Organisasi Internasional dan Regional

1/6/2016

​HUBUNGAN KEMITRAAN

 ASEAN – GCC

 

Latar Belakang
Para Menteri Luar Negeri ASEAN bertemu mitranya dari Gulf Cooperation Council (GCC) pertama kali di sela-sela Sidang Umum PBB di New York tahun 1990. Disepakati bahwa para Menlu dari kedua organisasi akan bertemu rutin setiap tahun di New York dan mendorong Sekretariat ASEAN untuk menjalin kerjasma dengan Sekretariat GCC.
Pada tahun 2000, telah terbentuk ASEAN Riyadh Committee (ARC) di Riyadh, Arab Saudi untuk membantu mengembangkan hubungan kerjasama antara ASEAN dan GCC.
ASEAN – GCC Ministerial Meeting di sela-sela SMU PBB di New York 2004 – 2009
Pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ASEAN – GCC tahun 2004 di New York. Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong Sekretariat ASEAN dan Sekretariat GCC untuk melakukan kerjasama di bidang kesehatan, pariwisata, sertifikasi makanan halal, penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas  nergy.
PTM ASEAN – GCC di New York September 2005 telah membahas berbagai kemungkinan kerjasama antara lain untuk mengadakan seminar bersama mengenai perdagangan dan investasi, mempromosikan inter-faith dialogue, dan meningkatkan kerjasama institusional antara ASEAN-GCC dalam bentuk suatu Memorandum of Understanding.
Pada pertemuan di sela-sela Sidang ke-61 Majelis Umum PBB di New York, 20 September 2006, ASEAN dan GCC sepakat untuk mengembangkan potensi kerjasama kedua belah pihak di berbagau bidang, terutama di bidang-bidang investasi dan perdagangan serta energy.
PTM ASEAN-GCC tanggal 26 September 2007 antara lain sepakat untuk:
• Meningkatkan interaksi dan kerjasama kedua organisasi, termasuk menjajaki pelaksanaan pertemuan rutin tingkat Menlu (informal) yang dilaksanakan secara bergantian di  nergy-negara GCC dan ASEAN.
• Menugaskan Sekjen ASEAN dan GCC untuk menyelesaikan penyusunan MOU yang mengidentifikasikan bidang kerjasama termasuk upaya-upaya peningkatan kerjasama konkrit ASEAN – GCC.
The First Full Fledge ASEAN – GCC Ministerial Meeting
Pertemuan 1st ASEAN –Gulf Cooperation Council (GCC) Ministerial Meeting diselenggarakan tanggal 29-30 Juni 2009 di Manama, Bahrain. Pertemuan diketua bersma oleh Bahrain dan Thailand, dengan agenda Informal Exchange of Views on “Enhancement of Economic Partnership”.
Pertemuan antara lain menyepakati hal-hal sebagai berikut:
a) Dilakukannya pengkajian  nergy  pembentukan area perdagangan bebas (FTA) ASEAN – GCC.
b) Menyepakati penandatanganan MOU Kerjasama Sekretariat ASENA dan GCC yang dilakukan oleh Sekjen ASEAN dan Sekjen GCC.
c) Menyepakati agar Sekretariat ASEAN dan GCC segera menyusun Two-year Action Planyang berisi arah kerjasama ASEAN – GCC di masa yang akan dating.
d) Para Menteri merekomendasikan pembentukan tiga Working Group yang akan terdiri dari para pejabat senior sectoral bodies ASEAN dan GCC, yaitu:
• Working Group untuk mengkaji pembentukan FTA ASEAN –GCC.
• Working Group untuk pengembangan kerjasama pembangunan dan kerjasama ekonomi lainnya seperti di bidang pariwisata, energy, pertanian dan pangan.
• Working Group untuk pengembangan kerjasama di bidang pendidikan, kebudayaan dan informasi.
e) GCC sepakat untuk menunjuk Duta Besar Negara-negara anggota GCC untuk diakreditasikan ke ASEAN di Jakarta. ASEAN juga sepakat untuk menunjuk Duta Besarnya di Riyadh untuk diakreditasikan ke GCC sepanjang hal ini memenuhi ketentuan yang berlaku di GCC (GCC legal personality).
f) Merekomendasikan adanya pertemuan Menteri Ekonomi dan Perdagangan; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan/Pariwisata; serta Menteri Penerangan ASEAN dan GCC.
g) Selain itu, pertemuan menyepakati 2 outcome documents lainnya, yaitu GCC – ASEAN Joint Vision, dan Joint Press Statement the 1st ASEAN – GCC Ministerial Meeting.
Second ASEAN – GCC Ministerial Meeting
Pertemuan 1st ASEAN –Gulf Cooperation Council (GCC) Ministerial Meetingtelah diselenggarakan di Singapura pada tanggal 31 Mei – 1 Juni 2010. Pertemuan dilakukan dalam format retreat dan menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
