – yang senantiasa membawa nama harum dan citra baik kepulauan Indonesia dalam interaksi sehari-harinya dengan masyarakat Italia. Semua yang berada di lapangan ini adalah diplomat dan wakil bangsa dalam kapasitasnya masing-masing.

Seiring dengan meningkatnya citra positif Indonesia di Italia, kunjungan wisatawan Italia ke Indonesia juga mengalami kenaikan dalam tiga tahun terakhir ini. Pada tahun 2010 jumlah wisatawan Italia yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 49.800, naik 19,2 % dari tahun 2009 sebanyak 40.448 wisatawan. Kontribusi per kunjungan setiap wisatawan Italia terhadap perekonomian Indonesia adalah sekitar US$ 1.389.

 

Dengan meningkatnya pengertian masyarakat Italia (dan Uni Eropa) mengenai Indonesia, maka tiba pengakuan politis akan kemajuan bangsa Indonesia di kalangan negara-negara Uni Eropa termasuk Italia.  Capaian politik yang patut dicatat pada tahun 2011 ini adalah persetujuan parlemen Italia (yang merupakan salah satu negara pilar Uni Eropa) atas proses ratifikasi dan implementasi Persetujuan Kemitraan dan Kerjasama (atau Partnership and Cooperation Agreement - PCA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Dengan pengakuan politis ini, diharapkan untuk ke depannya otoritas di Italia dapat lebih mempermudah upaya peningkatan interaksi antara masyarakat di kedua negara, baik interaksi di bidang sosial-budaya, ekonomi, maupun politik.

 

Terkait dengan perdagangan antara Italia dan Indonesia, krisis ekonomi global yang berkepanjangan yang dimulai pada tahun 2008 telah melemahkan arus perdagangan masuk dari Italia ke Indonesia. Sebaliknya, krisis ekonomi global tersebut justru meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Italia, sebagaimana tercermin dari peningkatan surplus perdagangan antara Indonesia dan Italia. Untuk tahun 2009 s.d. 2011, terjadi lebih banyak ekspor dari Indonesia yang masuk ke Italia dibandingkan impor dari Italia yang masuk ke Indonesia. Perbedaan antara nilai ekspor Indonesia ke Italia dan nilai impor Italia ke Indonesia tersebut semakin meningkat dalam tiga tahun terakhir ini.

 

Terkait dengan nilai investasi Italia yang masuk ke Indonesia, realisasi investasi langsung Italia di Indonesia selama periode Januari s.d. Juni 2011 mencapai USD 1,2 juta untuk 18 proyek.  Selama periode Januari s.d. Juni 2011, investasi Italia di Indonesia yang terealisasi paling banyak pada umumnya berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, DKI Jakarta, dan NTB. Sedangkan sektor-sektor yang paling diminati adalah sektor industri logam mulia, mesin dan elektronik, energi dan pertambangan, industri jasa, hotel dan restoran, serta industri makanan.

 

Saudara-saudara sekalian,

Hadirin yang saya muliakan,

 

Mari bersama kita bersyukur atas kedewasaan bangsa Indonesia, dan peningkatan keharuman nama dan perbaikan citra Indonesia di kalangan masyarakat Italia. Semua capaian ini tidak lepas dari upaya kita bersama. Mari bersama kita peringati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagaimana saudara-saudara kita melalukannya 66 tahun yang lalu: yaitu dengan kecemasan akan adanya masa lalu bangsa yang tidak berkenan di hati; kebanggaan atas capaian-capaian bangsa sampai saat ini; dan harapan akan masa depan bangsa dan individu yang lebih baik.

 

“Dirgahayu Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”

 

Terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

(Diunggah oleh Fungsi PSB / AA)