Maroko

KETERANGAN SINGKAT KERAJAAN MAROKO

DAN KERJA SAMA BILATERAL DENGAN INDONESIA

 
I.        PROFIL NEGARA
Negara
:
Kerajaan Maroko
Ibu kota
:
Rabat
Kepala Negara
:
Raja Mohammed VI (sejak 30 Juli 1999)
Kepala Pemerintah
:
H.E. Abdelillah Benkirane (diangkat secara resmi oleh Raja Mohammed VI pada tanggal 29 November 2011)
Menteri Luar Negeri
:
H.E. Salaheddine Mezouar (diangkat pada tanggal 10 Oktober 2013)
Hari Kemerdekaan
:
2 Maret 1956 (dari Perancis)
Luas Wilayah
:
710.850 km² (termasuk sekitar 260.000 km² wilayah Sahara  Barat)
Penduduk
:
33.401.5778 (HCP Oktober 2014)
Kelompok Etnis
:
Arab-Berber 99,1%, Lain-lain (Haratin) 0,7%, Yahudi 0,2%
Bahasa
:
Arab dan Amazigh (resmi), dan Perancis (umum digunakan)
Agama Besar
:
Islam 98,7% (agama resmi negara), Kristen 1,1% dan Yahudi 0,2%
Pembagian Wilayah
:
Mata Uang
:
Dirham Maroko (MAD); 1 USD = 8,4 MAD (Oktober 2014)
GDP
:

USD 104,4 Milyar 2013

GDP per kapita
:
USD 2,999 (2012)
Pertumbuhan GDP
:
4.0 % (2013: 4,4%; 2012: 3.3% dan 2011: 4,3% )
Produk Unggulan
:
fosfat, bijih besi, mangan, timah, kapur, garam, pertanian dan ikan.
 
II.      HUBUNGAN BILATERAL RI – MAROKO
Hubungan Diplomatik
:
Hubungan Diplomatik Indonesia – Maroko dimulai sejak 1 Juli 1965 – Dubes RI pertama untuk Kerajaan Maroko, GPH Djatikoesoemo (1 Juli 1965 s.d 25 Desember 1966)
Perwakilan Diplomatik
:
Duta Besar Maroko untuk RI H. E. Mohamed Majdi (Sejak 2009)
Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko – (sedang tidak ada pejabat)
Data Perdagangan RI – Maroko (Menurut Kemdag RI)
:
2012: USD 277,8 juta (ekspor RI USD 89,9 juta; impor RI USD 188 juta)
2013: USD 186,8 juta (ekspor RI USD 68,5 juta; impor RI USD 118,3 juta)
Ekspor Utama RI ke Maroko (Kemdag RI)
:
Kopi, elektrik dan elektronik, minyak mentah, dan tekstil.
Impor Utama RI ke Maroko (Kemdag RI)
:
Fosfat dan asam fosfat, pertanian, peralatan medis.
 
III.     PERKEMBANGAN DALAM NEGERI MAROKO
1.       Raja Mohammed VI mewarisi tahta Kerajaan Maroko sejak 1999. Pada tahun 2011, Maroko memberlakukan konstitusi baru dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di kawasan. Dalam konstitusi baru 2011 tersebut, wewenang parlemen diperluas dengan memasukkan wewenang untuk mengesahkan UU dalam berbagai bidang.
2.       Konstitusi baru tersebut juga memperkuat peran parlemen serta badan yudikatif yang independen. Raja menunjuk seorang kepala pemerintahan dari partai yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu dan menunjuk kabinet berdasarkan rekomendasi Kepala Pemerintahan terpilih. Raja juga merupakan pimpinan tertinggi (commander in chief) militer dan memegang gelar Amir al-Moukminin (pemimpin bagi kaum muslimin Maroko) atau sebagai pemimpin agama. 
3.       Di tahun yang sama, Maroko sukses mengadakan Pemilu. Tingkat partisipasi pemilih terdaftar yang menggunakan hak pilihnya pada pemilu tersebut tercatat 45%. Partai Islam Justice and Development Party (PJD) dinyatakan menang pada pemilu 25 November 2011 dengan 107 kursi dari total 395 kursi di parlemen.
4.       Maroko adalah produsen terbesar ketiga fosfat dunia setelah Amerika Serikat dan China. Maroko memiliki lebih dari 70 persen cadangan global dan merupakan eksportir mineral yang digunakan di bidang pertanian dan industri. Penjualan fosfat tercatat  sebesar 28 persen dari pendapatan ekspor Maroko atau sebesar 23,25 milyar dirham (2,8 milyar dolar).