a) Meyepakati Two-year Action Plan 2010-2012 yang mencakup kerjasama di bidang perdagangan dan investasi; ekonomi dan pembangunan; pendidikan, kebudayaan dan informasi; serta mekanisme pelaksanaan Action Plan.
b) Para menteri sepakat untuk melaksanakan ASEAN – GCC Ministerial Meeting setiap tahun dengan tempat bergantian di  nergy ASEAN dan GCC. Pertemuan juga menyambut baik dan menyetujui tawaran Menteri Luar Negeri United Arab Emirates untuk menjadi tuan rumah 3rd ASEAN – GCC Ministerial Meeting pada tahun 2011.
c) Pertemuan mengesahkan dokumen Joint Press Statement of the 2nd ASEAN – GCC Ministerial Meeting yang sebelumnya telah dibahas bersama oleh ASEAN dan GCC pada ASEAN – GCC Senior Officials Preparation Meeting.
d) Para Menteri Luar Negeri ASEAN dan GCC telah secara khusus membahas serangan yang dilakukan oleh militer Israel pada tanggal 31 Mei 2010 terhadap kapal Mavi Maemara yang sedang berada di perairan internasional dan berisi bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di jalur Gaza. Atas inisiatif dan usulan Menteri Luar Negeri Indonesia, pertemuan sepakat untuk membuat pernyataan bersma (Joint Statement) mengenai aksi kekerasan Israel terhadap kapal Mavi Marmara tersebut.
Secra khusus Para Menteri Luar Negeri ASEAN – GCC menyampaikan beberapa usulan bidang kerjasama baru yang dapat ditindak lanjuti di masa depan seperti: Olah Raga (Thailand), Penelitian dan Pengembangan Energi ( Bahrain), Interfaith dan Intercultural Cooperation (Philippines), serta infrastruktur (Brunei Darussalam). Bahrain juga mengusulkan agar ASEAN dan GCC membentuk “ASEAN – GCC Foundation” yang akan bergerak di bidang kerjasama pendidikan dan social budaya serta berkedudukan di Singapura.
Sekretariat ASEAN juga menyampaikan bahwa para Menteri Ekonomi ASEAN telah melakukan Feasibility Study of ASEAN –GCC FTA dan memberikan rekomendasi khusus pada ASEAN Economics Ministers Meeting Retreat ke-16 di Putrajaya, Malaysia bulan Februari 2010. Rekomendasi tersebut menekankan perlunya dilakukan step by step approach dan perlunya diadakan roundtable seminar yang akan dikoordinir oleh kedua secretariat guna menentukan kelayakan usulan FTA, Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) dan beberapa bidang yang terkait dengan memfasilitasi perdagangan ASEAN – GCC.
Penunjukan Duta Besar GCC untuk ASEAN
Pada tanggal 11 Januari 2010, Qatar telah menunjuk H.E. Mr. Ahmed Abdullah Al-Mohannadi, Dubes Qatar untuk Indonesia, sebagai Dubes Qatar untuk ASEAN.
Pada tanggal 20 Januari 2010, Arab Saudi telah menunjuk H.E. Mr. Abdulrahman Mohammed Amen A. Al-Khayyat, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Dubes Arab Saudi untuk ASEAN.
Pada 2nd ASEAN – GCC  Ministerial Meeting di Singapura, Kuwait juga telah menyatakan akan mengakreditasi Dubesnya di Jakarta sebagai Dubes Kuwait untuk ASEAN. Untuk itu, melalui Nota Diplomatik Nomor: 248/2010 tertanggal 6 Mei 2010, Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta menginformasikan kepada Sekretariat ASEAN bahwa  the State of Kuwait akan mengakreditasikan Duta Besarnya untuk Indonesia berkedudukan di Jakarta, H.E. Mr. Naser Bareh Al Enezi untuk ASEAN.
Selain itu, Uni Emirat Arab juga menginformasikan Sekretariat ASEAN bahwa Negara tersebut akan mengakreditasikan Duta Besar H.E. Mr. Yousif Rashid Alsharhan untuk ASEAN.
Akreditasi Dubes Kuwait dan Dubes Uni Emirat Arab untuk ASEAN sedang dalam proses di Sekretariat ASEAN.
Third ASEAN – GCC Ministerial Meeting
Pada pertemuan ke-2, para Menlu ASEAN dan GCC menyepakati bahwa pertemuan ke-3 akan diselenggarakan di Uni Emirat Arab. Koordinator kerjasama ASEAN – GCC tahun 2011 adalah Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN – GCC di sela-sela SMU PBB September 2010
Pertemuan tingkat Menteri ASEAN – GCC telah dilaksanakan pada tanggal 21 September 2010 dengan topic Perkembangan Kerjasama ASEAN – GCC serta isu-isu utama di Timur Tengah. Pertemuan dibuka oleh H.E. Kao Kim Hourn, Secretary of States of Cambodia dan H.E. Sheikh Dr. Mohammad Sabah Al-Salem Al-Sabah, Deputy Prime Minister and Minister of Foreign Affairs of the State of Kuwait.
