Resepsi 50 tahun Hubungan Diplomatik RI-Maroko

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Sejumlah tamu undangan Maroko dan asing lainnya, terlihat berkerumun mengagumi foto-foto yang merekam peristiwa kunjungan kenegaraan Presiden RI yang pertama, Soekarno, ke Maroko tanggal 2-5 Mei 1960. Demikianlah sekelumit gambaran acara resepsi dalam rangka memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Maroko, yang diselenggarakan di Wisma Duta pada tanggal 21 Juni 2010. Foto-foto hitam putih berukuran besar tersebut menyita perhatian tamu undangan, khususnya saat Presiden RI , Soekarno berjabatan tangan dengan Raja Mohammed V (kakek Raja Mohammed VI yang memerintah sekarang) dan saat Presiden Soekarno berada di mobil terbuka, melambaikan tangan ke masyarakat Maroko yang mengelukannya sepanjang jalan. Event tersebut adalah rangkaian cikal bermulanya hubungan diplomatik RI-Maroko, dimulai dengan penyerahan surat kredensial Duta Besar RI pertama untuk Kerajaan Maroko, Nazir Pamontjak, kepada Raja Mohammed V, dua minggu sebelum kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko.

 

Hadir pada acara resepsi Peringatan 50 Hubungan Diplomatik RI-Maroko tersebut sejumlah pejabat Maroko, antara lain; Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Latifa Akharbach, Dirjen Protokol Kemlu, Abdelouahb Belouki, Ketua Mahkamah Konstitusi, Dr. Mohammed Achergui, tiga mantan Duta Besar Maroko untuk Indonesia dan Dubes-dubes asing lainnya  di Maroko. Pada sambutannya, Latifa Akharbach menyampaikan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dapat dijadihkan contoh sebagai negara yang mampu memadukan antara nilai Islam, Demokrasi dan modernisasi dengan baik. Disampaikan pula bahwa Maroko turut bangga dengan capaian yang diraih Indonesia, hingga mampu berdiri sejajar dengan anggota G 20 lainnya.

 

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas hubungan diplomatik RI-Maroko yang telah berjalan selama 50 tahun. Kerjasama antara kedua negara telah berjalan dengan baik di bidang budaya, investasi dan wisata, diharapkan dimasa yang akan datang terus ditingkatkan hingga level  kerjasama antar elemen masyarakat kedua negara (people-to-people).

 

Selanjutnya resepsi menyuguhkan penampilan kesenian budaya Indonesia - Maroko kepada tamu undangan. Indonesia menampilkan musik gamelan yang dimainkan langsung oleh Bapak Duta Besar RI, Ibu Mahsusoh Ujiati Tosari dan anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia di Maroko yang dipandu staf KBRI Rabat. Tari Merak yang dibawakan oleh anggota DWP ikut meramaikan suasana penamilan kesenian Indonesia. Acara semakin meriah saat ditampilkannya tarian tradisonl Marrakech (Duqqoh Marukusiah) mewakili penampilan kesenian Maroko. Sambil menonton pementasan kesenian tersebut, tamu undangan menikmati makanan khas Indonesia, seperti; bakso, nasi goreng, sate dan lain-lain. Acara tersebut mendapat liputan dari media lokal, antar lain dari Radio & Televison du Maroc (RTM) yang mewawancarai Duta Besar RI, Tosari Widjaja.