Dubes RI Riyadh Buka Rakor KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka KIS (Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi) untuk merumuskan kebijakan Perwakilan RI di Arab Saudi secara terpadu, pada tanggal 12 – 13 April 2010, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah menyelenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan di KBRI Riyadh.
Rakor KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah merupakan Rakor tahunan dengan tuan rumah saling bergantian antara Riyadh dan Jeddah.
Rakor dibuka oleh Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur dan dihadiri oleh Konjen RI Jeddah, Zakaria Anshar dan Wakil Kepala Perwakilan RI, Sukanto, serta seluruh Pelaksana Fungsi/Atase Teknis KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.
Dalam sambutannya, Dubes RI menyatakan bahwa sejalan dengan mekanisme hubungan kerja yang telah ditetapkan dalam Keppres dan Permenlu, yang menggariskan bahwa Tata Kerja kedua Perwakilan berdasarkan prinsip KIS (Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi), maka ketiga prinsip tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam pembahasan-pembahasan permasalahan baik dibidang politik, ekonomi, perdagangan, sosial budaya, pendidikan, hankam, kekonsuleran, keprotokoleran dan administrasi.
Dengan adanya Rakor ini juga diharapkan akan tercipta kesamaan langkah antara KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah yang pada gilirannya akan sangat menentukan bagi keberhasilan pencapain diplomasi Indonesia di Arab Saudi.
Menurut Dubes RI hubungan bilateral Indonesia-Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Kedua negara telah melakukan Sidang Komisi Bersama sebanyak 8 kali yang membahas berbagai kerjasama ekonomi, perdagangan, ketenagakerjaan di antara kedua negara. Selain itu, sedang diupayakan pula penjajakan untuk membentuk suatu Forum Konsultasi Bilateral sebagai forum konsultasi yang membahas berbagai masalah kerjasama politik di antara kedua negara. Kedekatan kedua negara terlihat dengan cukup tingginya frekuensi kunjungan para pejabat tinggi kedua negara, antara lain kunjungan Menteri Agama RI dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI ke Arab Saudi di awal bulan April 2010 ini.
Dilain pihak, beberapa pejabat tinggi Arab Saudi, seperti misalnya dari Majelis Shura juga telah berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri Sidang Pleno ke-4 Asian Parliamentary Assembly (APA) tanggal 7-10 Desember 2009. Di samping itu, kita juga masih mengupayakan agar kunjungan balasan Raja Arab Saudi ke Indonesia dapat segera terlaksana.
Dalam hal dukungan di forum-forum internasional, terhitung sejak awal tahun 2009 sId bulan Maret 2010, Arab Saudi telah 3 kali memberikan dukungan terhadap 8 kali pencalonan yang diajukan Indonesia di berbagai forum Organisasi Internasional.
Di bidang Ekonomi dan Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia - Arab Saudi pada tahun 2008 mencapai US$ 5,9 milyar atau mengalami kenaikan sebesar 38,9% dibandingkan tahun 2007, yang sebesar US$ 4,3 milyar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi tahun 2008 mencapai US$ 1,19 milyar. Namun akibat krisis ekonomi global di tahun 2009, nilai perdagangan kedua negara turun menjadi US$ 4 milyar dan ekspor Indonesia juga menurun menjadiUS$ 956 juta. Neraca perdagangan kedua negara sepanjang periode 2005 - 2009 masih menunjukkan defisit bagi Indonesia sebagai akibat kebutuhan minyak yang semakin besar sejalan dengan perkembangan industri di Indonesia. Namun demikian, kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Arab Saudi pada periode 2005 - 2008 menunjukkan trend yang positif, yaitu kenaikan sebesar 31,6%.
Di bidang Sosial Budaya, kegiatan promosi budaya Indonesia di berbagai tempat di Arab Saudi terlihat semakin gencar dilakukan, seperti yang diadakan di Jeddah, Dammam dan Riyadh pada minggu pertama dan kedua Mei 2009 lalu. Kegiatan promosi budaya ini mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari berbagai kalangan masyarakat Arab Saudi dan perlu untuk ditingkatkan lagi sebagai daya pikat guna mendongkrak sektor pariwisata di Indonesia. Rakor dibuka ditengah hujan yang mengguyur kota Riyadh yang diharapkan dapat membawa berkah tersendiri dengan hasil Rakor yang optimal.