Kota di Maroko

9/1/2012

 

Kota di Maroko

 

1. Rabat

 

Rabat ibu kota Kerajaan Maroko, terletak di pinggir pantai Samudera Atlantik dan dialiri sungai Bouregreg yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Kota Rabat didirikan oleh Raja Abdel Moumin pada tahun 1152, selanjutnya diperluas dan mengalami masa keemasannya di zaman Raja Yaqoub al-Mansour (keduanya dari Dinasti Mouahidien). Pada tahun 1610, kota Rabat menjadi salah satu kota penampungan bagi Arab-Moslem yang meninggalkan Andalus di Spanyol. Kota ini banyak menyimpan berbagai macam bangunan bersejarah dan selalu dikunjungi para wisatawan.

 

Kasbah des Oudayas

Kasbah adalah benteng yang dibangun oleh Raja Moulay Ismail dari Dinasti Alaoui (1672-1694), didirikan di tempat strategis menghadap ke laut Atlantik, guna mengawasi ancaman serangan laut dari Spanyol. Kasbah berfungsi sebagai museum menyimpan barang bersejarah yang sangat bernilai. Ditemui pula taman kuno yang masih terawat baik hingga sekarang. Para wisatawan bisa melepaskan lelah sambil memandang ke laut lepas di kafe Kasbah. Tidak jauh dari Kasbah, terdapat pasar kuno Oudayas yang menjual barang souvenir dan artisanat khas Maroko.

 

Tour Hassan

Tidak jauh dari Kasbah des Oudayas terdapat peninggalan sejarah Tour Hassan. Bangunan tersebut dahulunya adalah mesjid yang dibangun oleh Raja Yaqoub al-Mansour pada abad 12. Mesjid tersebut mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun 1755. Dari lokasi Tour Hassan di dataran tinggi, dapat terlihat pemandangan indah dan hamparan sungai Bouregreg dan samudera Atlantik. Di tempat yang sama dimakamkan Raja Mohammed V dan Raja Hassan II.

 

Bab Chellah

Tempat wisata dan bersejarah lainnya yang bisa dikunjungi di Kota Rabat, antara lain, Bab Chellah (Pintu/Benteng Chellah). Sebuah kota tua yang didirikan oleh Carthage dan ditaklukkan oleh Roma yang kemudian diteruskan di bawah pemerintahan Arab. Saat ini, Benteng Chellah hanya menjadi peninggalan sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan dan ditempati oleh jumlah luar biasa burung Pelikan. Gelembung burung Pelikan ini berkembang biak terutama di musim semi. selain pohon yang merindangi Benteng Chellah, burung-burung pelikan tersebut juga menjadikan menara tua sebagai sarangnya.

 

Corniche Rabat

Pilihan tempat wisata yang juga menarik dikunjungi di kota Rabat adalah Corniche Rabat. Seperti halnya kebanyakan kota-kota di pinggiran pantai, Rabat juga menghiasi dirinya dengan Corniche (kota pantai) yang menghubungkannya dengan kota Sale. Kerjasama yang dilakukan Kerajaan Maroko dengan beberapa negara teluk, di antaranya Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun Kornich Rabat, menjadikan sepanjang pantai Rabat begitu indah dengan perangkat fasilitas kota modern.

 

Jalan Soekarno

Bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Maroko, tentu tidak akan melewatkan berpose di depan Rue Soekarno/Zankat Soekarno (Jalan Soekarno). Tepat di depan Bank Al Maghreb dan sebelah kiri Post Maghreb, nama presiden pertama Indonesia, ir. Soekarno tertulis sebagai nama jalan. Kerajaan Maroko sangat berhutang budi kepada Soekarno dan bangsa Indonesia karena semangat kemerdekaan yang ditunjukkan Indonesia untuk keluar dari penjajahan tahun 1945, berikut Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 dan kunjungan Presiden Soekarno pada 2 Mei 1960 yang terhitung sebagai kunjungan kepresidenan pertama untuk Kerajaan Maroko setelah kemerdekaannya pada tahun 1956. Selain nama Jalan Soekarno, di Rabat juga terdapat Jalan Indonesia dan Jalan Bandung.

 

2. Casablanca

Didirikan oleh para saudagar Spanyol 1575 di lokasi bekas sebuah desa abad 12 yang disebut Anfa, tempat singgah bagi para perompak yang menyerang kapal-kapal yang datang dari pantai utara Maroko. Tak satupun yang tersisa dari kota perompak itu karena dihancurkan bangsa Portugal (1468). Setelah mereka kembali 1515, Casa Branca atau Casablanca dimanfaatkan sebagai pelabuhan kota dagang penting.

