Batik Indonesia Terangkaikan dengan Bunga-bunga Kimilsungia pada Festival Kimilsungia ke-14 di Pyongyang, Korea Utara, 13-20 April 2012

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Batik Indonesia yang dirangkaikan dengan bunga Kimilsungia yang dipamerkan dalam Festival Bunga Kimilsungia di Pyongyang sekali lagi telah menandai indah dan uniknya hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Korea Utara. Pada pameran bunga Kimilsungia ke-14 di Pyongyang tanggal 13-20 April 2012, Kedutaan Besar RI di Pyongyang turut serta dengan menampilkan gerai Indonesia yang menyuguhkan keindahan lipatan kain batik bercorak Bali yang dipadukan di antara rangkaian bunga Kimilsungia. Pameran bunga Kimilsungia tahun ini mempunya arti yang lebih istimewa karena diselenggarakan dalam rangka peringatan satu abad kelahiran mendiang Presiden Kim Il Sung, bapak pendiri negara.
 
Partisipasi Indonesia dalam pameran bunga Kimilsungia ke-14 itu juga diwakili oleh kehadiran delegasi Indonesia yang dipimpin oleh I Gusti Putu Laksaguna dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berkunjung ke Pyongyang atas undangan Korea Utara. Partisipasi Indonesia ini merupakan pelaksanaan dari persetujuan tentang pertukaran program kebudayaan yang ditanda-tangani oleh pemerintah kedua negara pada 2010. Dalam upacara pembukaan pameran tanggal 13 April 2012, Ketua delegasi Indonesia menyatakan keyakinannya bahwa penyelenggaraan pameran bunga Kimilsungia dapat memberikan ruang bagi generasi muda kedua bangsa untuk terus memelihara hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Turut hadir sebagai tamu kehormatan adalah Ibu Ratna Sari Dewi Soekarno selaku Ketua Kehormatan Komite Bunga Kimilsungia-Kimjongilia dan Dubes RI untuk Korea Utara Nasri Gustaman.
 
Bunga Kimilsungia mempunyai afinitas khusus dan unik dalam hubungan bilateral Indonesia-Korea Utara. Bunga itu merupakan hasil pembiakan oleh Indonesia atas bunga anggrek jenis tertentu yang berasal dari Kebun Raya Bogor. Penamaannya menjadi bunga Kimilsungia merupakan salah satu bagian dalam rangkaian acara kunjungan kenegaraan Presiden Kim Il Sung ke Indonesia pada bulan April 1965.
 
Pyongyang, 13 April 2012