Amerika Serikat

Sinopsis Hubungan Kemitraan ASEAN – AS 1. Kerjasama ASEAN dan Amerika Serikat (AS) dimulai sejak tahun 1977, dan telah memiliki paying kerjasama dan rencana aksi yang komprehensif, didasari dokumen Joint Vision Statement on ASEAN-US Enhanced Partnership dengan Plan of Action (2006-2011) dan Revised Priorities for Cooperation under the ASEAN-U.S. Enhaced Partnership (2009). 2. AS tercatat sebagai Negara mitra wicara pertama yaitu cukup cepat tanggapannya terhadap perkembangan Implementasi Piagam ASEAN antara lain ditunjukkan melalui rencana pembukaan kantor Perutusan Tetap (PERUTAP) AS untuk ASEAN dan penunjukkan Dubes AS untuk ASEAN H.E. Scot Marciel ke Jakarta pada tanggal 10 April 2008 berkedudukan di Wadhington DC, dengan berakhirnya masa tugas H.E Scot Marciel sebagai Dubes AS yang baru untuk ASEAN. Saat ini status penugasan dan Akreditasi yang bersangkutan tengah diproses. 3. Pokok-pokok kebijakan AS di kawasan yakni : i) sebagai Asia Pacific nation, AS akan menjadi Mitra aktif dikawasan berdasarkan common interest; ii) AS bersikap Supportive dan Optimis terhadap pelibatannya dikawasan yang terefleksikan dalam perluasan kerjasama secara komprehensif di ketiga pilar komunitas ASEAN ; iii) Menyikapi perkembangan arsitektur kawasan, AS berpandangan bahwa keberadaan institusi regional sangat penting dan berperan sebagai elemen membangun lanskap arsitektur kawasan. AS akan meningkatkan pelibatannya ke dalam institusi regional seperti ASEAN, ARF dan EAS agar dapat memainkan peran dalam mengikuti perkembangan arsitektur kawasan. 4. Sikap AS terhadap pelibatannya dalam perkembangan arsitektur kawasan diarahkan sebagaimana telah disampaikan Menlu AS pada peringatan 50th East-West Center, di Honolulu, Hawaii, tanggal 12 Januari 2010, dimana keterlibatan AS dalam konteks arsitektur kawasan merupakan bagian dari perannya sebagai resident power dan bukan visiting power. Dalam kaitan ini prinsip-prinsip AS dalam perlibatannya di kawasan yaitu : a. Aliansi AS menjadicornerstone dalam engagement AS di kawasan. b. Pemajuan institusi regional harus berdasarkan kesamaan pandangan dan tujuan visi terhadap keamanan (security), kesejahteraan yang luas dan merata (broad-based prosperity) dan keterbukaan politik (political openness). c. Mendukung institusi regional untuk mencapai tujuannnya, dan mendukung penguatan kapasitas institusi regional yang sudah tercipta seperti ASEAN dan APEC. d. Dalam kaitan ini, institusi regional haruslah inklusif, fleksibel dan transparan. 5. Sesuai hasil 1st ASEAN-US Working Group, di Jakarta, 18-19 Maret 2009, kerjasama ASEAN-US Enhanced Partnership berdasarkan 8 bidang prioritas sesuai ketiga pilar Komunitas ASEAN, yaitu : political and Security : 1) Transnational Crime, Including Counter Terorism, 2) Capacity Building for Good Governance, the Rule of Law and Judiciary Systems, and Human Rights Promotion; Economic : 3)Economic Programs, 4) Finance Cooperation ; Socio Cultural : 5) Science and Technology, 6) Disaster Management. 7)Environment, Climate Change, Food and Energy Security, 8)Education, Including Scholarship and Training Programs. 6. Kerjasama dibidang politik dan Keamanan antara lain didasari oleh ASEAN-US Declaration for Cooperation to Combat International Terorism (2002). Secara Umum Negara-negara ASEAN menyambut baik kerjasama dengan AS untuk memecahkan permasalahan strategis dikawasan, khususnya melalui mekanisme ASEAN Regional Forum (ARF). Peningkatan bobot kerjasama ASEAn-AS satunya ditandai dengan aksesi AS pada Instrument of extension of the Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia and Declaration of Accesion pada ASEAN POST Ministerial Conference ke -42 tanggal 22 Juli 2009 di Phuket, Thailand, yang ditanda oleh Menlu AS, Hillary Rodham Clinton. Dalam konteks perkembangan arsitektur kawasan,AS adalah Mitra Wicara ASEAN yang secara konstruktif mendukung peran ASEAN sebagai Negara Pasifik. AS memiliki komitmen untuk meningkatkan engagement dalam perkembangan arsitektur regional pasifik, khususnya dalam kerangka East Asia Summit (EAS). 