Pengajaran Bahasa Indonesia Di Maroko Tahun 2014 Berakhir

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

??Pada tanggal 22 Desember 2014, dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-86 tahun 2014, telah diselenggarakan kegiatan Penutupan Pengajaran Bahasa Indonesia di Maroko tahun 2014, yang dihadiri oleh mahasiswa dan peserta kursus Bahasa Indonesia, seluruh staf KBRI Rabat, masyarakat Indonesia, dan undangan lainnya.

 
Sejak bulan Oktober 2014, KBRI Rabat telah memfasilitasi penugasan Dr. Sri Marmoah sebagai tenaga pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejak itu, telah dibuka Mata Kuliah Pilihan Bahasa Indonesia di Universitas Mohammed V Rabat tiga kali seminggu, kursus Bahasa Indonesia di KBRI Rabat dua kali seminggu, dan kursus Bahasa Indonesia di Sale sekali seminggu.
 
Dalam kegiatan Penutupan Pengajaran Bahasa Indonesia di Maroko tahun 2014, para mahasiswa dan peserta kursus telah unjuk kebolehan penguasaan bahasa dan budaya Indonesia dengan menampilkan pembacaan pidato, pembacaan puisi, paduan suara, penampilan tari Gambyong, dan eksebisi Pencak Silat.
 
Duta Besar RI Rabat, E.D. Syarief Syamsuri dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasihnya kepada Dr. Sri Marmoah serta pihak-pihak lain yang telah membantu mewujudkan terselenggaranya pengajaran Bahasa Indonesia di Maroko, seraya mengharapkan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia di Maroko dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
 
Bahasa Indonesia pertama kali diajarkan di Maroko pada tahun 2012 dengan mendatangkan 2 orang pengajar, dan terus berlangsung pada tahun 2013 (2 orang pengajar), dan tahun 2014 (1 orang pengajar). Pengajaran Bahasa Indonesia sangat diminati di Maroko, dan KBRI Rabat telah mendapatkan permintaan dibukanya kelas Bahasa Indonesia di kota lain, seperti Casablanca dan Fes.
 
Rabat, 23 Desember 2014