WORLD FOOD PROGRAMME (WFP)

2/22/2015

 

World Food Programme (WFP) merupakan lembaga bantuan kemanusiaan PBB terbesar di dunia, khususnya dalam hal bantuan pangan dan nutrisi, yang dibentuk tahun 1963 dan secara tidak langsung berada di bawah pengawasan FAO di Roma, Italia. Saat ini WFP memiliki perwakilan yang tersebar di 80 negara, termasuk di Indonesia.
 
Sejak tahun 1996, secara struktural organisasi WFP diatur oleh WFP Executive Board yang terdiri dari 36 negara anggota. Pada tahun 2012, Mr. Ertharin Cousin (AS) telah ditunjuk bersama oleh Sekjen PBB dan Dirjen FAO sebagai Executive Director (ED) WFP untuk masa tugas 5 tahun, menggantikan Ms. Josette Sheeran. WFP memiliki staf kurang lebih 10.587 orang, di mana 92% diantaranya berada di lapangan.
 
WFP bergerak untuk menghapuskan kelaparan dan malnutrisi, dengan tujuan utama menghilangkan kebutuhan akan bantuan pangan melalui pemberian bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu memperoleh atau menghasilkan pangan bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Saat ini kegiatan WFP tersebar di 77 negara di seluruh dunia.
 
Berdasarkan rencana strategis WFP 2008-2013, WFP dimandatkan untuk:
  • Save lives and protect livelihood in emergencies;
  • Prevent acute hunger and invest in disaster preparedness and mitigation measures;
  • Restore and rebuild lives and livelihood in post-conflict, post-disaster or transition situations;
  • Reduce chronic hunger and undernutrition;
  • Strengthen the capacities of countries to reduce hunger, including through hand-over strategies and local purchase.
 
 
Hubungan RI-WFP
 
Indonesia dan WFP memiliki kerja sama erat yang ditunjukkan dengan beroperasinya Kantor WFP di Jakarta selama lebih dari 40 tahun. Indonesia sempat keluar dari keanggotaan WFP di tahun 1996 sebagai akibat krisis ekonomi dan konflik yang menimbulkan situasi rawan pangan serta memburuknya status gizi masyarakat. Namun pada tahun 1998, Indonesia kembali menjadi anggota WFP, ditandai dengan diperolehnya bantuan WFP dalam bentuk Emergency Operation yang kemudian disusul dengan program Protracted Relief and Recovery Operation (PRRO) yaitu program penyaluran beras bersubsidi bagi masyarakat di Jakarta dan Surabaya.
 
Pada tahun 2004 sampai 2006, sebagai tindak lanjut atas rangkaian bencana alam, yaitu bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004, gempa di Nias pada tahun 2005 serta gempa di Yogyakarta dan Jawa Barat di tahun 2006, WFP telah mendirikan kantor cabang operasi di berbagai daerah yang terkena musibah tersebut, di antaranya di Banda Aceh, Medan, Meulaboh, Kupang, Surabaya, dan Nias.
 
Dengan berakhirnya seluruh proyek WFP di Indonesia pada akhir tahun 2011, jumlah bantuan WFP selama 4 (empat) tahun terakhir bernilai 46,615, 235 US$ atau sebesar 41,4% dari target pengumpulan dana. Bantuan tersebut pada intinya ditujukan untuk Perbaikan Nutrisi di Jawa Timur, NTT dan NTB, Program Gizi sekolah di Jawa Timur dan NTB, Perbaikan gizi di daerah gempa di Sumbar dan Jogjakarta, bantuan penderita TBC dan Food for Work di Jawa Timur NTT dan NTB.
 
Untuk periode tahun 2012 dan selanjutnya, WFP tengah memproses bantuan di tiga provinsi di Indonesia,yaitu Papua, Aceh dan NTB. Keputusan untuk persetujuan Country Programme Indonesia untuk tahun 2012-2015 telah diputuskan pada pertemuan Dewan Eksekutif bulan November 2011.
 
Kerjasama Pemri dengan WFP saat ini mengalami perubahan yang sebelumnya status Indonesia murni sebagai negara penerima donor kini menjadi Mitra Strategis. Perubahan status tersebut dikarenakan perubahan status Indonesia dari low-income country menjadi middle-income country.
 
Berdasarkan Country Programme Indonesia untuk tahun 2012-2015, program-program WFP di Indonesia sebagian besar akan dilaksanakan di wilayah Indonesia timur. Program-program WFP tersebut terdiri dari 3 program utama yaitu:
  1. Food Security Analysis, Monitoring and Mapping;
  2. Disaster Risk Reduction and Management;
  3. Nutrition / Social Safety Net.
 
Sekretariat WFP
Direktur Eksekutif:   Ertharin Cousin (USA)
Via C.G.Viola 68
Parco dei Medici
00148, Rome, Italy
Tel: +39-06-65131, Fax: +39-06-6513 2840
www.wfp.org
 
22 Februari 2015