5.       Di bidang pendidikan, Pemerintah Maroko mendorong rakyatnya untuk menempuh pendidikan hingga setinggi-tingginya. Hal ini tercermin dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan pendidikan pra-dasar (TK) dan pendidikan dasar (SD). Di samping itu, seluruh jenjang pendidikan yang disediakan melalui institusi pendidikan milik pemerintah tidak ditarik biaya hingga tingkat strata 3.
6.       Terdapat lebih dari empat lusin institusi pendidikan tinggi di Maroko, dengan empat belas universitas terkemuka. Universitas terbesar dan paling bergengsi adalah Universitas Mohammed V di Rabat, yang juga memiliki cabang di Casablanca dan Fes. Selain itu, universitas-universitas Hassan II (di Rabat, Casablanca, dan Mohammedia) serta Al-Akhawayn (di Ifrane) juga merupakan sebagian institusi pendidikan tinggi publik yang cukup terpandang. Maroko juga memiliki institusi pendidikan tinggi tertua di dunia yang beroperasi secara terus-menerus, yaitu Universitas Al-Qarawiyyin yang mulai dibuka pada tahun 859.
7.       Di luar sekolah-sekolah umum, pemerintah Maroko juga mendorong generasi mudanya untuk mengikuti pembelajaran di sekolah-sekolah kejuruan, sebagai salah satu upaya mengatasi tingginya tingkat pengangguran.
8.       Maroko memiliki letak geografis yang strategis dan menjadi perlintasan antara Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, sehingga terdapat percampuran kebudayaan yang sangat kaya di Maroko. Terdapat berbagai peninggalan sejarah dan budaya di Maroko yang sudah diakui sebagai warisan budaya UNESCO, mulai dari situs arkeologi peninggalan Romawi, kota-kota tua yang dibangun sejak abad pertengahan, hingga ibu kota Rabat. Maroko juga sangat aktif memelihara berbagai situs peninggalan sejarah dan budayanya, dan menjadikan tempat-tempat tersebut untuk menarik kunjungan wisatawan asing. Tahun 2013, Maroko dikunjungi oleh lebih kurang 10 juta wisatawan asing.
9.       Maroko juga memiliki berbagai tokoh yang berpengaruh dalam perjalanan sejarah dunia Islam, salah satu diantaranya adalah Ibnu Battutah, yang pada abad ke-14 singgah di Kerajaan Samudera Pasai (Aceh).
10.    Di tahun 2014, Maroko berada di peringkat ke-80 dengan skor 39 dalam Corruption Perception Index yang dirilis oleh Transparency International (Indonesia di peringkat 107 dengan skor 34), dan di peringkat ke-136 dengan skor 39,72 dalam World Press Freedom Index yang dirilis oleh Reporters Without Borders (Indonesia di peringkat 132 dengan skor 38,15).
 
IV.    HUBUNGAN BILATERAL RI-MAROKO
11.    Hubungan diplomatik RI-Maroko ditandai dengan kunjungan misi khusus yang diketuai Duta Besar RI di Manila, Mohammad Nasir Datuk Pamoentjak pada tanggal 18 April 1960. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meresmikan hubungan diplomatik dengan Maroko yang diawali dengan pemberian surat-surat kepercayaan kepada Raja Mohammed V pada tanggal 19 April 1960 dan mempersiapkan kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko.
12.    Kunjungan Presiden Soekarno ke Rabat tanggal 2 Mei 1960 tercatat sebagai kunjungan kepala Negara pertama di dunia ke Maroko pasca kemerdekaan. Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari Raja Mohammed V dan rakyat Maroko. Presiden Soekarno dianggap sebagai Pemimpin Revolusi dunia yang membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika. Kunjungan Presiden Soekarno ini merupakan catatan sejarah penting yang menunjukkan kedekatan antara kedua negara.
13.    Dengan memburuknya situasi politik nasional di Indonesia dan pertimbangan penghematan, KBRI Rabat pada tahun 1967 ditutup. Sejak itu wilayah kerja Maroko dirangkap berturut-turut oleh KBRI Cairo (1967), KBRI Alger (1970), KBRI Tunis (1976) dan KBRI Paris (1983).
