Australia

1/6/2016

OVERVIEW

 HUBUNGAN KEMITRAAN
ASEAN-AUSTRALIA
 
Overview Kerjasama ASEAN-Australia
 
Kerjasama ASEAN dengan Australia dimulai pada tahun 1974 melalui pembentukan ASEAN-Australia Consultative Meeting (AACM) yang kemudian diikuti dengan berbagai dialog ASEAN-Australia pada berbagai tingkatan antara lain ASEAN Regional Forum (ARF), Post Ministerial Conference (PMC) 10+1, Informal Consultations Between AEM and Ministers from the CER Countries, ASEAN-Australia Forum, ASEAN-Australia Joint PlanningCommittee (JPC), Project Coordination Committees (PCCs), ASEAN-Canberra Committee dan berbagai kelompok kerja (misalnya di bidang perdagangan dan investasi, telekomunikasi, pendidikan dan pelatihan, industry dan teknologi, lingkungan hidup serta budaya dan informasi). Tahapan penting kerjasama ASEAN-Australia adalah aksesi Australia kedalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia pada tahun 2005
 
Kerjasama ASEAN-Australia pada tahun 2007 mengalami perkembangan yang signifikan yaitu dengan ditanda-tanganinya Joint Declaration on ASEAN-Australia Comprehensive Partnership dalam ASEAN Post Ministerial Conference tanggal 1 Agustus 2007 di Manila, Filipina oleh pada Menteri Luar Negeri ASEAN dan Australia. Untuk mengimpementasikan Joint Declaration tersebut, di sela-sela pertemuan East Asia Summit yang diselenggarakan dalam rangkaian KTT ke-13 ASEAN di Singapura tanggal 18-22 November 2007 lalu, telah disepakati Plan of Action mencakup kerjasama di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya yang akan berlaku untuk periode tahun 2008-2013. Australia juga telah mengangkat Duta Besar Ms. Gillian Bird sebagai Duta Besar pertama Australia untuk ASEAN pada tanggal 17 September 2008.
 
Pada pertemuan ASEAN-Australia Joint Cooperation Committee (JCC) tanggal 5 September 2012, Australia telah menyiapkan discussion paper “ASEAN-Australia Development Cooperation 2012-2016” yang berisi strategi Australia dalam meningkatkan kerjasama pembangunan dengan ASEAN dalam periode 4 tahun mendatang (2012-2016). Dalam hal ini, Australia menekankan keselarasan program kerjasamanya dengan East Asia Regional Strategy (2012-15)
 
Australia juga mendukung Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) melalui proyek pembangunan jalan dan infrasturktur di Asia Tenggara, serta mendukung fasilitasi perdagangan dan transport “ASEAN Highway Network” dan Greater Mekong subregion. Dimasa mendatang Australia akan mendukung prioritas Institusional Connectivity dalam Narrowing Development Gap.
 
Selain itu, Australia juga mencanangkan beberapa rencana program prioritas untuk tahun 2012-2016 yaitu program peningkatan kapasitas bagi petugas keamanan dalam merespons Human Trafficking/Trafficking in Persons, seperti program Australia-Asia Program to Combat Trafficking in Persons, dibidang ekonomi antara lain mendukung Connectivity, Narrowing Development Gap, food security, social protection dan pertanian.  Dalam bidang sosial budaya, prioritas utama ditujukan pada ASEAN Disaster Management dan Pendidikan melalui pemberian beasiswa. Di bidang kesehatan, program-program akan difokuskan pada pencegahan dan meningkatkan pandemic preparedness.
 
Pertemuan ke-4 ASEAN Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Joint Committee pada tanggal 5-11 Mei 2012 mencatat bahwa tanggal 10 Januari 2012, Indonesia telah Entry into Force AANZFTA; dengan demikian, semua AMS telah bergabung dalam FTA. Kementerian Perdagangan RI mencatat sejak berlakunya persetujuan AANZFTA, nilai perdagangan Indonesia dengan Australia pada Januari-Februari 2012 meningkat 11.2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011. Pada tahun 2010, Indonesia mendapat surplus USD$ 145,3 juta dalam perdagangan dengan Australia, yang meningkat menjadi USD$ 405.4 juta pada tahun 2011.
 
Kerjasama ekonomi antara kedua negara juga didukung oleh didukung oleh ASEAN-Australia Development Cooperation Programme Tahap IIuntuk periode 2008-2013 (AADCP II) dengan dana AUD$ 57 juta dollar yang berkontribusi aktif untuk mendukung perwujudan integrasi ekonomi ASEAN, ASEAN Economic Community (Komunitas Ekonomi ASEAN) 2015 serta untuk menguatkan institutional capacity Sekretariat ASEAN.​