Setelah gempa bumi menghancurkannya (1755),  Sultan Alawi membangunnya lagi. Dengan cepat para pemukim Perancis pindah ke dalam kota dan menjadi mayoritas penduduknya (sekitar 1907). Mereka membangun kembali pelabuhannya sebagai pelabuhan utama Maroko, mendorong cepatnya kemajuan perdagangan yang menggelembungkan jumlah penduduknya hingga 3,5 juta pada tahun 1990, dibandingkan dengan 10.000 jiwa pada tahun 1890.

Sebagian titik pusat kota Casablanca, masih tersisa jalan-jalan yang sempit dan rumah-rumah bata yang terkesan dingin terletak di bagian dalam tembok kota aslinya. Di luarnya ada pemukiman warga Perancis, Casablanca yang luasnya mencakup 35 mil² (90 km²) dan ditunjang pelabuhannya yang sibuk merupakan ibu kota bisnis dan ekonomi Maroko, juga sebagai tempat bagi bank dan hotel mewah nasional maupun Internasional bermarkas yang menghasilkan lebih dari separuh transaksi perbankan dan produksi industri nasional berlangsung di kota Casablanca.

Beberapa tempat yang bisa dikunjungi dan dinikmati oleh para wisatawan di antaranya:

 

Masjid Hassan II (Dua)

Masjid Raja Hassan II, sebuah masjid yang relatif baru dan menjadi salah satu masjid kebanggaan warga Casablanca dan Maroko secara umum. Bagaimana tidak, masjid yang dibangun atas prakarsa Raja Hassan II dengan anggaran dana hasil sumbangsih dari sebagian besar komunitas muslim Maroko dan lokasinya yang di atas permukaan air laut, menjadikan Masjid Hassan II yang terbesar di Maroko dan terbesar ketiga di dunia. Masjid Hassan II menjadi masjid kedua di Maroko yang terbuka untuk pengunjung non-muslim dengan pengaturan jadual yang sudah ditetapkan. Keunikan, keindahan dan kekhasan fitur interior atap dan dengan menara khas Maroko yang tinggi, menjadikan Masjid Hassan II begitu megah dan banyak dikunjungi para wisatawan.

 

Kota Lama Casablanca

Old Medina Casalanca, terletak sebelah utara Kantor Nations Unies adalah sebuah kota kecil dengan benteng tradisional di bagian utara kota Casablanca. Jika anda berkunjung ke Casablanca, Old Medina Casalanca layak dikunjungi.

 

 

Casablanca Corniche

Casablanca Corniche, sebagai area pantai yang membentang dari ujung barat Masjid Hassan II menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Casablanca. Kawasan yang pada masa Raja Hassan II hanya diisi resor dan restourant, saat ini berkembang dan disulap menjadi line hotel pinggir laut dan Boulevard de la Corniche, tidak ketinggalan lengkap dengan klub malam yang siap menghidupkan suasana malam-malam kota Casablanca. Di sepanjang jalan kawasan Casablanca Corniche banyak tersedia café dan restourant makanan siap saji yang sebagiannya menyerupai kemegahan kota New Jersey Amerika Serikat. Sebuah gedung bioskop baru gaya Barat juga dapat ditemukan di Casablanca Corniche. Pilihan terbaik untuk menikmati suasana Casablanca Corniche dengan turun ke jalan dan beristirahat di salah satu kafe yang berjejer dengan pemandangan laut yang indah.

 

Mushalla Sidi Abderrahman

Mushalla Sidi Abderrahman dibangun di atas batu lepas pantai Casablanca, mushalla hanya dapat diakses dan dikunjungi pada saat air surut dan terlarang untuk non-muslims. Namun demikian, semua pengunjung dipersilahkan menikmati kawasan kecil sekitar mushalla untuk menangkap pemandangan dinding putih yang indah sebelum akhirnya meninggalkan Casablanca Corniche.

 

Mahkama du Pacha

Mahkama du Pacha adalah sebuah bangunan Hispanik-Moor yang terdiri lebih dari 60 kamar hiasan dengan langit-langit kayu berukir halus. Bangunan ini dihiasi dengan pagar besi tempa yang rumit serta lantai keramik yang indah. Meskipun untuk masuk ke bangunan ini dengan gratis, pengunjung tidak mudah bisa menemukan Mahkama du Pacha, oleh karenanya perlu guide untuk mencapai ke sana.