14.    Perwakilan RI Rabat dibuka kembali pada tingkat Kuasa Usaha Tetap tanggal 22 Maret 1985, sejalan dengan keinginan Pemerintah RI untuk meningkatkan kerjasama dengan negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Maroko membuka Kedutaan Besar di Jakarta pada bulan Juni 1986, disusul dengan peningkatan status Perwakilan RI di Rabat menjadi Kedutaan Besar pada tahun 1988.
15.    Hubungan bilateral Indonesia-Maroko dalam bidang politik selama ini berlangsung baik dan stabil karena kedua negara memiliki banyak kesamaan sikap dan pandangan dalam menyikapi berbagai masalah regional maupun internasional.
16.    Pada tahun 2008, Indonesia dan Maroko telah menyelenggarakan Pertemuan Pertama Sidang Komisi Bersama (SKB), yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri kedua negara. Pertemuan kedua SKB RI-Maroko direncanakan dilaksanakan pada tahun 2010, namun mengalami penundaan hingga saat ini.
17.    Pada pertemuan pertama SKB RI-Maroko, kedua Menlu telah menandatangani perjanjian / MOU yang terkait dengan kerjasama di bidang politik, ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sosial budaya, serta dokumen-dokumen pertemuan lainnya sebagai berikut:
§  Agreement on Economic, Scientific and Technical Cooperation
§  Agreement for the Avoidance of Double Taxation and the Prevention of Fiscal Evasion With Respect to Taxes on Income
§  Memorandum of Understanding on Bilateral Consultations
§  MoU on the Establishment of a Joint Commission for Bilateral Cooperation
§  Agreed Minutes of the 1st Meeting of Joint Bilateral Commission between the Republic of Indonesia and the Kingdom of Morocco
18.    Pada tahun 2011, telah dibentuk Organisasi Persaudaraan Indonesia-Maroko di Maroko.
Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
19.    Hubungan perdagangan Indonesia-Maroko menunjukkan tren peningkatan rata-rata sebesar 34,6% dalam 5 (lima) tahun terakhir. Pada periode Januari-Agustus 2014, nilai perdagangan RI-Maroko tercatat sebesar US$ 147,81 juta, meningkat 14,23% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Indonesia mencatat defisit perdagangan sebesar US$ 40 juta (turun 10% dari periode yang sama tahun 2013). Sementara itu, nilai perdagangan RI-Maroko sepanjang tahun 2013 tercatat US$ 186,8 juta (Indonesia defisit US$ 49,83 juta).
20.    Produk ekspor RI ke Maroko yang mencatat nilai terbesar adalah kopi, diikuti produk elektrik dan elektronik, minyak mentah, dan tekstil. Sementara produk impor RI dari Maroko didominasi produk fosfat dan asam fosfat, produk pertanian dan peralatan medis.
21.    Upaya peningkatan kerja sama ekonomi diperkuat dengan pembukaan Trading House Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Casablanca pada tanggal 28 April 2014; pembentukan Morocco-Indonesia Business Council pada bulan Oktober 2014; serta pengangkatan Konsul Kehormatan Indonesia di Casablanca, Mr. Hassane Berkani, 16 Oktober 2014.
22.    Sebanyak. Kunjungan ke Provinsi Sumatera Barat tersebut merupakan kunjungan balasan atas kunjungan delegasi pejabat Pemprov Sumbar ke Maroko pada bulan Mei 2014.
Promosi Indonesia
23.    Sepanjang tahun 2014, KBRI Rabat aktif melakukan berbagai kegiatan promosi ekonomi dan sosial budaya, antara lain dengan menyelenggarakan Indonesian Day di Kota Mohammedia pada 24 Maret 2014 bekerja sama dengan Universitas Hassan II Mohammedia; Promosi Perdagangan dan Investasi Provinsi Jawa Barat dengan pelaksanaan kegiatan Business Meeting dan Bench-Marking, serta partisipasi pada Pameran Internasional SIAM Meknes 24-29 April 2014; partisipasi pada ASEAN Food Festival and Charity Bazaar 11 Mei 2014; Promosi Produk dan Budaya Sumatera Barat, serta penyelenggaraan Business Meeting dan One-on-One Meeting, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Mei 2014 di Rabat; penyelenggaraan Indonesia-Morocco Cultural Day tanggal 25-26 September 2014 di Fes, bekerja sama dengan Universitas Sidi Mohammed ben Abdillah Fes; fasilitasi kunjungan 14 pengusaha Maroko dan 6 delegasi Dewan Daerah Fes-Boulemane ke Indonesia pada 8-12 Oktober 2014 (partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) dan kunjungan ke Provinsi Sumatera Barat); dan partisipasi pada Pameran Morocco-Asia Forum ke-3 Tanggal 13 November 2014.
