Delegasi Kem. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI pada Festival Bunga Kimilsungia ke-15, Pyongyang 11–13 April 2013

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Stand Indonesia dalam Festival Bunga Kimilsungia Ke-15, 11–19 April 2013, kembali menampilkan batik Indonesia yang dirangkaikan dengan bunga Kimilsungia dalam susunan yang harmonis. Disamping itu juga terpampang foto Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung yang menjadi catatan sejarah dalam hubungan bilateral Indonesia – RRD Korea dan terkait erat dengan bunga Kimilsungia yang mempunyai afinitas khusus dan unik dalam hubungan bilateral kedua negara.

Atas undangan pemerintah RRD Korea, Delegasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) RI telah melakukan kunjungan ke Pyongyang pada 11-13 April 2013 untuk menghadiri Festival Bunga Kimilsungia Ke-15. Festival ini diselenggarakan dalam rangka peringatan ke-101 tahun kelahiran pendiri Korea Utara Kim Il Sung pada 15 April 2013. Delegasi RI dipimpin oleh Hari Untoro Dradjat, Staf Ahli Menteri Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif Kemparekraf RI dan didampingi oleh Julianus P. Limbeng, Kepala Bagian Umum dan Informasi. Turut hadir Dubes RI untuk RRD Korea, Nasri Gustaman.

Kunjungan tersebut merupakan implementasi dari Arrangement on Cultural Exchange Program 2011-2013 antara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Komite Hubungan Kebudayaan Antar Negara Korea Utara yang ditandatangani di Jakarta pada 19 Nopember 2010.

Dalam upacara pembukaan Festival ke-15 Bunga Kimilsungia, Ketua Delegasi RI merujuk kembali tentang penggalan sejarah Indonesia-Korea Utara, yaitu dari rangkaian acara kunjungan kenegaraan Presiden Kim Il Sung ke Indonesia pada bulan April 1965. Pada kesempatan itu, Presiden Soekarno menghadiahkan bunga Anggrek jenis Dendobrium kepada Presiden Kim Il Sung di Kebun Raya Bogor sebagai hadiah ulang tahun dan bunga Anggrek terebut kemudian diberi nama Kimilsungia. Kunjungan Kim Il Sung tersebut telah memberikan dasar yang kokoh bagi kemajuan hubungan kemitraan selanjutnya dan akan terus mewaris kepada para pemuda di kedua negara.