Kunjungan Anggota Komisi I DPR RI Dan Tim Deplu

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

ANGGOTA Komisi I DPR RI yang terdiri dari Dr. Happy Bone Zulkarnain (Koord. Panitia Anggaran), Dr. Andreas Pareira, dan Drs. Dedi Djamaluddin Malik beserta Tim Evaluasi Deplu bertemu dengan seluruh home staff KBRI Riyadh dalam rangka evaluasi Deplu terhadap keberadaan Atase Teknis di KBRI Riyadh.
 
Dalam pertemuan tersebut Wakil Kepala Perwakilan/KUAI RI, Sukanto, SH, menyampaikan paparan secara umum tentang wilayah akreditasi Kerajaan Arab Saudi, hubungan bilateral RI-Arab Saudi dan organisasi KBRI Riyadh.
 
Terkait pencitraan bangsa Indonesia di Arab Saudi sangat dirasakan telah terjadi pergeseran signifikan atas pandangan masyarakat Arab Saudi terhadap masyarakat WNI.
 
Sebelum dibuka pengiriman TKI ke Arab Saudi, WNI sempat diakui sebagai bangsa penyebar nilai-nilai Islam dengan banyaknya kunjungan haji dan umrah. Namun saat ini hampir 90% WNI di Arab Saudi adalah pekerja rumah tangga dan sopir yang dianggap sebagai masyarakat kelas bawah. Upaya pencitraan terus dilakukan secara gradual salah satunya dengan memprioritaskan peningkatan penempatan tenaga kerja formal yang bergerak dibidang properti, pertambangan, perbankan, perhotelan, keperawatan dan lain-lain.
 
Pada tahun 2009 telah terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja formal sebanyak 4% dari keseluruhan WNI, dua kali lipat dari tahun 2008 dan diharapkan hal ini terus meningkat.
 
Di bidang perlindungan dan pelayanan WNI, KBRI Riyadh sebagai Perwakilan RI yang menerapkan Citizen Service, telah melakukan integrasi fungsi dan pembenahan fisik untuk menunjang pelayanan publik secara prima. Namun karena faktor luasnya wilayah, banyaknya jumlah WNI dan keterbatasan pegawai setempat menjadi kendala vital dalam optimalisasi perlindungan WNI. Rancangan-rancangan inovasi seperti penciptaan mobile consular services, pengadaan extended office atau bahkan pendirian kantor Konsulat di Dammam/daerah konsentrasi WNI, perlu mendapatkan kajian lebih mendalam. (Pensosbud)