Kerja Sama di bidang Keagamaan
24.    MoU concerning Coopertion in the Area of Religious Affairs telah ditandatangani pada tanggal 18 Juli 2013 di Rabat oleh Menteri Agama RI dan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Maroko. MoU ini menggantikan MoU serupa yang ditandatangani pada tahun 1994.
25.    Salah satu hasil implementasi MoU Kerja Sama Keagamaan yang ditandatangani tahun 1994 adalah pemberian beasiswa dari Maroko kepada mahasiswa Indonesia untuk mempelajari Sastra Arab atau Studi Islam di universitas-universitas di Maroko. Setiap tahun pemerintah Maroko melalui Agence Marocaine de Cooperation Internationale (Badan Kerjasama Internasional Maroko/AMCI) mengalokasikan 15 mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Untuk tahun 2014, 12 orang telah tiba di Maroko pada tanggal 27 September 2014 dan telah mengikuti kegiatan belajar-mengajar di berbagai universitas di Maroko disusul 2 orang lainnya pada bulan Oktober 2014.
26.    Selain beasiswa AMCI tersebut, secara berkala pemerintah Maroko melalui Kementerian Wakaf dan Urusan Islam juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia hasil kerja sama dengan Nahdlatul Ulama. Di tahun 2014 ini, telah tiba 5 orang mahasiswa penerima beasiswa dimaksud pada tanggal 9 Oktober 2014, yang menempuh studi di Ma’had Imam Nafi, Tanger.
27.    Pada tanggal 4 Juli 2014, Pusat Studi Al-Quran Jakarta telah menandatangani MoU Kerja Sama dengan Pusat Studi Al-Quran Ikatan Muhammadiyah Ulama Maroko (Markaz Al-Dirasat Al-Quraniyyah Al-Rabithah Al-Muhammadiyyah li Al-‘Ulama) dan Institut Studi Ilmu Qiraat dan Studi Al-Quran Mohamed VI (Ma’had Mohamed VI li Al-Qiraat wa Al-Dirasat Al-Quraniyah). Ruang lingkup kerja sama antara lembaga-lembaga tersebut antara lain di bidang pertukaran pelajar/mahasiswa, penyelenggaraan seminar/kajian Al-Quran dan Hadist, dan kerja sama lain.
28.    Indonesia telah berpartisipasi pada MTQ Internasional ke-9 Piala Raja Maroko Mohammed VI di Masjid Hassan II Casablanca, 31 Desember 2013 - 2 Januari 2014. Pada partisipasi di tahun-tahun sebelumnya, Qari Indonesia pernah berhasil meraih juara satu untuk kategori bergengsi lomba hafalan Qur’an 30 juz dan tafsirnya pada MTQ ke-6 yang diadakan pada 4-7 Februari 2011. Disamping itu, Qari Indonesia juga pernah berhasil meraih juara II untuk kategori yang sama pada MTQ ke-5 untuk tahun 2010.
Kerja Sama Pendidikan
29.    Hingga saat ini, belum ada perjanjian di bidang pendidikan antara kedua negara. Namun demikian, telah terdapat berbagai kerja sama antar universitas/perguruan tinggi Indonesia dan Maroko. Saat ini, kedua negara tengah dalam tahap awal penjajakan pembahasan MoU Kerja Sama Pendidikan antara Kemdikbud RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi Maroko.
30.    Diantara kerja sama antar universitas/perguruan tinggi kedua negara tersebut, terdapat kerja sama antara Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Mohammed V Rabat mengenai pengajaran Bahasa Indonesia. Sejak tahun 2012, pihak Indonesia mengirimkan dosen/pengajar Bahasa Indonesia untuk mengajar di Universitas Mohammed V. Namun demikian, sejak tahun 2013 seleksi dan pengiriman tenaga pengajar diambil alih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tahun 2014 ini, telah tiba Dr. Sri Marmoah M.Pd. dari Universitas Batanghari Jambi untuk mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Mohammed V sejak bulan Oktober – Desember 2014.
