Pemutaran Film Denias di Meknes

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Film “Denias, Senandung di Atas Awan” diputar kembali di salah satu Universitas Negeri ternama di Maroko. Bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, KBRI Rabat kali ini memutar film Denias di Universitas Moulay Ismail, Meknes pada tanggal 5 Mei 2010. Kota Meknes yang terletak sekitar 120 km di sebelah utara ibukota Rabat, merupakan ibu kota pertanian Maroko dan salah satu kota tujuan wisata andalan. Meknes juga pernah menjadi ibukota Maroko pada masa Raja Moulay Isma'il
(1672–1727 M).

 

Film yang menggunakan subtitle berbahasa Perancis ini bertujuan agar para penonton lebih mudah mengerti alur cerita film, karena pada umumnya sedikit sekali kalangan civitas Maroko memahami bahasa Inggris. Pemutaran film dengan berlatar belakang pendidikan dan menampilkan keanekaragaman budaya Indonesia, khususnya daerah Papua mendapat respons yang sangat positif dari pihak universitas maupun para mahasiswa. Pihak universitas bahkan menawarkan kerja sama dengan KBRI untuk mengadakan pekan film Indonesia dengan menghadirkan sinematografi perfilman Maroko dan Indonesia untuk mengulas film-film tersebut.

 

Banyaknya jumlah penonton yang memenuhi ruang auditorium kampus mencapai hingga 300 orang membuat ruangan dengan daya tampung maksimal untuk 250 orang terlihat penuh sesak. Sebagian besar penonton adalah mahasiswa Maroko dan mahasiswa asing lainnya dari negara-negara Afrika dan Asia yang sedang kuliah di kampus tersebut. Hal ini menunjukan bahwa film bertema pendidikan dengan latar belakang budaya Indonesia mendapat perhatian khusus dan apresiasi yang tinggi dari khalayak Maroko. Cerita film yang didasari dari kisah nyata ini membuat banyak penonton terharu, namun juga terhibur dengan beberapa adegan lucu dan lugu yang ditampilkan di film tersebut. Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja didampingi oleh Wakil Dekan dan beberapa dosen fakultas adab dan humaniora juga ikut menyaksikan film tersebut.

 

Pemutaran film Indonesia merupakan program rutin yang dilaksanakan KBRI Rabat bekerja sama dengan PPI Maroko dalam rangka memperkenalkan seni budaya Indonesia. Untuk lebih memperkenalkan keanekaragaman makanan Indonesia, juga disediakan berbagai hidangan ringan seperti pastel, puding dan kue manis khas lainnya.

 

Sebagai informasi, Universitas Moulay Ismail merupakan salah satu universitas favorit Maroko dengan jumlah mahasiswa sebanyak 33 ribu orang. Selain pelajar lokal, terdapat mahasiswa dari beragam negara Afrika dan Asia, termasuk 14 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S1 dan S3.