Berkualitas Baik, Snack Indonesia Diminati di Pyongyang

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang kembali berpartisipasi dalam Pameran Dagang Internasional Musim Gugur Pyongyang ke-11, yang diselenggarakan di Three Revolution Exhibition House, Pyongyang, Republik Demokratik Rakyat Korea/Korea Utara pada 21–24 September 2015.

Duta Besar RI untuk Korea Utara, Bambang Hiendrasto menyampaikan, dalam pameran tersebut KBRI menampilkan berbagai produk kemasan makanan ringan, kopi dan teh Indonesia yang saat ini banyak dijumpai di toko swalayan dan pasar tradisional di Pyongyang, ditambah beberapa produk makanan/minuman kemasan lain yang khusus didatangkan langsung dari Indonesia mengingat produk tersebut belum dijual di Korea Utara.

Beberapa pengunjung ruang pamer Indonesia mengatakan, makanan ringan dari Indonesia diminati oleh masyarakat Pyongyang karena memiliki rasa khas dan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan produk serupa dari negara lain.

Mereka tidak hanya ingin mencicipi beberapa sampel makanan ringan yang disediakan di stan Indonesia tetapi juga berminat membelinya. Namun sayang, produk yang dipamerkan di stan Indonesia tidak untuk dijual dan para pengunjung disarankan untuk membelinya di toko swalayan di Pyongyang.

Dubes RI mengharapkan agar perusahaan Indonesia yang memproduksi makanan/minuman kemasan ataupun produk lain dapat berpartisipasi pada pameran dagang internasional berikutnya pada Mei 2016.

Menurut Dubes RI, beberapa tahun lalu satu perusahaan kopi instan dan satu perusahaan produk plastik peralatan rumah tangga dari Indonesia berpartisipasi pada pameran dagang internasional di Pyongyang. Kini kopi dan peralatan rumah tangga tersebut banyak dijumpai di toko swalayan di Pyongyang.

Pameran Dagang Internasional Musim Gugur ke-11 dibuka oleh Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri, O Ryong Chol, dan dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri, Ro Tu Chol; Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Ri Ryong Nam; Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Pyongyang, Kim In Chol; pejabat terkait dan para duta besar asing di Pyongyang.

Wamen O Ryong Chol menyampaikan bahwa pameran tersebut merupakan kesempatan baik untuk memperkuat hubungan dengan negara sahabat, terutama dalam bidang ekonomi.

Pameran yang setiap hari dikunjungi sekitar 10 ribu orang ini ,diikuti oleh lebih dari 300 perusahaan dari 16 negara, antara lain RRT, Jerman, Selandia Baru, Mongolia, Vietnam (1 perusahaan), Malaysia (5 perusahaan), Singapura (13 perusahaan), Indonesia (1 perusahaan farmasi) dan tuan rumah Korea Utara.

Produk yang mereka pamerkan antara lain peralatan elektronik, material bangunan, kendaraan bermotor (truk, kendaraan roda empat, motor), makanan dan minuman, pakaian/tekstil, obat-obatan, kosmetik, perhiasan, peralatan rumah tangga serta barang kebutuhan sehari-hari. (KBRI Pyongyang).