PADUAN HARMONIS BATIK BALI DAN BUNGA KIMILSUNGIA DALAM FESTIVAL BUNGA KIMILSUNGIA KE-16/2014

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tepuk tangan para hadirin menggema di Kimilsungia Exhibiton Hall di Pyongyang dalam acara pembukaan Festival Bunga Kimilsungia Ke-16 yang diselenggarakan pada hari Minggu, 13 April 2014, pukul 11.00 waktu setempat. Pada kesempatan tersebut, atas undangan Pemerintah Korea Utara, hadir Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Hari Untoro Dradjat, Staf Ahli Menteri Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI . Dalam acara tersebut hadir pula Duta Besar RI Nasri Gustaman, Sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korea Kim Ki Nam dan Wakil Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Yang Hyong Sop serta pejabat terkait lainnya.

 

Dalam sambutannya pada acara pembukaan festival, Ketua Delegasi RI menyampaikan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno ke Pyongyang pada bulan November 1964, kunjungan balasan Presiden Kim Il Sung ke Jakarta dan Bogor pada bulan April 1965 dan bunga Kimilsungia telah memberikan dasar yang kokoh dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hubungan kerjasama Indonesia – Korea Utara. Disampaikan pula harapan agar kedua negara dapat memperdalam, memperkuat, dan memperluas hubungan dan kerjasama diberbagai bidang. Disamping itu, hal yang penting juga dalam hubungan dan kerjasama antara kedua negara adalah meningkatkan substansi dan kualitas hubungan dimaksud. Kedua pemerintah perlu sama-sama mendorong dan mengeksplorasi kemungkinan yang lebih luas untuk meningkatkan hubungan di bidang ekonomi, sosial budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif, baik itu seni pertunjukan, industri musik, seni visual, dan industri perfilman.

 

Sementara itu, Kim Chan Do, Ketua Komite Bunga Kimilsungia–Kimjongilia dalam sambutannya kembali merujuk romantisme pertemuan Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung di Kebun Raya Bogor pada tanggal 15 April 1965 dimana Presiden Soekarno menghadiahkan bunga Anggrek hibrida jenis dendobrium sebagai hadiah ulang tahun kepada Presiden Kim Il Sung. Bunga tersebut kemudian diberi nama Kimilsungia. Bunga yang menjadi lambang abadi hubungan dan persahabatan antara Indonesia dan Korea Utara. Selain itu, festival ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perjuangan menuju kemakmuran negara Korea dan meningkatkan hubungan baik dengan negara-negara sahabat.

 

Stand Indonesia dalam Festival Bunga Kimilsungia Ke-16 tahun 2014 mendapat perhatian penuh dari para pengunjung. Tahun ini, stand Indonesia menampilkan batik khas Bali dengan latar belakang warna hijau dan motif berwarna emas yang dipadu-padan secara harmonis dengan bunga Kimilsungia. Ditengah-tengah bunga Kimilsungia ditampilkan foto Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung dalam pertemuan bersejarah di Kebun Raya Bogor pada tahun 1965. Bunga Kimilsungia telah mendapat tempat khusus dan unik dalam hubungan bilateral kedua negara. Festival berlangsung sejak tanggal 13 sampai dengan 21 April 2014.

?