 

Casablanca Twin Towers

Casablanca Twin Towers selesai dibangun pada 1999. Saat ini, Casablanca Twin Center menjadi bangunan paling representatif dari Casablanca sebagai kota modern, giat dan penuh aktifitas. Dua menara setinggi 115 meter yang menjadi inti mega proyek Maroko ini, terinspirasi oleh model arsitektur tradisional Arab, baik volume dan komposisi fasadnya, 5 lantai pertama sebagai perkantoran, apartement dan toko-toko, selebihnya sebagai terraces, bar dan restoran yang menempati lantai atas. Casablanca Twin Towers ini dilengkapi tiga basement untuk parkir.

 

3. Marrakech

Marrakech, kota yang berwarna merah, merupakan salah satu kota bersejarah yang berjarak 400 km dari ibu kota Rabat atau kurang 4 jam perjalanan darat. Setelah pertemuan dengan bangsa Arab, Islam tersebar ke seluruh penjuru Maroko, dan Marrakech kemudian menjadi salah satu pusat agama Islam. Hingga saat ini masih ditemukan keindahan dan kemegahan yang membawa kepada masa kebesaran Islam di masa lampau.

Kekayaan budaya dan tempat wisata Marrakech menjadikan pusat turis terbesar di Maroko. Kota yang terletak tengah pegunungan Atlas (Moyen Atlas) ini, menyerap sinar matahari sepanjang tahun yang mengundang jutaan turis Eropa datang untuk menikmati suhu antara 40-45 C di musim panas. Keindahan kota Marrakech membuatnya menjadi pilihan utama tempat penyelenggaraan berbagai pertemuan internasional di Maroko.

Beberapa tempat yang layak dikunjungi ketika pengunjung sampai di Marrakech, kota yang menawarkan tempat-tempat bersejarah dan beberapa arsitektur serta beberapa museum yang menarik ini di antaranya:

 

Djemaa El-FNA

Djemaa El-FNA adalah area di mana aktifitas seni dan budaya diapresiasikan setiap malam di jantung kota Marrakech oleh sejumlah musisi dan penari tradisional Maroko, pendongeng dan hiruk-pikuk drum beats yang bersemangat dengan koor yang variatif. Atraksi pawang binatang dan kejaran para perempuan yang menawarkan henna (pacar) Maroko hampir pasti akan datang mendekati siapa saja, terutama orang asing yang berkunjung ke Djemaa El-FNA. Di Djemaa El-FNA tidak ada malam tanpa keriuhan, kegembiraan, dan hiburan yang ditunjukkan oleh hampir semua orang yang ada di sana.

 

Souk Tradisonal Marrakech

Masih dalam satu kawasan tempat Djemaa El-FNA, meskipun tidak jauh berbeda dengan kebanyakan pasar tradisional di kota-kota Maroko yang lain, ada baiknya untuk tidak melewatkan kunjungan ke Pasar Tradisonal Marrakech, di sana pengunjung bisa membeli hampir semua hal, dari rempah-rempah, sandal dan sepatu kulit Maroko, kain dan jellaba (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan penutup kepala) dan lain-lain. Sebagai catatannya, sebagai wisatawan manca negara, berarti harus siap membayar dengan harga lebih tinggi dari pada harga aslinya meskipun tetap ada kesempatan untuk menawar.

 

Masjid Koutoubia

Tepat di samping kanan Djemaa El-FNA terdapat Masjid Koutoubia. Penamaan Koutoubia berawal dari saat sebelumnya dibangunnya masjid tersebut, bahwa lokasi yang saat ini menjadi lokasi masjid adalah tempat para penjual buku (kuotoub) yang menawarkan buku baru maupun bekas. Maka setelah berdiri dengan megah lengkap dengan taman dan ruang parkir yang luas, masjid kebanggan warga marrakech ini diberi nama Masjid Koutubia. Di malam hari, menara Masjid Koutoubia menjadi pemandangan yang sangat menarik karena warna-warni nyala lampunya, hingga orang sekitar menyebutnya sebagai Menara Eiffelnya Marrakech.

 

Saadian Tombs

Saadian Tombs atau Kuburan Penguasa Saadian dibangun pada awal abad ke-20. Pintu masuk langsung ke kuburan sengaja diblokir. Namun demikian, pengunjung bisa menikmati kawasan selain kuburan. Di dalamnya akan ditemukan kelebihan dari Zelij (ubin keramik Maroko) dengan hiasannya yang indah dan mempesona. Tidak butuh banyak waktu untuk dapat menjelajahi Saadian Tombs ini, tapi sudah pasti layak untuk dikunjungi.

 

Majorelle Gardens

Majorelle Gardens, sebuah taman yang selain menawarkan koleksi tanaman dari seluruh dunia, termasuk aneka macam tanaman kaktus juga menyediakan peristirahatan yang sangat baik dan damai serta jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk suasana kota. Dengan 40 Dirham, Majorelle Gardens bisa menjadi tempat awal menghindari keramaian kota Marrakech. Di dalamnya juga  terdapat Museum Seni Islam yang tentunya dengan tambahan dirham yang lain.