7. Dalam Kerjasama bidang Ekonomi dan perdagangan , telah ditandatangani ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) pada tahun 2006 oleh Menteri Ekonomi Negara anggota ASEAN dan United States Trade Representatives (USTR). Kerjasama khusus terkait perdagangan dan Investasi, inisiatif ASEAN Development to Advance Economic Integration (ADVANCE), Serta upaya Training Facility (TATF) di Sekretariat ASEAN. TATF telah menyelesaikan program tahap 1 dengan berbagai pengkajian dan workshop mengenai nomenklaturr tariff dan ASEAN Single Window Training. ASEAN Economic Minister’ (AEM) Road Show beralangsung 2-5 Mei 2010 dan di ikuti oleh ASEAN Economic Ministers, Sekjen ASEAN, Senior Economic Official. Investment Promotion Agencies, Sekretariat ASEAN serta beberapa investor potensial ASEAN dengan Fokus mempromosikan 12 Sektor Prioritas ASEAN : Woodbases products, Automotive, Rubber-Based Product , Textile dan apparels, Agri-Based, Fishries, Electroics, e-ASEAN, Healthcare, Ait Travel, Tourism dan Logistics Services. 8. Dalam mendukung kerjasama pembangunan ASEAN-As , telah dibentuk ASEAN-US Cooperation Plan (ACP). Dalam hal kontribusi pendanaan, AS melalui ASEAN-US Cooperation Plan (ACP) menyalurkan dana untuk tahun 2002-2007 sebesar US$4,649,543 yang telah disalurkan untuk berbagai proyek yang telah selesai dalam ACP (2002-2007). Total dana yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan proyek-proyek yang masih dalam proses pelaksanaan maupun perencanaan dalam ACP adalah US$ 38,040,494. Sementara untuk ADVANCE pemerintah AS memberikan komitmen sebesar US$ 150 Juta untuk Periode selama 5 tahun. Sebagian besar dana implementasi ACP di koordinasikan melalui USAID. 9. Dibidang Sosial Budaya, ASEAN-US telah berhasil diluncurkan Fulbright’s ASEAN Visiting Scholars Program bagi pejabat pemerintah, akademisi dan peniliti yang ingin mengkaji isu-isu mengenai hubungan ASEAN-AS. Sementara , dibidang science and technology, saat ini ASEAN-AS masih dalam tahap penyelesaian ASEAN-US Agreement on Science and Technology (ASEAN-US S&T). pertemuan khusus mengenai ddraft ASEAN-US S&T Agreement yang diselenggarakan tanggap 21 Juli 2010 di Manila telah membahas dan menyepakati draft Agreement tersebut kecual pasal 15 mengenai Legal Continuity. Pertemuan CPR ASEAN tanggal 1 September 2010 telah menyepakati draft ASEAN dan Filiphina selaku Country coordinator ASEAN-AS, telah meneruskan draft tersebut kepada pihak AS. Selanjutnya dalam pertemuan Special Plus CPR US Meeting, telah dibahas bahwa masih banyak yang harus dibahas dari draft ASEAN-US Agreement on Science and Technology Cooperation sehingga belum dapat disahkan pada 2nd ASEAN-US Leaders Meeting. 10. Pada tanggal 24 September 2010, pertemuan 2nd ASEAN-US Leadrs’ Meeting telah berlangsung di New York, AS. Pertemuan berlangsung dalam bentuk Working Lunch dan telah dipimpin secara bersama oleh Presiden Vietnam, Nguyen Minh Triet serta Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, Delegasi RI dipimpin oleh Wakil Presiden RI didampingi Oleh Menteri Luar Negeri, kepala Unit kerja Presiden, Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Direktur Jenderal kerjasama ASEAN serta Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. 