PM Maroko: Indonesia dan Maroko Bersaudara

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kesan persaudaraan dan kekerabatan itulah yang pertama kali diungkapkan oleh Perdana Menteri Maroko Abdelilah Benkirane pada kunjungan courtesy call Duta Besar RI untuk Maroko Tosari Widjaja. 

 

"Hubungan bangsa Indonesia-Maroko sudah melewati batas-batas formalitas dan sudah layaknya seperti saudara sendiri, marhaban ahlan wa sahlan, selamat datang," ucap Benkirane yang baru sekitar 6 bulan memimpin kabinet Maroko saat menerima kunjungan Dubes RI Tosari Widjaja pada hari Jumat 8 Juni 2012 di kantornya yang berlokasi di samping Istana Raja Maroko di Rabat. Dalam pertemuan tersebut Abdelilah Benkirane juga didampingi oleh Menteri Negara Abdellah Baha.

 

Dubes Tosari di awal pembicaraannya menyampaikan salam hangat Presiden RI dan bangsa Indonesia sembari mengucapkan selamat kepada bangsa Maroko yang telah sukses melewati masa-masa krisis Arab Spring dengan damai dan juga atas terpilihnya Abdelilah Benkirane sebagai Perdana Menteri yang memimpin kabinet pemerintahan Maroko pasca reformasi konstitusi 2011. Dubes Tosari meyakini bahwa ke depan Maroko akan semakin maju di era demokrasi yang semakin terbuka. 

 

Dubes Tosari juga menyampaikan bahwa hubungan erat kedua bangsa ini sudah terjalin sejak zaman Ibnu Batutah menginjakkan kaki di Samudera Pasai sampai era perang kemerdekaan antara Presiden Soekarno dan Raja Mohamed V dan pelaksanaan KAA 1955 pertama kali di Bandung. "Indonesia pun sampai sekarang tetap merasa dekat dan selalu mendukung Maroko di berbagai fora Internasional termasuk persoalan penyelesaian Sahara Barat melalui jalur PBB dengan inisiatif opsi otonomi khusus. Indonesia siap berbagi pengalaman penanganan Aceh dalam penyelesaian krisis Sahara Barat di Maroko," tambah Dubes Tosari.

 

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas berbagai peluang kerjasama bilateral di berbagai bidang melalui peningkatan people to people contact.  Saat ini, sebagaimana Dubes RI menginformasikan, terdapat sekitar 110 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Maroko. Sementara Benkirane berharap ke depan para pemuda Maroko juga menaruh minat untuk dapat dikirim belajar ke Indonesia di berbagai jurusan pendidikan untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

 

Dubes RI juga menyampaikan bahwa beberapa pengusaha Maroko berminat mengunjungi Indonesia untuk mengeksplorasi berbagai produk buatan indonesia pada event Trade Expo Indonesia (TEI) 2012 bulan Oktober mendatang. Dan pada April 2012 lalu Indonesia telah ketiga kalinya ikut serta dalam Pameran Pertanian SIAM di Meknes. "Mudah-mudahan ini akan menjadi langkah baik untuk semakin meningkatkan akses informasi serta neraca ekonomi perdagangan kedua negara dalam waktu dekat," ungkap Dubes Tosari

 

Kedua pihak dalam pertemuan itu mengungkapkan kesamaan pandangannya bahwa faktor kedekatan kultur dan budaya serta ikatan sejarah yang kuat harus dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan kedua bangsa. Sebagaimana kedua pihak sepakat juga untuk dapat mendorong peningkatan kerjasama pendidikan dan kebudayaan dengan menambah jumlah pertukaran mahasiswa, dosen dan peneliti serta kerjasama antar universitas.

 

Guna meningkatkan hubungan ekonomi perdagangan kedua negara, disepakati bahwa kendala faktor geografis harus menjadi perhatian untuk dicarikan solusinya. Demikian juga halnya dengan perbaikan-perbaikan peraturan serta kerjasama yang telah ada yang diharapkan dapat disepakati saat pelaksanaan SKB II yang diperkirakan pada akhir tahun 2012 ini.

Saat kunjungan tersebut Dubes RI memberikan cinderamata khas Indonesia kepada PM Maroko berupa Keris yang menjadi salah satu kebanggan warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. "Akhlak bangsa Indonesia selalu menjadi contoh bagi bangsa lain. Mereka selalu saling berbagi hadiah seperti yang saya terima saat ini," puji Benkirane sembari tersenyum dan mengucapkan terima kasih.