Dar Si Saïd Museum

Terletak di jalan Riad Zitoune Jdid, perjalanan 10 menit dari Djemaa El-FNA, Dar Si Saïd Museum mengaktualisasikan ukiran dan hiasan khas sebuah istana tua, seperti ukiran kayu, alat musik, dan senjata. Museum ini sebagai dedikasi Pemerintah Maroko terhadap industri kerajinan kayu dan koleksi kerajian masyarakat di bidang karpet, pakaian, tembikar dan keramik dari penduduk kawasan selatan Maroko, seperti penduduk daerah Tensift, Atlas, Souss dan Marrakech sendiri.



Madrasah Ben Youssef

Madrasah Ben Youssef adalah salah satu madrasah/pesantren terbesar di Afrika Utara. Sekolah dalam satu kawasan dengan Masjid Ben Youssef yang menjadi rumah seni dan arsitektur yang indah.

 

Istana Bahia

Istana Bahia adalah istana yang cantik dan menawan, di pintu masuk istana ini, dengan sangat mudah ditemuai para guide yang bersedia mengantarkan dan menjelaskan tentang sejarah dan keindahan istana yang dibangun awal abad ke 19 ini. Untuk sebagian pengunjung, kucing-kucing liar yang kerap ditemui di sudut-sudut istana menjadi daya tarik lain keunikan istana yang dilengkapi dengan taman pohon pisang ini.  Hanya dengan 10 Dirham, anda dapat menikmati keunikan dan susana alami istana Bahia.

 

Istana Badi

Istana Badi dibangun antara 1578 dan 1594 untuk melayani tamu-tamu Raja Sa'did Ahmad al-Mansur yang berkuasa dari 1578-1603 M. Nama istana berasal dari "al-Badi", salah satu nama dari Asmaul Husna yang berarti “yang tak tertandingi." Pada saatnya, Istana Badi diakui secara luas sebagai sebuah prestasi arsitektur yang spektakuler dan termegah di Maroko. Arsitektur Maroko pada masa pemerintahan Raja Sa'did Ahmad al-Mansur sangat dipengaruhi oleh tradisi dekoratif Andalusia, Spanyol sekarang dan Istana Badi sebagai perpaduan artistik budaya Islam di Spanyol dan Afrika Utara.

 

 

Taman Temara

Tidak jauh dari Istana Badi, terdapat Taman Menara yang terletak di sebelah barat kota Marrakech dan menjadi pintu gerbang menuju pegunungan Atlas. Dibangun pada abad ke 12 M oleh Raja Al Mohand Abdel Moumin yang selanjutnya disempurnakan pada masa Dinasti Saadian pada abad ke 16. Kolam besar yang luas dikelilingi oleh pohon zaitun dan beberapa jumlah tanaman yang lain semakin menambah pesona Temara gardens Marrakech tersebut.

 

 

4. Meknes

Meknes adalah sebuah kota di Maroko yang terletak di bagian utara propinsi Meknès – Tafilalet dan berdekatan dengan sungai Oued Boufekrane. Meknes berada di antara dua kota Maroko, Rabat dan Fes, sekitar 140 km ke arah timur Rabat dan 60 km sebelum Fes. Meknes pernah menjadi ibu kota Maroko pada 1672-1727 sebelum akhirnya dipindah ke Marrakech. Kota ini pernah diduduki oleh Kekaisaran Romawi pada 117 sebelum masehi.

Pada abad ke 11, dibawah kekuasaan Dinasti Murabitoun, Meknes menjadi kota berkembang dan maju terutama dalam kemiliteran, sekaligus Meknes dijadikan sebagai kota pusat militer Maroko. Pada abad-abad berikutnya, kota ini semakin mengalami kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama pada pemerintahan Sultan Moulay Ismail. Arsitektur lokal yang dikombinasikan dengan unsur-unsur arsitektur Eropa, membuat Meknes semakin cantik dan penting.

Beberapa tempat wisata dan bersejarah yang bisa dinikmati di Meknes antara lain:

 

Bab Mansour

Bab Mansour: Bab berarti "gerbang" atau "pintu" dalam bahasa Arab, dan Bab Mansour adalah yang terbesar dan paling mencolok dari sekian banyak gerbang di Meknes. Gerbang besar El-Mansour ini membutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikannya. Gerbang yang selesai dibangun pada 1732 ini disebutkan  menggunakan mosaik dan kolom marmer dari reruntuhan kota Romawi Volubilis.

