Ecuador

I. Keterangan Dasar :

Nama Negara

Republik Ekuador (República del Ecuador)

Bentuk Negara

Republik

Kepala Negara / Kepala Pemerintahan

Rafael Correa Delgado

Wakil Presiden

Jorge Glas

Menteri Luar Negeri

Ricardo Patiño

Hari Nasional

10 Agustus, (1809) (kemerdekaan dari Spanyol)

Lagu Kebangsaan

Salve, Oh Patria!

Bendera Nasional

La Tricolor (The Tricolor)

Jumlah Penduduk

14,573,101

Luas Wilayah

283,561 KM²

Letak Geografis

Perbatasan Negara :                     

Utara       : Kolombia

Selatan    : Peru

Timur       : Peru

Barat       : Laut Pasifik

Iklim

Tropis pada daerah pantai; Sedang pada daerah pegunungan

Sumber Daya Alam

Minyak, perikanan, kayu, tenaga air

Mata Uang

Dolar Amerika Serikat (Mata uang Sucre dihapus tahun 2000)

Pertumbuhan Ekonomi

-0,4% (2009 est.)

6.5% (2008 est.)

GDP

USD 51,1 milyar (2009 est.)

GDP Perkapita

USD 3,961 ( 2009 est.)

Inflasi

4.3% (2009 est.)

8.8% (2008 est.)

Mitra Dagang Utama

AS, Peru, Chile, Panama, Venezuela, Kolombia, Cina, Brasil, Jepang

Produk Ekspor Utama

Minyak, pisang, bunga potong, udang, kakao, kopi, kayu, ikan

Produk Impor Utama

Bahan industri, BBM, pelumas, barang-barang konsumsi

Organisasi Internasional

CAN, FAO, G-77, IADB, IAEA, IBRD, ICAO, ICC, ICCt, ICRM, IDA, IFAD, IFC, IFRCS, IHO, ILO, IMF, IMO, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO, ITSO, ITU, ITUC, LAES, LAIA, Mercosur (associate), MIGA, MINUSTAH, NAM, OAS, OPANAL, OPCW, OPEC, PCA, RG, UN, UNASUR, UNCTAD, UNESCO, UNHCR, UNIDO, Union Latina, UNMIL, UNMIS, UNOCI, UNWTO, UPU, WCL, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, WTO

Sejarah Singkat

Ekuador memperoleh kemerdekaan dari Spanyol dan sekaligus melepaskan diri dari  Konfederasi Gran Colombia pada tanggal 10 Agustus 1830 dengan presiden pertama Juan Jose Flores. Sebelumnya sejak tahun 1821 Ekuador tergabung dalam Konfederasi Gran Colombia bersama Venezuela, Kolombia dan Panama. Sejak kemerdekaannya hingga tahun 1948, kondisi politik Ekuador senantiasa diwarnai oleh ketidakstabilan, yang bermuara dari pertentangan kepentingan antara para pemilik tanah di daerah pegunungan dengan mereka yang tinggal di daerah pantai.

Periode 1948-1960 stabilitas politik dalam negeri Ekuador dapat tercapai karena adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang dipicu oleh booming ekspor pisang Ekuador. Namun, pengaruh Revolusi Kuba kembali membuat stabilitas politik negeri Ekuador terguncang. Hal ini memaksa pemerintahan militer saat itu (1963-1966) mengambil sikap anti-komunis secara ketat. Sejak saat itu peran negara (militer) di bidang ekonomi semakin besar, termasuk dalam eksploitasi cadangan minyak negara. Pemerintahan  militer praktis baru berakhir pada tahun 1979 setelah diadakannya referendum konstitusional pada tahun 1978.

Sistem Politik dan Pemerintahan

Konstitusi Ekuador menetapkan bahwa Ekuador merupakan Negara kesatuan dan mengadopsi sistem demokrasi langsung untuk memilih anggota legislatif, eksekutif dan yudikatif. Masa jabatan Presiden, Wakil Presiden dan anggota Kongres adalah 4 tahun. Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dipilih kembali secara langsung. Anggota Kongres merupakan perwakilan dari seluruh provinsi di Ekuador (2 anggota setiap provinsi) dan 1 anggota untuk mewakili setiap 150.000 atau lebih penduduk.

