Jajaki Kerjasama Sister Province: Dubes RI Bertemu Wali Meknes-Tafilalet

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

??Dubes RI E.D. Syarief Syamsuri didampingi Fungsi Ekonomi KBRI Rabat melakukan pertemuan dengan Wali Wilayah Meknes Tafilalet sekaligus Gubernur Prefektur Meknes Mr. Mohamed Kadiri pada hari Senin (16/3/15) guna menjajaki potensi kerjasama Provinsi Kembar (Sister Province) Wilayah tersebut dengan Provinsi di Indonesia.

Wali menyampaikan keinginan kuat dan harapan agar dapat mewujudkan kerjasama Sister Province dengan salah satu provinsi di Indonesia, guna mendapatkan kemanfaatan ekonomi bagi kedua provinsi dan meningkatkan kerjasama bilateral kedua negara.
Dubes RI menilai bahwa Meknes memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kerjasama Sister Province dengan provinsi di Indonesia. Seyogyanya dengan landasan historis, sosial dan budaya yang sangat kuat antara kedua negara dapat memanfaatkan momentum untuk pengembangan kerjasama melalui program-program yang workable serta dapat dirasakan langsung efektifitas dan manfaatnya.
Meknes-Tafilalet merupakan salah satu dari 16 wilayah yang berada di Utara Maroko dan pernah menjadi Ibu kota Maroko pada masa pemerintahan Raja Moulay Ismail (1672-1727). Dengan luas 74.000 Km2 dan populasi penduduk 2.5 juta jiwa, wilayah ini terbagi menjadi 6 provinsi/Prefektur : Meknes, Hajib, Ifrane, Midelt, Khenifra dan Errachidia. Tiap provinsi/Prefektur memiliki keunggulan dan potensi ekonomi masing-masing di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, industri, wisata sejarah dan alam serta pendidikan.
Meknes juga dikenal sebagai Kota Zaitun/Olive dan kota pertanian. 80% produksi Zaitun/Olive Meknes diperuntukkan untuk ekspor yang mewakili 60% produksi Zaitun/Olive nasional Maroko. Atas supervisi langsung Raja Maroko Mohamed VI, setiap tahunnya diadakan pameran pertanian internasional terbesar SIAM Meknes dalam rangka mempromosikan visi pengembangan sektor pertanian Green Morocco Plan 2020.

Disamping pertemuan dengan Wali, dalam kesempatan tersebut dilakukan kunjungan kepada pemangku kepentingan lainnya yaitu Ketua I Dewan Regional Mr. Chebli, Ketua Kadin/CCIS Mr. Lhadj Mohamed Tahiri, Ketua Kamar Pertanian/Chamber of Agriculture Mr. Abdullah Al Ghouti, Rektor Univ. Moulay Ismail Meknes Dr. Hassan Sahbi dan Direktur Agropole Olivier Dr. Noureddine Ouazani.

Rabat, 17 Maret 2015