Malta

A.     DATA UMUM
 
Nama negara
Republic of Malta (Republik Malta)
 
Ibu kota
Valletta (5.997 jiwa penduduk – 2011)
 
Penduduk
409.836 (perkiraan 2011)
 
Luas wilayah
316 km2; Malta adalah negara kepulauan yang antara lain terdiri dari pulau-pulau utama Malta (246 km2), Gozo (67 km2) dan Comino (3 km2)
 
Batas Negara
Malta terletak di tengah-tengah laut tengah, sekitar 93 km sebelah selatan dari Pulau Sisilia (Italia)
 
Kota penting
Birkirkara (22.000 penduduk), Mosta (18.800 penduduk), Qormi (16.600 penduduk), Zabbar (14.700 penduduk)
 
Bahasa resmi
Malta dan Inggris
 
Agama
Katolik Roma 98%
 
Hari Nasional
21 September
 
Angkatan Bersenjata
2.140 jiwa (jumlah personel aktif)
 
Lagu Kebangsaan
The Maltanese Anthem
 
Keanggotaan pada Organisasi Internasional Utama
PBB, Uni Eropa, Commonwealth
 
Mata Uang
Euro (€)
 
 
B.     SEJARAH SINGKAT
 
Sebagai negara bekas jajahan Inggris mulai tahun 1814, Malta tetap menjadi negara anggota Commonwealth (persemakmuran) hingga memperoleh kemerdekaan pada tahun 1964. Satu dekade kemudian Malta menjadi republik dan pada pertengahan 1980-an, pulau ini telah berubah menjadi titik transhipment barang, pusat keuangan, dan tujuan wisata. Malta menjadi anggota Uni Eropa pada Mei 2004 dan mulai menggunakan Euro sebagai mata uang pada tahun 2008.
 
C.    PEMERINTAHAN DAN POLITIK
 
Bentuk negara : Republik parlementer
Konstitusi         : Konstitusi tahun 1964
 
1.     Parlemen
Unikameral (terdiri atas 69 anggota parlemen yang dipilih melalui single transferable vote system dengan mempertimbangkan keterwakilan proporsional).
 
2.     Kepala Negara
Presiden Marie Louise Caleiro Preca dipilih oleh Parlemen pada April 2014 dengan masa bakti selama 5 tahun.
 
3.     Kepala Pemerintahan
Perdana Menteri Joseph Muscat (sejak 11 Maret 20913) memimpin Kabinet, dimana Pemerintahan yang berkuasa saat ini adalah dari Labour Party, setelah 15 tahun menjadi oposisi di parlemen. Sedangkan Deputi Perdana Menteri Louis Grech juga menjabat sebagai Menteri Urusan Eropa
 
4.     Pemilihan Umum
Pemilihan umum 9 Maret 2013 diikuti oleh 93% warga yang berhak memilih. Pemilu berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2018.
 
5.     Konstelasi Politik dan Partai-partai Terwakili dalam Parlemen
  • Pemerintah        : Labour Party
  • Oposisi              : Nationalist Party
  • Partai Lainnya    : Democratic Alternative (Green Party), Imperium Europa, Independents, Alpha Liberal Democrats, Alleanza Liberal-Demokratika Malta
6.     Pemerintah Daerah
Sejak 1993, wilayah Malta dibagi ke dalam 68 local councils atau localities (semacam kecamatan) tanpa adanya unsur pemerintah diantara tingkat council dan pusat. Enam districts (lima di pulau utama) dan tiga regions (dua di pulau utama) terbentuk untuk keperluan (pemungutan data) statistik. Executive secretary bertindak sebagai pimpinan eksekutif, administratif, dan keuangan dari council. Seluruh keputusan diambil secara kolektif bersama para anggota council lainnya.
 
7.     Politik Dalam Negeri
Sejak kemerdekaan, telah diselenggarakan 11 kali pemilihan umum setiap lima tahun. Dua partai politik, Nationalist Party dan Labour Party telah mendominasi peta politik Malta selama ini. Sampai dengan Perang Dunia II, opsi keberpihakan terhadap bahasa Italia atau Inggris mendominasi agenda politik pada tingkat nasional. Sedangkan relevansi Commonwealth (hubungan Malta dengan Inggris) mendominasi  agenda politik pada saat perumusan konstitusi Malta.
 
