Kunjungan Delegasi Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Parlemen Ekuador ke Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

Banyak sektor kerjasama yang bisa dijalin antara Indonesia dan Ekuador terutama pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi bisnis. Oleh karena itu Indonesia dan Ekuador sudah saatnya mengembangkan kerjasama sektoral ke arah yang lebih berkembang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI Mohamad Sohibul Iman di hadapan Delegasi Parlemen Ekuador di ruang pimpinan DPR-RI, Selasa (26/11). Delegasi Parlemen Ekuador dipimpin oleh Hon. Ms. Lidice Vanessa Larrea Viteri. Ia adalah President of Ecuador-Indonesia Friendship Group (BKSAP Ekuador).

Kunjungan Parlemen Ekuador kali ini merupakan balasan kunjungan atas kunjungan DPR-RI ke Ekuador pada tahun 2012. Parlemen Ekuador yang hadir di Indonesia diwakili oleh Ketua beserta anggota GKSB beserta pejabat hubungan internasional. Dalam kunjungannya ke Indonesia Parlemen Ekuador berharap dapat dilakukan saling tukar pengalaman, khususnya masalah sektor pariwisata, pembangunan ekonomi dan sosial.

Dari pertemuan ini, diupayakan ada peningkatan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan. Ia berharap, Indonesia diberi kemudahan investasi di Ekuador. Begitu juga investasi Ekuador di Indonesia diupayakan dipermudah. Menurut catatan, grafik neraca perdagangan Indonesia-Ekuador berfluktuasi. Pada 2010 tercatat US$ 70.19. Lalu, naik US$ 96.61 pada 2011. Pada 2012 turun menjadi US$ 87.72 dan terus melorot pada Agustus 2013 tinggal US$ 52.06.


Indonesiadan Ekuador tentu berharap ada perubahan iklim investasi. Sohibul bahkan mengungkapkan bahwa perusahaan nasional Indonesia sempat berinvestasi di Ekuador dengan nilai US$ 125 juta. Namun, hingga kini belum mendapat kemudahan di Ekuador. Kerja sama parlemen yang baru berjalan satutahun ini, diharapkan lebih berkualitas di masa mendatang.


Sumber tambahan : www.dpr.go.id