Hedim Place

Tepat di seberang Bab El mansour terdapat sebuah area persegi yang menjadi tempat beraktifitas beberapa seniman lokal, penjual minuman segar dan beberapa kafe. Meskipun tidak semenarik dan sepenting Djemaa FNA di Marrakech, Hedim Place juga menjadi kekhasan tersendiri bagi kota Meknes.

 

Heri es-Souani

Dibangun pada masa pemerintahan Raja Moulay Ismail, kolam Heri es-Souani sedianya dibangun sebagai tempat minum kuda-kuda kerajaan yang saat itu berjumlah 12.000 ekor. Dikelilingi benteng tebal dan bekas makhzan (gudang) khas kerajaan Maroko, kolam yang saat ini menjadi tempat bersantai penduduk sekitar, tetap terjaga keasrian dan sisa-sisa peninggalan Pemerintahan Raja Moulay Ismail.

 

Meknes Royal Golf Course

Sebuah tempat yang sangat luar biasa. Taman yang indah dengan fasilitas modern dan dikelilingi oleh dinding istana kerajaan Maroko di Meknes. Sejak tahun 2007, Meknes Royal Golf Course ini dibuka untuk umum setelah sebelumnya hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja. Dilengkapi dengan sebuah kafe publik yang menghadap langsung ke hamparan hijau

 

Habs Qara

Tepat di sebelah utara Heri es-Souani, terdapat sebuah penjara besar bawah tanah yang juga dibangun pada masa Pemerintahan Raja Moulay Ismail. Dari sudut mata memandang, tidak terlihat adanya lokasi penjara, hanya tiang-tiang pendek terbuat dari semen saja yang terlihat dari luar. Namun, beda halnya jika masuk melihat bagian dalam penjara, gelap dan luas. Disinyalir, penjara ini dikhususkan untuk para lawan politik Raja Moulay Ismail dan tawanan kristiani.

 

Dareh Moulay Ismail

Masih dalam lokasi yang berdekatan, terdapat Dareh (kuburan) Raja Moulay Ismail berikut beberapa keluarganya. Dibangun dengan arsitektur khas negara-negara Maghreby mempresentasikan kebesaran doreh dan penghuninya. Berbeda dengan pengunjung muslim, pengunjung non-muslim hanya diperbolehkan melihat dari jarak 5 meter dari kuburan Raja Moulay Ismail dan tidak diizinkan mendekatinya.

 

Masjid Adam dan Masjid Madina Meknes

Seperti halnya kebanyakan kota di Maroko, Meknes juga memiliki masjid-masjid yang menjadi kebanggaan warganya. Dua masjid yang menjadi kebanggan warga Meknes adalah, Masjid A`dam yang terletak di tengah pasar lama Meknes dan Masjid Madina Meknes  yang dibangun sejak 1350 M. Di kedua masjid ini, setidaknya 3 kali dalam sehari digelar kajian ilmu-ilmu agama yang dibuka untuk umum sesuai jadwal yang ditentukan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Regional Meknes.

 

5. Sekitar Meknes

 

Volubilis

Volubilis atau Oualili dalam sebutan bahasa Arab-Maroko, terletak 18 km ke arah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di atas pemukiman Carthaginian, kira-kira pada abad ke-3 pada masa penaklukan Kekaisaran Romawi melalui Afrika Utara. Kota Volubilis berfungsi sebagai pos administrasi paling barat Romawi di Afrika utara. Setelah ditinggalkan oleh Roma, kota ini terkena gempa bumi pada akhir abad ke-4 dan pada 1700-an. Barulah pada awal 1900-an, Prancis menemukan kembali sisa-sisa Volubilis.  Disarankan untuk pengunjung bekas kota kuno Romawi ini agar membawa penutup kepala dan air, karena selain tidak ada tempat untuk berlindung juga udara di kawasan reruntuhan ini cukup panas, terutama sekali di musim panas.

Bersebelahan dengan Volubilis, terdapat sebuah museum besar pusat arkeologi -masih dalam proses pembangunan- yang direncanakan mulai tahun 2011 akan dibuka untuk umum.

 

Zerhoun Moulay Idriss

Sebelum memasuki Volubilis, 14 km dari Meknes terdapat kota kecil namun padat penduduk di sekitar bukit bernama Zerhoun Moulay Idriss. Kota ini didirikan oleh Moulay Idris II sebagai kota suci umat Islam pada masanya. Kesucian dan kemulian Zerhoun Moulay Idriss masih terasa sampai saat ini dengan digelarnya moussem (pesta) suci tahunan sebagai penghargaan untuk para pendiri Zerhoun Moulay Idriss.

