Guna meningkatkan kebersamaan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menggelar Pejambon Ifthar. Kegiatan tersebut digelar sore ini (1/8) di Gedung Pancasila. "Kebersamaan perlu ditingkatkan untuk mencapai cita-cita bangsa," kata Menlu Marty M. Natalegawa dalam kesempatannya membuka acara.
Gelaran ini juga menjadi momen refleksi bulan suci Ramadan sekaligus mengenang peristiwa bersejarah di Gedung Pancasila.
Menlu Marty juga memberikan sedikit paparan mengenai Islam. Katanya, Islam merupakan agama perdamaian. “Manusia sengaja diciptakan berbeda bangsa agar dapat saling mengenal dan bersatu,” tambahnya.
Melalui sambutannya, Menlu Marty juga berpesan agar para tamu dapat menjadi agen perdamaian. “Tak hanya menjaga perdamaian, tetapi juga menciptakan perdamaian di dunia”, pungkasnya.
Sembari menunggu waktu berbuka, Direktur Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Azyumardi Azra memberikan kuliah tujuh menit kepada para tamu. Ia banyak menjelaskan tentang makna puasa dan kehidupan puasa di tanah air.
“Esensi puasa adalah menahan diri dari berbagai godaan duniawi,” ujar Azyumardi. Menurutnya, puasa di bulan Ramadan juga menjadi tradisi sosial budaya bagi masyarakat Indonesia.
Buka puasa dan mudik pun termasuk dalam bagian tradisi tersebut. Tak heran, masyarakat Indonesia menyambutnya dengan meriah dan suka cita.
Berbagai mitra kerja Kemlu berpartisipasi di kegiatan ini, seperti Duta Besar negara-negara ASEAN, anggota Organisasi Konferensi Islam, dan negara mitra dialog lintas agama dengan Indonesia.
Turut hadir pula Ketua Komisi I DPR RI, para tokoh agama, masyarakat madani, akademisi, media, think-tank, para mantan Duta Besar, serta pejabat Eselon I dan Eselon 2 Kemlu. (Dit. Infomed/Nik)