11. Presiden Barrack Obama menyampaikan keinginan kuat untuk meningkatkan kerjasama di Asia Tenggara, Asia Timur dan bahkan Asia pasifik. Dalam kaitan ini, AS menganggap sudah waktunya ASEAN untuk berperan lebih dalam konteks global antara lain melalui penanganan isu-isu global. AS juga berharap agara kemitraan ASEAN-AS perlu ditingkatkan dari “Enhanced Partnership” ke “Strategic Level” dengan fokus pada upaya penciptaan sustainable development growth , peningkatan hubungan perdagangan, people-to-people contact, pendidikan dan maritime security. 12. Indonesia diwakili Wakil Presiden, Prof. Dr. Boediono menyampaikan apresiasi penyelenggaraan 1st ASEAN-US Leaders’ Meeting tahun lalu di Singapura yang dianggap sebagai milestone pemajuan kerjasama ASEAN-AS. Secara khusus Wapres menggarisbawahi 3 Dimensi kerjasama yang relevan bagi pemajuan kerjasama ASEAN-AS, Yaitu : a. Kerjasama ASEAN-AS hendaknya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat atau “people centered” sesuai dengan amanat piagam ASEAN. Dimensi ini erat kaitannya dengan dimensi soft power AS yang dianggap berpotensi mendukung tercapainya visi ASEAN dimaskud. Kemitraan ASEAN-AS dapat diterjemahkan dalam bentuk kerjasama pendidikan, kebudayaan, media, ilmu pengetahuan dan teknologi setra kewirausahaan. b. Kerjasama ASEAN-AS hendaknya bersinergi dengan perkembangan regional architecture dikawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik yang saat ini mencerminkan power relation yang dinamis dan beriringan dengan pembentukan komunitas ASEAN 2015. Seiring ASEAN menjadi pusat gravity perkembangan arsitektur regional yang dikelilingi kekuatan baru, kemitraan ASEAN-AS harus berkontribusi dalam mempertahankan dynamic equilibrium dalam tatanan dunia multipolar yang masih cukup fragile dan fluid. Dalam kaitan ini, ASEAN menyambut partisipasi AS dan Rusia di East Asia Summit (EAS) sebagai langkah yang konstruktif dalam tatanan arsitektur yang regional yang berprinsip pada sentralitas ASEAN. Dukungan AS dalam menciptakan stabilitas keamanan maritime dikawasan Asia Pasifik juga bagian dukungan AS bagi pencapaian komunitas ASEAN. 13. Kemitraan AS juga harus tanggap terhadap permasalahan global melalui penciptaan perhatian bersama dalam upaya pemulihan ekonomi dunia dan dukungan terhadap partisipasi seta peran ASEAN dalam forum G20. ASEAN-AS juga dapat bekerja sama dalam mensuksseskan negoisasi perubahan iklim termasuk Green Energy , Redd Plus dan BioEnergy, Pemajuan bidang kehutanan dalam kerangka Coral Triangle Initiative dan Heart of Borneo. Dalam konteks isu global, Wapres juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan toleransi antar umat beragama dalam pluralism masyarakat internasional. Kecendrungan Islampobhia hendaknya menjadi kepentingan bersama dalam mendorong dialog dan penciptaan harmoni antar peradaban. 14. ASEAN menyambut keinginan AS untuk meningkatkan kerjasama dengan ASEAN ke “Strategic Level”, juga keinginan hadir untuk hadir pada pertemuan EAS tahun 2011 di Indonesia. Selain itu ASEAN juga menantikan partisipasi dan kontribusi AS yang lebih besar di ASIA Tenggara, khususnya dalam kerangka EAS. Bidang-bidang yang dianggap sebagai prioritas dalam peningkatan kerjasama ASEAN-AS antara lain ekonomi dan perdagangan, pendidikan dan people to people contact. Penguatan arsitektur regional. Untuk itu, ASEAN menghargai kehadiran Presiden AS pada pertemuan East Asia Summit (EAS) tahun depan di Indonesia. 