 

6. Fes

 

Kota Fes sebagai ibu kota budaya Maroko, mempunyai arti penting dalam merekam perjalanan panjang sejarah budaya dan keilmuan Maroko. Kota ini dibangun oleh Raja Idris II tahun 808 M. Fes pernah menjadi tempat penampungan kaum Muslimin yang terusir dari Spanyol antara tahun 811-812 M dan juga menerima kedatangan penduduk Kairouan, Tunis, tahun 824 M. Kebudayaan para pendatang tersebut banyak mempengaruhi penduduk setempat. Pada tahun 859, berdiri Mesjid dan Universitas Kurowiyine sebagai yang tertua di dunia.

 

Medina atau bagian kota abad pertengahan di Fez ini mencakup lebih dari 13.000 bangunan bersejarah dan monumen yang meliputi istana, tempat tinggal, masjid, air mancur, madrasah dan hotel-hotel kuno berasal dari abad ke-13 dan 14 M. Beberapa tempat bersejarah dan wisata yang dapat dinikmati di kota fes :

 

Masjid dan Universitas Kurowiyine

Universitas Al-Karaouine berdiri pada tahun 859 H oleh Fatima, putri muda seorang saudagar imigran yang sukses asal Qayrawani-Tunis. Fatima dan adiknya Mariam dididik dan dibesarkan dalam lingkungan keagamaan yang kental dan mewarisi sebagian besar kekayaan ayahnya, ia bersumpah untuk menghabiskan seluruh warisannya untuk Masjid dan Universitas Al-Karaouine. Kisah yang sungguh luar biasa tentang peran dan kontribusi wanita dalam peradaban Islam.

Dari Al-Karaouine ini, lahir sarjana-sarjana kaliber dunia yang di antaranya, Ibnu Rusyd (1321 M), dan Ibn Khaldun (1395 M) serta beberapa tokoh nasional maupun internasional Maroko saat ini. Sebagai pusat intelektual dan peradaban utama di kawasan Mediterania sejak abad pertengahan Masehi, Universitas Al-Karaouine tetap menjadi kekuatan tradisi keilmuan keislaman terutama dalam hukum Islam.

Makam Ibnu Arabi

Ibn al-'Arabi yang bernama lengkap Abu Bakar bin al-'Arabi Muhammad bin Abdullah bin Muhammad Al-Hafiz al-Maliki Al Mu`afiri, lahir di Sevilla-Spanyol tahun 468 H. Selain dikenal sebagai ahli tafsir, belia juga dikenal sebagai ahli hukum Islam dan Hadis, sejarah dan sastra. Salah satu kitabnya yang paling fenomenal, Ahkamu Al Qur`an. Beliau meninggal di Fez pada musim semi tahun 543 H. Saat ini, kuburannya yang asri dijaga oleh seorang wanita tua yang masih keturunan Ibn al-'Arabi.

 

Penyamakan Kulit

Diproses secara tradisional, hasil kerajinan kulit khas kota Fes terkenal sampai ke manca negara dan di antara yang terbaik di dunia, jaket, sandal, tas bahkan souvenir-souvenir kulit manjadi incaran para pengunjung saat menikmati suasana old medina Fes. Dari atas balkon, pengunjung dapat menikmati proses penyamakan, dari pemisahan bulu dari kulit, proses pencelupan dan pewarnaan hingga pengeringan.

 

Bou Inania Madersa

Madrasah Bou Inania, sebuah sekolah tinggi agama yang sangat menakjubkan dibangun pada abad ke 14 M. Bangunannya menjadi model terbaik arsitektur Islam yang dirancang oleh seorang non-Muslim, dinding kayu berukir dengan pola geometris yang cukup rumit dan kaligrafi Arab serta sebuah menara yang indah semakin mempesona Bou Inania Madersa.

 

Jalan Hassan II

Selain beberapa tempat bersejarah dengan nilai budaya dan seni tinggi, Fes juga dihiasi dengan perangkat kota modern. Salah satu yang paling menonjol adalah Jalan Hassan II (Tsani) yang dirindangi oleh pohon palm. Kafe di sepanjang jalan, tugu bola dunia dan patung singa, air mancur dan lampu hias di sekitar Jalan Hassan II (tsani), semakin menambah keindahan jalan yang banyak dikunjungi warga setempat untuk istirahat dan bersantai ria ini.

 

7. Tetouan

 

Tetouan adalah kota yang didirikan oleh bangsa Berber pada abad ke 3 sebelum Masehi. Imperium Romawi menghancurkan kota tersebut dan mendirikan kota baru pada abad 1 M. Pada masa Dinasti Marini, Raja Abu Tsabit, membangun kembali kota tersebut sebagai markas militer. Selanjutnya, Tetouan menjadi ibu kota protektorat Spanyol pada tahun 1913-1956. Hingga saat ini bahasa Spanyol menjadi bahasa komunikasi penting bagi penduduk Tetouan.