 

II. HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-REPUBLIK EKUADOR

 

A. Politik

1.     Hubungan diplomatik antara Indonesia-Ekuador dibuka pada 29 April 1980. Sejak itu kedua negara telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kerjasama bilateral. Sejak bulan Mei 1985 Ekuador dirangkap dari KBRI Caracas, sementara dan Indonesia dirangkap oleh Kedutaan Besar Ekuador Tokyo. Namun sejak bulan Agustus 2005 Perwakilan RI untuk Ekuador dirangkap dari KBRI Lima, Peru. Hubungan bilateral kedua negara sejak 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

2.     Kedutan Besar Ecuador untuk Indonesia sebelumnya dirangkap di Tokyo, Pemerintah Ekuador sejak bulan November 2004 telah membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta dan menunjuk YM. Alfonso Lopez-Araujo sebagai Duta Besar hingga Mei 2007. Yang kemudian digantikan oleh Dr. Rodrigo Yepes-Enriquez hingga 2009. Sebagai pengganti Duta Besar Rodrigo Yepes-Enriquez, Pemerintah Ekuador telah menunjuk YM. Eduardo Alberto Calderon sebagai Duta Besar LBBP Republik Ekuador.

3.     Pada tanggal 1 Juni 2011, secara resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia dibuka di Ecuador. Pada hari kamis tanggal 15 Maret 2012 pukul 11.30 bertempat di Istana Presiden Ecuador (Palacio de Carondelet), Bapak Saut M.T. Gultom telah menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan (Letters of Credence) sebagai Duta Besar LBBP-RI kepada Wakil Presiden Republik Ecuador, H.E. Mr. Lenin Moreno. Dengan telah diserahkannya Surat-surat Kepercayaan tersebut Bapak Saut M.T. Gultom secara resmi merupakan Duta Besar LBBP Republik Indonesia Pertama untuk Republik Ecuador.

4.    Hubungan baik antara Indonesia dan Ekuador juga diwujudkan dalam bentuk saling dukung dalam pencalonan keanggotaan pada badan-badan internasional seperti UN-ECOSOC dan  International Law Commission (ILC).

5.      Kedua negara juga telah melakukan Forum Konsultasi Bilateral dan Sidang Komisi Bersama sebanyak 2 (dua) kali secara back to back pada tanggal 5-6 April 2010 di Quito, Ekuador dan tanggal 6 Oktober 2011 di Jakarta. Pada kedua pertemuan dimaksud, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan, minyak dan energi terbarukan, telekomunikasi, kebudayaan, sosial, penanganan bencana alam, dan pendidikan.

 

B. Ekonomi

Hingga saat ini hubungan ekonomi kedua negara masih dalam tingkat moderat dan didominasi oleh kegiatan ekspor-impor yang dilakukan melalui negara ketiga. Ekspor Indonesia dari tahun 2002 sampai dengan 2006 menunjukkan peningkatan. Namun neraca perdagangan pada tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 13,76 % dan pada tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar 19 %. Pada 2009 mengalami penurunan lagi sebesar 23%, namun berurutan dua tahun berikutnya terjadi peningkatan:

 

Neraca Perdagangan

Indonesia-Ekuador

(dalam US$)

?Tahun Ekspor? Impor? Saldo? ?Volume
2003? 12.225.428? 958.757? 11.266.671? 13.184.185?
?2004 22.161.464? 1.987.336? 20.174.128? 24.148.800?
2005? ?28.571.700 ?3.297.800 25.273.900? 31.869.500?
?2006 47.856.200? 3.451.300? ?44.404.900 51.307.500?
?2007 ?39.348.400 ?4.901.000 34.447.500? 44.249.400?
?2008 49.401.300? ?5.667.600 43.733.800? ?55.068.900
?2009 ?37.624.700 ?3.698.300 ?33.926.300 ?41.323.000
?2010 ?67.702.200 ?2.494.200 ?65.208.100 ?70.196.400
?2011 ?90.137.500 ?6.478.800 ?83.658.700 ?96.616.300
?2012 ?80.895.900 6.830.500? ?74.065.400 87.726.300?
 


Sumber: Badan Pusat Statistik (diolah Pusdata Dep. Perdagangan)

 

C. Beberapa Persetujuan antara kedua negara:

1. Persetujuan Kerjasama Ekonomi dan Teknik RI – Ekuador (Jakarta, 9 November 2005)

2. Exchange of Notes Pembentukan Komisi Bersama, di bawah Pers. KSET  (Jakarta, 14 Juli     2006)

3. MoU Kerjasama Pusdiklat dengan Lembaga Diplomatik Ekuador (Jakarta, 14 Juli 2006)

4. MoU Pembentukan Mekanisme Konsultasi Bilateral (Jakarta, 14 Juli 2006)

5. MoU Kerjasama di bidang Energi dan Pertambangan (Jakarta, 14 Juli 2006)

6. MoU kerjasama di bidang Telekomunikasi (Jakarta, 14 Juli 2006)

7. Persetujuan Bebas Visa Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (Jakarta, 14 Juli 2006)

8. MOU kerjasama kebudayaan RI – Ekuador (Jakarta, 26 November 2007)

9. Exchange of Note Pemberian Bebas Visa bagi Pemegang paspor Biasa (2008)

10.MOU Kerjasama Perdagangan dan Investasi (2012)