15. Presiden AS sangat menghargai ide dan pernyataan yang disampaikan oleh Wapres RI. Bahkan dasar diskusi pertemuan oleh Presiden AS. Wares RI telah menyampaikan beberapa pesan subtantif Presiden SBY yang didasarkan pada prioritas kepentingan nasional RI terhadap kerjasama ASEAN-AS. Dengan demikian Indonesia telah ikut menentukan dan set the tone arah pembahasan subtantif pada 2nd ASEAN-US Leaders Meeting ini. 16. Pertemuan berhasil mensahkan dan mengadopsi Joint Statement of the 2nd ASEAN-US Leaders’ Meeting serta Terms of Reference of the ASEAN-US Eminent Persons Group. 17. Forum dialog kemitraan ASEAN-AS dilaksanakan dalam beberapa tingkat yaitu tingkat kepala Negara (ASEAN-US Leader’s Meeeting); Tingkat Menteri (ASEAN-US Ministeral Meeting/Post-Ministeral Conference 10+1); Tingkat Pejabat Senior (ASEAN-US Dialogue); dan tingkat Working Group. Selain itu kerjasama ASEAN tersebut juga terlihat di ASEAN Regional Forum (ARF). 18. Tingkat kepala Negara atau Pemerintahan. Pertemuan 1st ASEAN-US Leader’s Meeting berlangsung di Singapura, 15 November 2009 menghasilkan ASEAN-US Joint Statement Enhanced Partnership for Enduring Peace and Properity. Pertemuan menyepakati ASEAN-US Eminent Persons Group (EPG), ASEAN Economis Minister Roadshow to the US, kunjungan komisioner AICHR ke AS dan peningkatan people –to-people contact. Pertemuan 2nd ASEAN-US Leader’s Meeting telah diselenggarakan pada 24 September 2010. 19. Tingkat Menteri. ASEAN Post Ministerial Conference (PMC) pada rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-AS ke -43 telah diselenggarakan di Ha Noi. Di Vietnam pada tanggal 22 Juli 2010. Dalam pertemuan tersebut, AS menyampaikan komitmen meningkatkan kontribusi dana pembangunan hingga USD 4.3 juta; menyelenggarakan 2nd ASEAN-US Leader’s Meeting di AS pada akhir tahun 2010; undangan anggota ASEAN Intergovermental Commision for Human Rights (AICHR); dan ASEAN Commision on the promotion and Protection of the Right of Women and Children (ACWC) berkunjung ke AS; serta menghadiri East Asia Summit (EAS), Oktober 2010. Dalam hal ini disampaikan bahwa Presiden Obama tidak akan hadir dan mengutus Secretary of States, Hillary R.Clinton, untuk hadir dalam kapasitasnya mewakili Presiden AS. 20. Tingkat pejabat Senior. Pertemuan 3rd ASEAN-US Dialogue berlangsung di Manila Filiphina pada 6-8 Mei 2010. Beberapa hal mengemuka yang dibahas antara lain persiapan 2nd ASEAN-US Leader’ Meeting (AULM), draft TOR of the Eminent Persons Group (EPG), serta draft PoA to Implement the ASEAN-US Enhanced Partnership (2011-2015). ASEAN dan AS juga membahas kondisi ekonomi global yang antara lain menegaskan komitmen bersama meningkatkan perdagangan dan kerjasama Ekonomi sebagai salah satu langkah pemulihan. 21. Tingkat Working Group. Pertemuan 2nd ASEAN-US Working Group diselenggarakan di Jakarta,17 Maret 2010 membahas antara lain tindak lanjut 1st ASEAN-US Leaders Joint Statement dan pembentukan ASEAN-US Eminent Persons Group (EPG). Pertemuan juga secara khusus membahas status ASEAN-US Agreement on Science and Technology (S&T) telah disepakati, namun belum ada kesepakatan terkait isu non-S&T yaitu pengaturan pajak, legalitas dan hak kekayaan intelektual (HAKI). Untuk itu, negoisasi selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri masing-masing Negara untuk memberikan arahan dalam penyelesaian isu-isu tersebut. 22. Tingkat Working Group. Pertemuan ke-2 ASEAN-US Joint Cooperation Committee (JCC) berlangsung pada 27 April 2010 di Sekretariat ASEAN. Isu-isu mengemuka dalam pembahasan adalah implementasi Joint Statement of the 1st ASEAN-US leaders Meeting, Draft Terms of Reference for The ASEAN-US Eminent Persons Group, Invitation to AICHR Reperesentatives yang direncanakan berkunjung ke AS pada November 2010 dan ASEAN Defence Ministeters Meeting Plus (ADMM).