Profil Negara dan Kerjasama

  • Afrika Selatan

    Indonesia dan Afrika Selatan memiliki sejarah yang sama dalam merasakan pahitnya di bawah kungkungan penjajah. Indonesia selama hampir 350 tahun berada di bawah kekuasan Belanda sehingga akhirnya dapat merdeka pada tahun 1945. Maka, ketika para pejuang anti-apartheid berjuang untuk membebaskan negerinya dari cengkeraman rejim apartheid kulit putih, Indonesia senantiasa memberikan dukungan di fora internasional. Dan mungkin masih ingat, ketika pada era apartheid (sebelum tahun 1994) paspor para pejabat Republik Indonesia di-stempel dengan kata-kata: “not allow to enter South Africa”. Selengkapnya

  • Lesotho

    Pada awalnya Lesotho dikenal dengan nama Basutholand dan atas permintaan dari pemimpin tertinggi Basutho, Raja Moshoeshoe I, menjadi protektorat Inggris tahun 1868 karena khawatir atas ekspansi Boer. Basutholand kemudian digabungkan oleh Inggris ke dalam koloni Cape (sekarang bagian dari Afrika Selatan) tahun 1871, tetapi terpisah kembali tahun 1884.
    Selengkapnya

  • Swaziland

    Sejarah kerajaan Swaziland telah berlangsung selama 400 tahun dimana dinasti Swaziland merupakan salah satu dari sedikit dinasti-dinasti di Afrika yang masih ada. Pada mulanya penduduk Swaziland adalah suku Bantu yang datang ke Swaziland tahun 1820. Kemudian Inggris memberikan otonomi kepada Swaziland setelah memegang kekuasaan pada tahun 1903. Selengkapnya

  • Botswana

    Pada tahun 1960-an, ketika Kerajaan Inggris mulai runtuh, kemerdekaan akhirnya diberikan setelah satu tahun Bechuanaland diberikan hak mandiri untuk memerintah. Republik yang baru diberikan nama Botswana dan Seretse Khama bertindak selaku Presiden. Pada dekade 1970-an, Botswana menggabungkan dirinya dengan sejumlah bangsa merdeka lainnya di kawasan untuk menekan Rhodesia dan Afrika Selatan agar menerapkan pemerintahan oleh kaum mayoritas. Dengan adanya kerusuhan di negara-negara yang dipimpin oleh kaum kulit putih, Botswana menerima banyak pengungsi yang sebagian besar aktif dalam pergerakan politik. Hal ini menyebabkan sering dilakukannya pemeriksaan oleh Afrika Selatan ke wilayah Botswana pada tahun 1980-an. Selengkapnya