Gema Idul Fitri di Transit House KBRI Riyadh, Tahun 2009 M

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

IDUL FITRI adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia, begitu pula bagi sebagian saudara-saudara kita para TKW yang tengah mengahadapi masalah dan tinggal Transit House (TH)/Penampungan Sementara KBRI Riyadh.
 
Kerinduan akan tanah air, keluarga dan semua kerabat senantiasa menjadi harapan semua umat. Namun tidak demikian halnya bagi mereka yang berada di TH.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, penanggung jawab beserta para pengurus TH berinisiatif mengadakan acara “Gema Idul Fitri” dalam bentuk perlombaan yang bertujuan mengasah dan meningkatkan keterampilan para TKW di bidang keagamaan maupun pengetahuan umum.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 15 - 18 September 2009 tersebut diikuti oleh perwakilan masing-masing kamar di TH berdasarkan seleksi oleh ketua kamar dari setiap kamar.
 
Adapun kegiatan yang diperlombakan adalah: Lomba menulis surat untuk suami/orang tua, diikuti oleh 18 peserta; Lomba Pidato, diikuti oleh 8 peserta; Lomba MTQ diikuti oleh 14 peserta; Lomba Cerdas-cermat diikuti oleh 12 orang (4 regu).
 
Seluruh penghuni TH sangat antusias menyambut acara ini, hal ini terbukti dengan setiap kali lomba, ada yang mengajukan diri untuk membaca puisi hasil karyanya sendiri atau karya teman sesama penghuni TH.
 
Puncak kegiatan dilaksanakan tanggal 21 September 2009 mulai pukul 10.00 - 12.00 di TH KBRI Riyadh yang sekaligus dijadikan ajang halal bihalal dan pengumuman pemenang. Acara ini dihadiri oleh Atase Ketenagakerjaan, Mustafa Kamal beserta ibu dan seluruh staf ketenagakerjaan (Naker) beserta keluarga.
 
Dalam acara puncak ini, pemenang lomba dan pembaca puisi selain mendapat hadiah, mereka juga tampil kembali untuk menunjukkan kelayakan mereka sebagai pemenang lomba. Tidak lupa pula salah seorang staf Naker ikut menyumbangkan suaranya dengan bernasyid. Acara ini ditutup dengan makan bersama dengan menu lontong dan soto ayam.
 
Seru, meriah dan kebahagiaan terpancar diwajah setiap penghuni penghuni TH, karena setidaknya dengan adanya kegiatan ini rasa rindu terhadap keluarga dan tanah air sedikit terobati.(Pensosbud)