Pada saat Pemilu Maret 2013, agenda politik nasional didominasi oleh perdebatan isu-isu domestik terkait isu keadilan dan kesetaraan, penurunan harga listrik dan air, pengentasan korupsi dan kebijakan perekonomian Malta.
 
8.     Politik Luar Negeri
Dengan Menteri Luar Negeri George Vellas, politik luar negeri Malta tidak akan mengalami perubahan yang berarti, dari pemerintahan sebelumnya. Polugri akan tetap didasarkan pada netralitas. Malta melalui EU akan terus menyuarakan kebijakan luar negerinya terhadap proses perdamaian Timur Tengah dan krisis di Arab Spring countries.
 
Pembentukan Kementerian Urusan Eropa (EU Ministry Affairs of Malta) akan memberikan ruang bagi Kementerian Luar Negeri untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara mediterania dan negara seperti AS, Brazil, China, dan India. 
 
 
D.     PEREKONOMIAN MALTA
 
1.     Data Umum Ekonomi
 
GDP (PPP)           
US$ 9,642 (2013)
 
GDP per capita       
US$ 22,780 (2013); US$ 21.130 (2012), US$ 22.346 (2011)
 
Pertumbuhan GDP   
2,2% (2013), 1,2% (2012); 2,1% (2011), 2,5% (2010)
 
Tingkat Inflasi       
2,5% (2012); 2,7% (2011), 1,5% (2010)
 
Angkatan kerja       
180.200 (2012)
 
Angka pengangguran   
6,4%(2013), 6,1% (2012); 6.4% (2011)
 
Rasio Hutang terhadap GDP:
69,8%
 
Kekayaan alam    
Batu limestone
 
Industri           
Pariwisata, elektronik, perkapalan dan perbaikan kapal, konstruksi, makanan minuman, pharmaceuticals, alas kaki, pakaian, tembakau, jasa penerbangan, jasa perbankan, jasa IT
 
Ekspor            
US$ 3,67 milyar (2012); US$ 3,6 milyar (2011); US$ 3 milyar (2010)
 
Komoditi ekspor   
Mesin dan peralatan mekanik, bahan bakar mineral, obat-obatan, produk kimia, onerdil pesawat terbang, mainan, peralatan olah raga
 
Negara tujuan ekspor   
Jerman 14%; Perancis 10,5%; Yunani 7,7%; Italia 7,4%; Inggris 6,4%
 
Impor           
US$ 4,64 milyar (2012); US$ 4,85 milyar (2011)
 
Negara asal impor   
Italia 32%; Perancis 8,4%; Inggris 8%; Jerman 6,9% (2011)
 
Komoditi impor utama   
bahan bakar mineral dan minyak pelumas, peralatan mesin dan transportasi, peralatan mekanik.
 
 
2.     Perekonomian Umum
Perekonomian Malta selama 40 tahun terakhir bertambah pesat dengan pertumbuhan GDP per tahun rata-rata sebesar 5% sejak tahun 1990-an dan tahun 2011 tercatat sebesar 2,5%. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan investasi di bidang infrastruktur untuk menjadikan Malta sebagai tempat transit jalur perdagangan dan pariwisata. Perekonomian Malta ditopang oleh industri Pariwisata, yang memberikan kontribusi sebesar 30 % dari GDP Malta. Kedatangan turis ke Malta rata-rata mencapai 1 juta orang per tahun (lebih dari 2 kali penduduk Malta yang berjumlah  sekitar 414.000 jiwa). Sektor manufaktur (elektronik dan produk-produk farmasi) memberikan kontribusi sebesar 20 % dari GDP; dan 75 % dari total ekspor dan bisnis di sektor keuangan memberikan kontribusi kepada GDP Malta sebesar 13 %.
 