Sesuai dengan hasil Pertemuan Tingkat Menteri ke-2 ASEAN – GCC di Singapura pada bulan Juli 2010 membentuk 6 buah Working Group untuk peningkatan kerjasama sekaligus pelaksanaan ASEAN – GCC Two Year Action Plan (2010-2012) yaitu di bidang ekonomi dan perdagangan, energi, pertanian dan ketahanan pangan, pendidikan, informasi dan pariwisata. Terkait dengan penyelenggaraan pertemuan tingkat Working Group di bidang pariwisata, Indonesia menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah.
Terkait dengan peningkatan kerjasama antara ASEAN dan GCC, ASEAN mengusulkan  peningkatan di beberapa area kerjasama yaitu connectivity, tourism, maritime security serta food and energy security. Indonesia mengusulkan untuk mengadakan kerjasama di bidang labour and consular arrangement mengingat banyaknya jumlah pekerja asing yang berasal dari Negara anggota ASEAN yang bekerja di wilayah Timur Tengah yang disepakati akan menjadi agenda pembahasan pada pertemuan tingkat Menteri berikutnya. Indonesia menyampaikan usulan untuk mengadakan kerjasama antar Perwakilan Tetap Negara anggota ASEAN dan GCC untuk PBB di New York, khususnya mengenai isu-isu utama yang dibahas di Sidang Umum PBB.
Dalam pertemuan, piha GCC menyampaikan perkembangan terbaru mengenai isu-isu di Timur Tengah terutama perkembangan proses perdamaian di Timur Tengah. Kuwait menyampaikan harapanyya agar Negara anggota ASEAN dapat memberikan dukungan dan bantuan, khususnya dalam upaya perpanjangan construction moratorium di wilayah Tepi Barat.
Dalam pertemuan, disampaikan juga keinginan Qatar untuk menjadi President of the 66th Session of the United Nations General Assembly sekaligus permintaan dukungan atas hal tersebut. Menlu menyampaikan simpati dan memberikan respon positif atas pencalonan tersebut.
Persiapan Pertemuan Working Group
Untuk merealisasikan ASEAN – GCC Two Year Action Plan 2010-2012 sebagai hasil kesepakatan pertemuan para Menlu ASEAN – GCC ke-2 tanggal 31 Mei – 1 Juni 2010 di Singapura, Sekretariat ASEAN dan Sekretariat GCC telah melakukan pertemuan tanggal 28-29 Agustus 2010 di Sekretariat GCC, Riyadh – Arab Saudi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak GCC mengusulkan untuk menyelenggarakan pertemuan-pertemuan Working Group sebagai berikut:
1) WG on Food Security & Agricultural Investment, di Doha, Qatar
2) WG on Energy, di Kuwait
3) WG on Trade & Investment, di Kesultanan Oman.
Untuk 3 Working Group dimana ASEAN akan menjadi tuan rumah/ penyelenggara berdasarkan kesepakatan pada pertemuan para Menlu ASEAN – GCC ke-2 di Singapura adalah sebagai berikut:
1) WG Pendidikan oleh Thailand
2) WG Kebudayaan dan Informasi oleh Singapura
3) WG Pariwisata oleh Indonesia.
Thailand menurut rencana akan menyelenggarakan pertemuan awal WG kerjasama ASEAN – ACC di bidang pendidikan di sela-sela Sidang ke-5 ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOMED) yang akan diselenggarakan di Bangkok, tanggal 24 November 2010.
Singapura menurut rencana akan menyelenggarakan pertemuan pertama WG kerjasama ASEAN –GCC di bidang kebudayaan dan informasi di sela-sela Sidang ke-45 ASEAN Committee on Culture and Information (COCI) tanggal 9-13 November 2010 di Singapura.
ASEAN National Tourism Organisations (ASEAN NTOs) menurut rencana akan menyelenggarakan pertemuan  pada bulan Januari 2011. Dalam kaitan ini, Sekretariat ASEAN akan mengupayakan agar di sela-sela Sidang ke-45 ASEAN NTOs dapat diselenggarakan pertemuan pertama WG kerjasama ASEAN – GCC di bidang pariwisata.
 
 
TambahanOrganisasi Regional lainnya:
Selain GCC, ASEAN jugamenjalinkerjasamadenganorganisasi regional/internasionalsebagaiberikut:
ANDEAN Community
ASEAN – ESCAP
Asian Development Bank (ADB)
Asian African Sub-Regional Organizations Conference (AASROC)
Economic Cooperation Organization (ECO)
German Federal Foreign Office/InWEnt
Gulf Cooperation Council (GCC)
International Labour Organisation (ILO)
MERCOSUR
Southern African Development Community (SADC)
Shanghai Cooperation Organization (SCO)
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)​