PENINGKATAN PERAN INTERNATIONAL COMMITTEE OF THE RED CROSS (ICRC) UNTUK BANTUAN KEMANUSIAN DI KAWASAN TERBUKA LEBAR

​Plt. Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Duta Besar Chilman Arisman mengapresiasi peranan International Committee of the Red Cross (ICRC) dalam memberikan  bantuan kemanusiaan di berbagai kawasan di dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara seperti di Marawi, Filipina dan di Rakhine State, Myanmar. Duta Besar Chilman Arisman juga mengharapkan agar ASEAN dapat berkolaborasi dengan berbagai lembaga/entitas regional dan internasional di bidang bantuan kemanusiaan. Kedua hal ini disampaikan Duta Besar Chilman Arisman pada saat menerima Courtesy Call dari Diplomatic Adviser Asia and Pacific Policy and Humanitarian Diplomacy Division of ICRC yang berbasis di Jenewa, Namita Khatri pada hari Jumat (22/9) bertempat di Kantor Perutusan Tetap RI untuk ASEAN, Jakarta.

Menanggapi pernyataan tersebut, Namita Khatri menyampaikan penghargaan terhadap peran aktif Indonesia dalam membantu krisis kemanusiaan di Myanmar termasuk kerja sama yang baik antara Indonesia dan ICRC. Disamping itu, kemampuan ASEAN sebagai organisasi regional yang matang mampu mengambil peran signifikan dalam membantu mengatasi masalah krisis kemanusiaan tersebut dengan cara ASEAN (ASEAN way).  

Beberapa isu juga menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan singkat ini seperti berbagai tantangan di kawasan seperti ancaman terorisme, migrasi, orang hilang; peranan ICRC di kawasan; dan berbagai kegiatan kolaborasi ICRC dan ASEAN. Salah satu kegiatan ICRC dalam waktu dekat bersama dengan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR) yang berbasis di Jakarta adalah penyelenggaraan AIPR Symposium on International Humanitarian Law yang akan diselenggarakan di Filipina pada awal bulan Oktober 2017.

Duta Besar Chilman Arisman mendorong kolaborasi serupa dapat dikembangkan dengan institusi/badan ASEAN terkait lainnya guna meningkatkan kapasitas negara anggota ASEAN dan ASEAN secara kolektif di bidang bantuan kemanusiaan. "Peran bantuan kemanusian juga menjadi pilar dalam mewujudkan rekonsiliasi di daerah konflik", tambah Duta Besar Chilman Arisman mengenai topik menarik yang bisa dikembangkan dengan ICRC di masa mendatang.

Sebagai organisasi yang netral dan independen, ICRC didirikan pada tahun 1863 untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lainnya. ICRC juga mempromosikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dan juga implementasinya dalam hukum nasional. Sebagian besar kegiatan ICRC di Asia dilakukan di Afghanistan, Myanmar dan Filipina.  ICRC memiliki Kantor Delegasi Regional di Jakarta yang memfokuskan pada promosi Hukum Humaniter Internasional (HHI) dan pengembangan kapasitas  PMI di Indonesia dan CVTL di Timor Leste.