Krisis keuangan global telah memengaruhi perekonomian Malta, namun tingkat pengaruh tersebut tidak terlalu besar terhadap keseluruhan perekonomian Malta. Hal ini disebabkan karena Malta memiliki fondasi sektor keuangan yang relatif kuat sehingga Malta tidak terkena krisis ekonomi global. Sejak bergabung dengan Uni Eropa, Malta terus  melakukan serangkaian reformasi dalam bidang ekonomi dan moneternya untuk memenuhi persyaratan yang diharuskan oleh Uni Eropa. seperti pengurangan angka defisit di bawah 3% dan penentuan rezim devisanya.
 
Dari total angkatan kerja Malta yang mencapai 170.500 (2011), 73,9% bergerak di sektor jasa, 24,7% di sektor industri, dan 1,5% pada sektor agrikultur. Sedangkan GDP yang diperoleh dari sektor jasa 80,9%; industri 17,2%; agrikultur 1,9%.
 
Tingkat pengangguran selama ini tergolong rendah. Komposisi tenaga kerja ahli (skilled labour) semakin berkurang dan berdampak pada meningkatnya penghasilan (gaji) tenaga kerja. Distribusi tenaga kerja di Malta, 2 % bekerja di sektor pertanian, 29,6 % bekerja di sektor industri dan 68 % bekerja di sektor jasa.
 
Terdapat basis kuat untuk sektor manufacturing produk-produk high value-added dan pharmaceuticals. Terdapat lebih dari 250 perusahaan manufacturing asing (foreign-owned) yang bergerak di bidang ekspor. Pariwisata memberikan kontribusi terhadap GDP sebanyak 35%. Sektor perfilman juga berkontribusi banyak terhadap GDP Malta. Saingan utama Malta dalam industri perfilman adalah negara-negara Eropa Timur atau Afrika Utara.
 
3.    Perkembangan Perekonomian Malta
Keterbukaan Malta terhadap perdagangan internasional dan investasi telah membantu memulihkan pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang sehat. Malta telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan daya saing lembaga keuangan. Sektor perbankan Malta merupakan salah satu yang terbaik di Eropa dan telah berhasil melewati gejolak krisis Euro tanpa membutuhkan suntikan modal. GDP Malta menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun yaitu US$ 10,3 milyar pada tahun 2009, US$ 10,61 milyar pada tahun 2010, dan US$ 10,91 milyar pada tahun 2011. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Malta tahun 2010 tercatat sebagai yang tertinggi di Eurozone yaitu sebesar 3,7%. Pertumbuhan ekonomi Malta tahun 2012 diperkirakan dapat mencapai 2,2% dari yang sebelumnya 2% pada tahun 2011.
 
Performa ekonomi Malta yang cukup baik telah menimbulkan optimisme dari berbagai kalangan untuk dua tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi Malta akan terus stabil serta mampu memotong defisit anggaran dan hutang publik secara lebih efektif. Meskipun hutang publik Malta saat ini mencapai 68% dari GDP, Malta telah berhasil menurunkan defisit anggaran yang sebelumnya mencapai 3,9% pada tahun 2010, menjadi 3,2% pada tahun 2011, dan diperkirakan dapat turun menjadi 2,9% pada tahun 2012.
 
Ekonomi Malta cukup dipengaruhi oleh situasi di kawasan Afrika Utara khususnya terhadap industri pariwisata dan ekspor-impor. Malta juga memiliki kepentingan untuk mengamankan jalur perkapalan dan aktifitas ekspor-impor dari/ke kawasan Afrika Utara, khususnya dengan Libya yang mencakup 6% dari pangsa pasar Malta sebagai terbesar ke-5 setelah Italia.
 
 
E.    HUBUNGAN BILATERAL RI-MALTA
 
Hubungan bilateral RI – Malta yang dimulai pada tanggal 1 Desember 1979 selama ini berjalan dengan baik dan tidak menghadapi hambatan yang berarti. Malta dan Indonesia merupakan negara pihak dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 sehingga keduanya memiliki perhatian khusus kepada isu-isu maritim. Sebagai negara pulau di Selatan Eropa dan sebagai negara yang peduli terhadap kelautan, Malta memberikan bantuan capacity building setiap tahunnya kepada Indonesia melalui International Maritime Law Institute (IMLI). Pemerintah Malta memberikan beasiswa S2 kepada PNS Indonesia di bidang hukum laut internasional. Beberapa staf Kementerian Luar Negeri telah menerima beasiswa dimaksud. 
 
