Indonesian Day 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Masyarakat Maroko kembali terhibur dengan serangkaian acara kesenian serta promosi pariwisata dan perdagangan yang digelar KBRI Rabat dalam rangka memperingati HUT RI ke-65 yang diselenggarakan di Wisma Duta dalam kemasan “Indonesian Day” pada tanggal 26 September 2010. Begitu memasuki Wisma Duta, suara gamelan yang dimainkan secara live, terdengar memanjakan telinga para tamu undangan yang terdiri dari kalangan diplomatik, pejabat setempat dan masyarakat Maroko. Sejumlah wartawan dari media elektronik Maroko turut hadir dan meliput acara tersebut.

 

Sebagai pembuka, para hadirin menyaksikan Tarian Panyembrama dari Bali yang ditampilkan sebagai ucapan selamat datang. Selanjutnya, secara berturut-turut, para hadirin dihibur oleh penari-penari Indonesia dengan tarian Yapong (Betawi), Saman (Aceh), Cendrawasih (Bali), Topeng Kelana (Jabar) dan Piring (Sumbar) yang menghentak semangat penonton melalui gerakan penari yang sangat energik dan dinamis. Keberagaman budaya Indonesia yang tercermin pada tarian-tarian tersebut yang diiringi musik dan kostum daerah menarik perhatian penonton yang memadati taman Wisma Duta.

 

Pertunjukan tarian tersebut diselingi dengan penampilan Rebana dan diakhiri oleh Pencak Silat yang seluruhnya diperagakan para mahasiswa Indonesia di Maroko. Para pesilat terlihat mahir dalam memainkan jurus-jurus silat dengan menggunakan senjata tajam ataupun tangan kosong.

 

Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko, Bapak Tosari Widjaja dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesian Day bertujuan agar masyarakat asing khususnya Maroko dapat lebih mengenal keanekaragaman Indonesia melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya. Dubes juga mengharapkan agar penampilan kesenian tersebut dapat menggugah dan menimbulkan rasa ingin lebih mengenal Indonesia kepada khalayak asing dan mengundang mereka untuk datang ke Indonesia. Selain itu, pada kesempatan ini juga dibuka stand-stand promosi budaya dan pariwisata serta Trade Expo Indonesia ke-25, Indo Defense, Indo Marine dan Indo Aerospace yang seluruhnya akan diselenggarakan di Indonesia dalam waktu dekat.

 

Pada penutupan, tamu undangan dialuni kembali oleh musik gamelan secara live. Kegiatan mendapat sambutan hangat dari para undangan yang dengan antusias menanyakan dan memenuhi stand-stand serta berfoto ria dengan para penari dan pesilat. Para undagan juga menerima sejumlah brosur pariwisata dan profile singkat tentang Indonesia berbahasa Inggris dan Perancis pada akhir acara.