FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION (FAO)

2/23/2015

 
 
Food and Agriculture Organization (FAO) merupakan specialized agency dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada tahun 1945 di Kanada dan selanjutnya berpindah ke Roma di tahun 1951. FAO memiliki mandat untuk meningkatkan gizi dan standar hidup, meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki kehidupan masyarakat pedesaan, serta menunjang pertumbuhan ekonomi internasional. Saat ini FAO beranggotakan 192 negara dan satu organisasi kelompok negara (Uni Erop
 
Dalam usaha melaksanakan mandat tersebut di atas, FAO memberikan bantuan pembangunan (development assistance) dan bantuan teknis (technical assistance) kepada negara-negara yang membutuhkan, serta melaksanakan berbagai aktivitas dan program lainnya, seperti Program Khusus untuk Ketahanan Pangan, Sistem Pencegahan Darurat bagi Perpindahan Penyakit pada Binatang dan Hama, Sistem Informasi dan Peringatan Dini Global untuk Pangan dan Pertanian, serta Bantuan dan Rehabilitasi Darurat (Emergency Relief and Rehabilitation).
 
Mulai tanggal 1 Januari 2012, FAO dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal yang baru, Dr. José Graziano da Silva (Brazil) yang terpilih pada saat Konferensi FAO bulan Juli 2011 yang akan menjabat selama periode 2012-2015.
 
Sebagai Dirjen FAO yang baru, Dr. José Graziano da Silva menekankan lima pilar yang akan menjadi fokus dalam masa kerjanya selama 3,5 tahun ke depan, yaitu menghapuskan kelaparan, mempercepat pencapaian konsumsi dan sistem pangan yang berkelanjutan, mempromosikan keadilan yang lebih luas dalam manajemen pangan global, menyelesaikan proses reformasi yang telah disepakati untuk memperbaiki desentralisasi, dan memperluas South – South Cooperation (SSC) di FAO.
 
Hubungan RI-FAO
Indonesia secara resmi menjadi anggota FAO pada tanggal 28 November 1949 dan Kantor Perwakilan FAO di Jakarta dibuka sejak tahun 1979. Adapun proyek kerjasama yang dilakukan FAO di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir bernilai lebih dari 200 juta US$ yang meliputi tema kegiatan sbb:
  • Crop production system management;
  • Diseases and pests of animals and plants;
  • Emergency Response Operations;
  • Field Programme Management Information System (FPMIS) Temporary Emergency PWB for Biennium 2006/2007 (Aceh s/d 2009);
  • Fisheries and aquaculture information, statistics, economics and policy;
  • Fisheries and aquaculture management and conservation;
  • Fisheries and aquaculture products and industry;
  • Food and agriculture policy.
Keanggotaan Indonesia di berbagai forum FAO khususnya di Dewan FAO dan Biro Committee on World Food Security (CFS) merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia di bidang ketahanan pangan dan nutrisi. Semakin aktifnya Indonesia di berbagai forum FAO menambah kiprah Indonesia di FAO. Indonesia akan terus meningkatkan peran aktifnya di berbagai forum di FAO serta berbagai isu ketahanan pangan dan nutrisi terkait lainnya.
 
Kunjungan Dirjen FAO ke Indonesia, 26 -28 Mei 2013
 
Direktur Jenderal FAO, Dr. Jose Graziano da Silva, telah melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia pada tanggal 26-28 Mei 2013 untuk membahas potensi peningkatan kerjasama.
 
Fokus utama kunjungan adalah untuk memperkuat hubungan kerjasama antara Indonesia dengan FAO, khususnya di bidang pertanian, perikanan dan pembangunan pedesaan. Dirjen FAO juga telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FAO dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang kelautan, perikanan dan akuakultur. MoU dimaksud meliputi kerjasama teknis, pengembangan riset, exchange of experts, serta peningkatan penanganan dan pengawasan keamanan pangan.
 
Sekretariat FAO
Direktur Jenderal:    Dr. José Graziano da Silva (Brazil)
Viale delle Terme di Caracalla,
00153 Rome, Italy
Telephone: +39-06-57051, Fax: +39-06-57053152
www.fao.org
 
22 Februari 2015