Tari Saman Pikat Festival Kota Nador, Maroko

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
Sorot lampu terpusat ke tengah panggung, dimana sebanyak sepuluh orang penari Saman Indonesia dengan pakaian khas mendekapkan tangan tanda penghormatan. Kemudian dengan serempak melakukan gerakan tepuk tangan, tepuk dada dengan tangan  kanan dan kiri, dengan berganti-gantian sambil mendendangkan lagu berbahasa Aceh dan Arab. Kombinasi gerakan tangan yang kompak dan rumit ini memikat masyarakat kota Nador Maroko yang memenuhi gedung Kebudayaan Kota Nador pada acara pembukaan Festival Musim Semi Anak Internasional ke-18 Kota Nador pada tanggal 11 April 2012. Tak henti-hentinya para penonton memberikan aplaus, termasuk Walikota Kota Nador yang menghadiri acara pembukaan festival tersebut.  

Suasana meriah tersebut berlangsung selama kurang lebih lima belas menit dihadapan sekitar 500 penonton yang hadir di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Nador, Maroko. ”Ini sangat indah, mereka menyuguhkan tari dengan kompak, penuh harmoni antara gerak dan nyanyian serta pakaian yang dikenakan sangat kultural,  satu pemandangan yang indah dan sempurna” ungkap salah seorang penonton kepada salah seorang staf KBRI Rabat. Selesai acara penampilan beberapa penonton dengan antusias meminta photo bersama dangan para penari Indonesia. 

 Kota Nador dengan populasi sekitar 500.000 jiwa terletak disebelah utara Maroko dan berjarak sekitar 550 km dari Kota Rabat, ibukota Maroko. Pemerintah kota Nador mengundang KBRI Rabat  untuk memperkenalkan Seni Budaya Indonesia kepada masyarakat kota Nador dalam salah satu rangkaian acara Festival Musim Semi Anak Internasional ke-18 Kota Nador yang berlangsung dari tanggal 11 April s/d 14 April 2012. Penampilan Indonesia sendiri untuk festival tersebut mendapatkan rekomendasi khusus dari Majalah Diplomatika Maroko.

 Dalam kaitan ini, sebagai upaya promosi terus-menerus Seni Budaya Indonesia di berbagai Kota di Maroko, Dubes RI untuk Maroko Bapak Tosari Widjaja telah menyambut baik undangan Pemerintah Kota Nador tersebut. Dubes RI sendiri menyampaikan, dengan melatih para mahasiswa Indonesia di Maroko, Indonesia akan tampil pada pembukaan festival dengan menampilkan Tari Saman sebagai salah satu beragam kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Disamping itu, Tari Saman sendiri telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu peninggalan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Intangible Cultural Heritage.