Saat ini, seperti kebanyakan kota-kota pinggir laut Maroko pada umumnya, Tetouan mempercantik diri dengan eksplorasi pantainya. Tidak ketinggalan, pasar tradisional dan benteng-benteng kokoh yang hampir selalu ada di tiap-tiap kota di Maroko. Selain sejarah dan apa yang tersebut di atas serta Pasar Fenedaknya, tidak ada hal menarik lain dari Tetouan selain posisinya yang berdekatan dengan dua kota Spanyol Chueta dan Melila. Dua kota ini, ada di teritorial Maroko namun di bawah permerintahan Spanyol.

 

 

 

8. Tangeir

Tangeir sebuah kota yang terletak di ujung barat utara Afrika dan menyimpan sejarah sejak 5 abad sebelum Masehi. Kota Tangeir dibangun oleh koloni Kartago pada abad ke-5 sebelum Masehi dan mendapatkan kemajuaannya setelah masuknya pasukan Islam ke kota tersebut. Dari Tangeir-lah asal mula penyebaran Islam sampai ke Eropa pada abad pertama Hijriyah dengan Tarik Bin Ziyad sebagai panglima perangnya saat itu.

Saat ini, Tangeir menjadi kota yang sedang mengalami perkembangan yang sangat cepat dan modernisasi. Proyek-proyek, termasuk di antaranya hotel-hotel berkelas bintang 5 berjejer di sepanjang teluk kota Tangeir. Semua proyek yang serba baru ini, di antaranya kawasan bisnis modern yang disebut Tangier City Center, Ibn Bathuta Air Port, stadion sepak bola dan yang paling fenomenal Pelabuhan Internasional Tangeir-Mediterrania sebagai lini utama sektor ekonomi yang paling menjanjikan dari kota Tangier. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi di Tangeir antara lain:

Ibn Bathuta Tombs

Abu Abdellah Mouhammed Ibn Battouta seorang sarjana Islam keturunan suku Berber lahir di Tangeir tanggal 25 Februari 1304 dikenal sebagai pengembara yang telah mengelilingi hampir seluruh dunia. Selama 30 tahun perjalanannya, ia telah mengunjungi Afrika Utara dan Barat, Eropa Selatan dan Timur, Timur Tengah, India, Asia Tengah, Cina hingga Indonesia di Asia Tenggara. Kisah pengembaraannya ia tuangkan dalam buku yang diberi judul dengan, Rihla Ibn Battouta (Perjalanan Ibn Battouta). Dunia mengenalnya sebagai pengembara dunia ulung bahkan melebihi pendahulunya, Marcopolo.

Port Tangeir-Med

Pelabuhan Tangier-Mediterrania menjadi pelabuhan terbesar di Afrika dan menjadi proyek strategis dan prioritas pemerintah Maroko dalam pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah Maroko Utara. Port Tangeir-Med menjadi bagian kebijakan ekonomi Maroko yang berorientasi terhadap ekspor berdasarkan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa yang akan segera direalisasikan 2012. Sampai saat ini, pengembangan Port Tangeir-Med terus berlanjut dan direncanakan selesai hingga pada tahun 2015.

 

Goa Hercules (The caves of Hercules)

Terletak tepat di bagian barat 14 km dari pusat kota Tangeir terdapat Goa Hercules. Sebuah goa dengan keindahan alam yang menakjubkan dan menyimpan arkeologi besar. Goa inilah yang menjadi tempat peristirahatan tokoh mistis Hercules selama 22 tahun setelah menyelesaikan 12 peperangan yang dipimpinnya. Mulut goa bagian dalam membuka ke arah Samudra Atlantik. Saat pasang, sebagian goa tergenang air dan ombaknya menyembur ke atas melalui lubang-lubang besar dari tanah dan lereng bukit, sangat mengesankan.

 

Gran Teatro Cervantes

Gran Teatro Cervantes adalah sebuah gedung teater yang didedikasikan untuk seorang novelis Spanyol, Miguel Cervantes. Berlokasi di jalan Salah Eddine Ayoubi, gedung teater yang dibangun pada tahun 1913 ini tidak terawat dengan baik meskipun telah beberapa kali direnovasi. Saat ini, gedung teater ini sudah tidak beraktifitas lagi meskipun pada masanya menjadi gedung teater paling bergengsi di Afrika Utara dan banyak mengundang insan seni kelas dunia.

