‘Batik’ dan ‘Kembar Mayang’ Meriahkan Forum Internasional Seni Visual

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Setelah sukses dan berhasil mementaskan drama Ramayana berbahasa arab pada Festival Teater Remaja Internasional ke-11 pada 24 April lalu di kota Taza, Maroko, yang mendapatkan sambutan meriah dan apresiasi yang tinggi, kali ini KBRI Rabat diundang kembali untuk ikut serta memeriahkan Forum Internasional Seni Visual Pertama yang diselenggarakan Asosiasi Teater Modern kota Taza tanggal 9 - 23 Mei 2010.

 

Dua penampilan Indonesia pada tanggal 16 Mei 2010 berupa fashion show Batik dan pelatihan pembuatan kembar mayang sangat menyita perhatian pengunjung karena memiliki daya tarik tersendiri. Selain khalayak Maroko, pemerhati budaya dan seniman yang turut serta dalam forum tersebut menyaksikan pementasan dengan antusias sampai selesai.

 

Fashion show Batik yang diselingi oleh beberapa peragaan baju tradisional Indonesia seperti tari saman Aceh, pakaian adat Betawi dan lainnya yang diperagakan model Maroko dan staf KBRI memberikan nuansa etnis Indonesia yang kental dan eksotis. Peragaan Batik oleh model Maroko yang terdiri dari para pelajar sekolah unggulan kota Taza membuat decak kagum para penonton yang berjumlah sekitar 150 orang, karena melihat warganya sendiri memperagakan busana batik Indonesia. Hal tersebut menjadikan Batik itu sendiri lebih familiar bagi warga Maroko, terbukti dengan banyaknya permintaan dari pengunjung yang ingin memiliki batik dan hasrat membelinya diakhir pertunjukan. Kegiatan fashion ini juga menghadirkan peragaan pakaian tradisional Maroko dan Guinea.

 

Begitu juga pelatihan pembuatan Kembar Mayang yang memiliki nilai luhur seni dekorasi tradisional Indonesia menjadi hiburan sekaligus proses pembelajaran dalam dekorasi etnis yang menarik bagi khalayak maroko dengan materi yang baru, seperti pohon pisang dan buah buahan. Para peserta pelatihan yang terdiri dari sekitar 40 siswa pilihan dari sekolah-sekolah dasar di kota Taza yang didampingi langsung oleh gurunya. Mereka sangat antusias belajar dan berinteraktif dengan mencoba menggunting dan merangkai kembar mayang yang dilatih oleh staf KBRI. Bahkan salah satu guru mereka ikut serta larut membantu membuat kembar mayang tersebut. Dikatakan bahwa pembuatan kembar mayang akan masuk dalam daftar kegiatan prakarya di sekolahnya agar untuk lebih mengenalkan budaya Indonesia kepada para siswanya.

 

Keikutsertaan KBRI dalam kegiatan seperti ini adalah dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia ke khalayak Maroko sebagai rangkaian acara peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Maroko.