Partisipasi Indonesia dalam Peringatan 50 Tahun Pemberian Nama Bunga Kimilsungia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Indonesia kembali berpartisipasi dalam Festival Bunga Kimilsungia di Kimilsungia-Kimjongilia Exhibition Hall, Pyongyang (13-20/04/15) yang tahun ini merupakan Peringatan 50 Tahun Pemberian Nama Bunga Kimilsungia.

 

Bunga Kimilsungia mempunyai afinitas khusus dan unik dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia dan Korea Utara. Dalam rangkaian acara kunjungan kenegaraan Presiden Kim Il Sung, didampingi putranya Kim Jong Il, ke Indonesia bulan April 1965, Presiden Soekarno menghadiahkan kultivar bunga Anggrek jenis Dendobrium kepada Presiden Kim Il Sung di Kebun Raya Bogor sebagai hadiah ulang tahun beliau (15 April). Bunga Anggrek tersebut diberi nama Kimilsungia oleh Presiden Soekarno. Dalam perkembangannya, bunga tropis tersebut menjadi salah satu bunga nasional kebanggaan rakyat Korea Utara yang diperlakukan khusus dan dibudidayakan secara nasional di Korea Utara.

 

Dalam Festival Bunga Kimilsungia yang ke-17 ini, KBRI Pyongyang menampilkan stan bunga dengan latar belakang foto pintu masuk Kebun Raya Bogor yang dipercantik dengan payung Bali di kanan dan kirinya. Foto bersejarah saat Presiden Soekarno memberikan bunga Kimilsungia kepada Presiden Kim Il Sung di Kebun Raya Bogor pada 13 April 1965 menjadi ikon stan Indonesia. Sementara itu, Peringatan 50 Tahun Penamaan Kimilsungia dilambangkan dengan angka 50 berwarna putih dengan dasar warna merah dan biru yang merupakan kombinasi warna bendera Indonesia dan Korea Utara. Sementara itu, rangkaian bunga Kimilsungia yang ditata apik dan harmonis berjumlah 70 tangkai menggambarkan HUT ke-70 Kemerdekaan RI dan HUT ke-70 Pembebasan Korea dari penjajahan.

 

Pada acara pembukaan festival (13/04/15) hadir Wakil Presiden Presidium Yang Hyong Sop, Wakil Perdana Menteri Kim Yong Jin, Ketua Kehormatan Komite Pengembangan Kimilsungia-Komjongilia Ibu Ratna Sari Dewi Soekarno, para pejabat Korea Utara, Wakil Ketua Asosiasi Korea di Jepang Nam Sung U, Ketua Komite Kimilsungia-Kimjongilia Kim Chang Do, Duta Besar RI dan istri serta staf KBRI Pyongyang.

 

Wakil Perdana Menteri Kim Yong Jin selaku Ketua Panitia Festival Kimilsungia ke-17 menyatakan dalam pidato pembukaan bahwa merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi rakyat Korea Utara memiliki bunga abadi Kimilsungia sebagai harta bangsa yang berharga. Wakil PM menyatakan pula keyakinannya bahwa festival ini dapat mendorong rakyat dan pemerintah Korea Utara meningkatkan patriotisme dan memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan hubungan bertetangga baik dengan bangsa-bangsa di dunia berdasarkan keadilan dan cinta damai.

 

Sementara itu, Duta Besar RI Bambang Hiendrasto dalam pidatonya antara lain menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Peringatan 50 Tahun Penamaan Bunga Kimilsungia dan Festival ke-17 ini. Bunga Kimilsungia adalah simbol persahabatan abadi Indonesia dan Korea Utara. Duta Besar RI berkeyakinan bahwa hubungan dan kerja sama Indonesia–Korea Utara dapat meningkat dan berkembang karena memiliki landasan kuat yang diletakkan Pemimpin Besar kedua negara.

 

Sejak hari pertama festival, stan Indonesia mendapat perhatian yang besar dari para pengunjung, termasuk kalangan diplomatik dan organisasi internasional, turis-turis asing dan pengunjung warga Korea Utara. Banyak pertanyaan dilontarkan oleh para pengunjung kepada staf KBRI Pyongyang mengenai tampilan stan Indonesia dan mereka mengambil foto dan/atau berfoto dengan latar belakang stan Indonesia.

 

Dalam festival tahun ini terdapat 80 stan dan 24 ribu bunga Kimilsungia dari berbagai instansi dan perorangan di Korea Utara, Korps Diplomatik, KBRI Pyongyang, serta Asosiasi Korea di Jepang dan RRT.

 

 Pyongyang, 14 April 2015?