31.    Selain itu, terdapat pula kerja sama antara IAIN Imam Bonjol Padang dengan Universitas Sidi Mohammed ben Abdellah (USMBA) Fes. MoU Kerja Sama tersebut ditandatangani pada saat kunjungan Rektor IAIN Imam Bonjol Padang ke Maroko bulan Juni 2014. Sebagai implementasi MoU tersebut, USMBA akan mengirim Dr. Zhor Houti pada tanggal 15 Oktober 2014 untuk mengajar Bahasa Arab di IAIN Imam Bonjol Padang pada bulan Oktober 2014 – Januari 2015. Selain itu, Dr. Zhor Houti juga akan menjajaki kemungkinan dibukanya Pusat Kebudayaan Maroko di Indonesia. Dalam pembicaraan lisan, Rektor USMBA juga berkeinginan untuk mengunjungi Indonesia pada bulan November 2014 untuk membicarakan mengenai kelanjutan kerja sama dengan berbagai universitas/perguruan tinggi di Indonesia yang telah menandatangani MoU kerja sama dengan USMBA, antara lain IAIN Imam Bonjol Padang, Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, UIN Malang, dan Universitas Negeri Makassar.
32.    Selain kerja sama dengan USMBA, pada saat kunjungan Rektor IAIN Imam Bonjol Padang ke Maroko tanggal 4-8 Juni 2014, ditandatangani pula MoU Kerja Sama antara IAIN Imam Bonjol Padang dengan Institut Darul Hadist Rabat.
33.    Salah satu universitas/perguruan tinggi lain yang telah menandatangani MoU kerja sama adalah Universitas Al-Qarawiyyin dengan IAIN Sumatera Utara (penandatanganan pada 18 Juli 2013).
34.    Hingga bulan Oktober 2014, tercatat 73 mahasiswa/i Indonesia yang belajar di Maroko di tingkat S1, S2, dan S3, termasuk 19 orang yang baru tiba pada bulan September dan Oktober 2014.
Kerja Sama Sister City/Province
35.    Pada tanggal 11 Oktober 2014, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Daerah Fes-Boulemane telah menandatangani MoU Kerja Sama Provinsi Bersaudara di Padang, Sumatera Barat. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan Letter of Intent (LoI) Kerja Sama Provinsi Bersaudara (Sister Province) di Fes, Maroko pada 26 Mei 2014. Ruang lingkup kerja sama MoU Kerja Sama Provinsi Bersaudara ini antara lain di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan pendidikan.
36.    Sebelumnya, telah terjalin kerja sama Sister City antara Jakarta – Casablanca melalui penandatangan MoU pada tanggal 25 Mei 1991. Pada bulan Oktober 2013, delegasi Pemprov DKI Jakarta telah mengunjungi kota Casablanca dalam rangka upaya re-aktivasi kerja sama tersebut.
Kerjasama di bidang Kekonsuleran
37.    Indonesia dan Maroko saat ini telah memberlakukan bebas visa bagi warga negara masing-masing. Warga negara Maroko yang berkunjung ke Indonesia diberlakukan bebas visa selama 30 hari, sedangkan warga negara Indonesia yang berkunjung ke Maroko dibebaskan dari visa selama 90 hari.
Masyarakat Indonesia
38.    Berdasarkan data KBRI Rabat, pada bulan September 2014 terdapat sebanyak 277 WNI di Maroko. Jumlah tersebut antara lain terdiri dari 5 orang profesional, 16 orang TKI formal, 27 orang TKI informal dan 19 orang TKI sektor jasa.
39.    Kesepakatan bebas visa Indonesia-Maroko mengakibatkan jumlah TKI ke Maroko terus bertambah, meskipun Maroko bukan merupakan daerah tujuan TKI karena secara hukum undang-undang Maroko tidak membenarkan adanya tenaga kerja asing terutama yang nonskill bekerja di Maroko.
Konsul Kehormatan
40.    Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 160/M tahun 2014 tertanggal 16 Oktober 2014, Indonesia resmi mengangkat Hassane Berkani sebagai Konsul Kehormatan Republik Indonesia yang berkedudukan di Casablanca, Maroko. Pengangkatan Konsul Kehormatan RI di Casablanca tersebut diharapkan dapat mendorong kerja sama Indonesia-Maroko, khususnya di bidang perekonomian. Hassane Berkani adalah Presiden Kamar Dagang dan Industri Casablanca (Chambre de Commerce, d’Industrie et de Services CCISC); Penasehat Parlemen; Wakil Ketua Federasi Kamar Dagang, Industri, dan Jasa di Maroko; dan pengusaha terpandang di berbagai bidang mulai bidang konstruksi, pertanian, hingga restoran.
 KBRI Rabat, 30 November 2014