Myanmar Bersiap Diri Menjadi Ketua ASEAN Tahun 2014

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
Keberhasilan Myanmar menjadi Ketua ASEAN juga merupakan keberhasilan ASEAN. Demikian disampaikan Duta Besar Ngurah Swajaya, Wakil Tetap Indonesia untuk ASEAN di hadapan sekitar 70 peserta workshop yang diikuti berbagai Kementerian Myanmar. Sejalan dengan Pembangunan infrastruktur yang sedang dipercepat di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, pemerintah Myanmar mengundang 3 negara mantan Ketua ASEAN untuk memberikan pengalaman masing-masing dalam meningkatkan kapasitas sumber daya mempersiapkan diri menjadi Ketua ASEAN tahun 2014.
 
Indonesia, Kamboja, dan Brunei Darussalam memberikan pengalaman dalam persiapan dan pelaksanaan KTT ASEAN baik dari aspek logistik, protokol, hingga substansi. Kegiatan yang bertemakan 'Workshop on Myanmar and Leadership of ASEAN 2014' diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Myanmar bekerjasama dengan US-AID di Naypyitaw, Myanmar, tanggal 25-26 Maret 2013.
 
Dubes Ngurah Swajaya dan Jose Tavares, Direktur Polkam ASEAN memaparkan pengalaman Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun 2011 mulai dari aspek administratif, logistik, protokol dan substantif. Di samping memberikan pengalaman Ketua ASEAN sebelumnya, workshop juga telah membahas isu-isu yang akan dimanfaatkan untuk menentukan prioritas kepemimpinan Myanmar sebagai Ketua ASEAN.
 
Workshop yang akan diikuti kegiatan serupa di tingkat nasional Myanmar telah mengidentifikasi beberapa hal, antara lain perlunya persiapan yang lebih awal di Myanmar dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pertemuan juga sepakat bahwa kepemimpinan (leadership) sangat diperlukan untuk memungkinkan Keberhasilan Myanmar sebagai Ketua ASEAN.
 
Untuk mempersiapkan diri, Myanmar telah membentuk steering committee yang diketuai oleh Wakil Presiden Myanmar dan telah melakukan kontes untuk menentukan logo dan tema di tingkat nasional. Peserta seminar meminta dilaksanakan pelatihan-pelatihan praktis terkait protokoler, liaison officers, dan pengamanan. Indonesia dan Brunei menyampaikan kesiapan untuk memberikan bantuan mengenai pelatihan-pelatihan tersebut dan saat ini pemerintah Brunei juga telah melibatkan beberapa pejabat Myanmar secara langsung dalam melaksanakan tugasnya sebagai Ketua ASEAN tahun ini.
 
Sejak menjadi anggota ASEAN tahun 1997, Myanmar merupakan satu-satunya negara yang belum memiliki pengalaman menjadi Ketua ASEAN. Pelaksanaan reformasi dan demokratisasi yang telah dijalankan Myanmar dalam beberapa tahun terakhir, telah membulatkan tekad ASEAN untuk mendukung Myanmar menjadi Ketua ASEAN pada 2014. Keberhasilan menjadi Ketua ASEAN tahun 2014 merupakan prioritas utama pemerintah Myanmar. Sementara itu, bagi ASEAN, tahun 2014 merupakan masa yang sangat kritis menjelang pembentukan Komunitas ASEAN pada akhir tahun 2015.