Sampai saat ini belum tercatat adanya saling kunjung pejabat kedua negara. Tantangan yang dihadapi adalah upaya untuk memperluas hubungan bilateral yang selama ini masih sangat terbatas. Namun, Indonesia terus mengupayakan peningkatan hubungan baik untuk memanfaatkan dukungan politik dalam berbagai organisasi internasional. Malta yang telah meratifikasi Partnership and Cooperation Agreement (PCA) RI – UE pada tanggal 5 Agustus 2011 diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi implementasi kerjasama PCA RI – UE ke depannya.
 
Sehubungan dengan perdagangan, data terakhir Kemendag RI menunjukan bahwa total nilai perdagangan RI - Malta tahun 2012 mencapai US$ 7,09 juta dengan defisit bagi Indonesia sebesar US$ 720 ribu. Ekspor utama Indonesia ke Malta antara lain adalah kertas dan produk kertas, pasta, furniture, insektisida, sepatu dan alas kaki, produk kaca, produk kayu, kopi, dan pakaian. Sedangkan produk impor utama Indonesia dari Malta antara lain adalah obat-obatan, makanan ikan dan ternak, besi hasil daur ulang, peralatan AC, garmen, kertas hasil daur ulang, dan peralatan mesin non-elektronik.
 
Hingga saat ini belum tercatat adanya investasi Malta di Indonesia. FDI belum menjadi prioritas Malta karena masih fokus untuk mendatangkan FDI sebanyak-banyaknya bagi pembangunan negara tersebut. Di samping itu Indonesia masih belum memiliki Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M) dan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Malta. Kedua perjanjian tersebut masih dalam proses penyelesaian. KBRI Roma terus melakukan pendekatan promosi terpadu Trade, Tourism, and Investment (TTI) dengan yang terakhir dilakukan pada tanggal 28 September 2012, di Valletta, Malta.
 
Kedua negara juga memiliki potensi untuk melakukan kerjasama yang saling menguntungkan antara lain di sektor pariwisata, pelayaran, dan pendidikan. Selain itu, dapat diupayakan peningkatan people-to-people contact melalui pemanfaatan kesepakatan kerjasama antarmedia di Indonesia dan media di Malta dalam hal diseminasi informasi di berbagai sektor dengan asas timbal-balik.
 
Pelabuhan internasional Malta merupakan hub transhipment pertama di wilayah Mediterania.  Alat-alat berat yang dipergunakan untuk bongkar muat Hub Malta merupakan yang Port Authority Malta telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa selama bertahun-tahun dan saat ini menempati urutan kedua belas di antara pelabuhan utama Eropa dan merupakan transhipment terbesar ketiga dan pusat logistik di wilayah Mediterania.  Lebih dari 95% lalu lintas kontainer Freeport adalah transhipment bisnis.  Sebagai pelabuhan transhipment terbesar ketiga Mediterania, Malta Freeport merupakan platform strategis bagi jalur pelayaran  sebagai pelabuhan hub  Mediterania yang terletak di persimpangan beberapa rute terbesar di jantung Eropa, Afrika dan Asia Timur dan Tengah.
 
Malta memilki sumber daya alam yang sangat terbatas dan mengimpor 80% dari keseluruhan kebutuhan makanan dan minuman, serta mengimpor bahan bakar untuk kebutuhan energi. Beberapa produk unggulan Indonesia yang memiliki prospek baik di Malta adalah bahan bakar mineral, produk hasil hutan, produk makanan dan minuman, lemak dan minyak hewan, tekstil dan produk tekstil, serta karet dan produk karet.
 
 
Neraca Perdagangan RI-Malta
N5.png
(Nilai : Ribu US$ - Sumber Kemdag)
 
 
KONSUL KEHORMATAN
 
Ernest Sullivan    Konsul Kehormatan Republik Malta
 
 
KBRI Roma - Februari 2015