PTRI ASEAN

Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN (PTRI ASEAN) yang dipimpin oleh Wakil Tetap RI dibentuk pada tahun 2009, sebagai salah satu komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjalankan mandat dari Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang di tandatangani/disahkan oleh para Kepala Negara ASEAN pada tanggal 15 Desember 2008.
 
Piagam ASEAN merupakan transformasi yang fundamental ASEAN dari asosiasi yang longgar menjadi organisasi yang berlandaskan hukum (rules-based) dan berorientasikan pada masyarakat (peoples-oriented).
Piagam ASEAN menetapkan bahwa Komunitas ASEAN tersusun atas tiga pilar yaitu Komunitas Politik-Keamanan, Komunitas Ekonomi dan Komunitas Sosial Budaya. Lebih jauh ASEAN telah pula menyusun cetak biru (blueprint) ketiga Komunitas tersebut. Piagam juga menetapkan pembentukan 3 Dewan Komunitas (Community Councils) pada tingkat Menteri yang membawahi badan-badan sektoral guna menjamin sinergi dan koherensi dalam kerjasama ASEAN.
Untuk mendukung efektivitas fungsi Dewan Komunitas ini dan badan-badan sektoral di bawahnya serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai badan sektoral ASEAN, termasuk dengan Sekjen ASEAN serta untuk meningkatkan hubungan dengan mitra kerjasama ASEAN, Piagam telah membentuk Komite Wakil Tetap ASEAN (Committee of Permanent Representatives/CPR) pada tingkat Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang berkedudukan di Jakarta. Tugas dari CPR yang utama adalah mengatasi berbagai hambatan dan menunjang peranan pro aktif ASEAN, termasuk mengawal kelanjutan proses transformasi untuk mewujudkan tujuan ASEAN seperti tertuang dalam Piagam.
 
Disamping itu, Komite Wakil Tetap ASEAN telah mulai melakukan berbagai kegiatan kerjasama dengan para Duta Besar Negara-Negara non-ASEAN yang berkedudukan di Jakarta. Hingga kini, terdapat 52 negara non-ASEAN yang telah menunjuk Duta Besar untuk ASEAN.