 

The Tangier American Legation Museum (TALM)

Sebuah pusat kebudayaan yang berkembang berupa museum, ruang konferensi dan perpustakaan di jantung kota lama Tangier. Berlokasi di Jalan Amerika 8, The Tangier American Legation Museum sebagai apresiasi Amerika Serikat untuk para warganya yang tinggal di Tangeir, terutama penulis dan komposer Paul Bowles Wing yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di Tangeir.

 

8. Essouira

 

Essaouira adalah salah satu kota wisata yang paling penting di Maroko dengan sejumlah hotel dan resor tepi pantai yang siap melayani wisatawan yang datang untuk bersantai di pantai atau melakukan kegiatan kitesurfing dan windsurfing. Di masa lalu, Essaouira adalah lokasi yang sering dikunjungi wisatawan dan pedagang karena kedekatannya dengan Atlantik dan rute perdagangan ke Eropa. Essaouira diakui sebagai contoh sempurna kota benteng dari abad ke-18.


Di bagian kota lama Essaouira, Anda akan menemukan seni dan kerajinan Maroko, tetapi spesialisasi Essaouira terletak pada souvenir kayu yang dipahat. Di antara yang menarik dari kota kecil nan unik ini, selain aktifitas para nelayannya dengan perahu-perahu kecil berwarna biru, gerombolan burung pelikan yang memadati benteng dan berebutan mendapat lemparan ikan dari para nelayan menjadi pemandangan yang mengasyikkan.

9. Ouarzazate

Sebuah kota kecil dengan penduduk tidak lebih dari 100.000 orang menjadikan kota sebelah timur selatan Marrakech ini sebagai kota yang tenang. Sesuai arti namanya, Ourzazat dalam bahasa Berber berarti "tanpa suara" atau "tanpa kebingungan". Namun demikian, Ourzazat bisa dianggap sebagai kota besar di Sahara Maroko.

Selain suasana kotanya yang menarik, jika wasatawan mengambil jalur dari arah Marrakech, beberapa kilometer sebelum masuk kota akan dikenalkan dengan studio besar kebanggaan Ourzazat dan tentunya Maroko. CLA Studio Ouarzazate, tempat beberapa film hollywood diproduksi yang di antaranya, Gladiator, The Black Hawk Down, Kingdom of Heaven, Tea in The Sahara, Troy, Sahara, Alexander The Great, Hidalgo, dan Mummy I dan II.

Jangan lewatkan, jika anda berwisata ke Ourzazat untuk mengunjungi sebuah “istana lumpur”, Ait Ben haddu. Kerumunan rumah model khas tradisional Maroko selatan yang terbuat dari lumpur dan dipagari dinding yang terbuat dari bahan yang sama. Tahun 1987, keunikan “istana lumpur” Ourzazat ini mengundang UNESCO untuk menjadikannya sebagai situs warisan dunia.

10. Oujda

Oujda kota yang terletak di sebelah timur ibu kota Maroko, posisi geografisnya yang istimewa membuatnya menjadi pusat pariwisata Maroko dan negara-negara Afrika Utara.

11. Kota-kota Selatan Maroko

Agadir: Agadir dalam bahasa Berber berarti “dinding” yang direduksi dari bahsa Fenisia. Sebagai kota pantai, saat ini Agadir menjadi kota pesisir Maroko paling spektakuler setelah dibangun kembali akibat gempa bumi yang melanda pada tahun 1960. Berdekatan dengan pegunungan Atlas dengan suasana panorama pantai yang indah dan cuaca yang bersahabat menjadikan Agadir sebagai model modern kota pantai Samudra Atlantik yang banyak menyerap dan meningkatkan wisatawan di hampir setiap tahunnya.

Laayoune: Kota berpenduduk sekitar 200 ribu jiwa ini berada di bagian utara gurun Sahara. Di musim semi akan ditemukan langitnya yang biru dan masyarakatnya yang hangat. Laayoune sendiri dalam bahasa Arab berarti “mata” atau “mata air”. Saat ini, kota yang berada di sepanjang Samudra Atlantik ini, dikelola oleh Maroko sejak 1975 setelah ditinggalkan oleh pendudukan Spanyol. Konflik kepentingan antara Maroko dengan Pihak Polisario sedikit banyak mempengaruhi perkembangan kota tempat sebagain besar komunitas Saharawi Maroko ini.

Dakhla: Terletak di semenanjung yang berada di pantai barat Afrika, membuat kota ini eksotik dan cocok dikembangkan menjadi pelabuhan yang menghubungkan Afrika dan Amerika.

Boujdour: Pengaturan kota yang sederhana, pelabuhan nelayan, sebuah mercusuar yang sedikit menjorok ke laut dan pantai di selatan kota, adalah sepenggal gambaran kota yang terletak di Sahara bagian barat ini.