MENGGARAP PASAR WISATA AFRIKA SELATAN UNTUK INDONESIA MELALUI FAMTRIP 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Woow real paradise….paradise, ucapan spontan dari para tour operator, travel agent dan travel media Afrika Selatan terhadap pesona keindahan pariwisata Indonesia pada saat tayangan film tentang objek turis di Indonesia yang dilakukan oleh KBRI Pretoria. KBRI memprakarsai acara temu Tour Operator dan Travel Agent Outbound dalam rangka mempersiapkan kegiatan famtrip yang akan dilaksanakan pada bulan September 2010 dan Oktober 2010. Pertemuan yang diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2010 di Johannesburg dimaksudkan selain untuk mempromosikan potensi pariwisata Indonesia, juga memperkenalkan peluang-peluang bisnis lain terkait di sektor pariwisata yang dapat dikembangkan oleh para pengusaha pariwisata RI untuk pasar Afrika Selatan. Acara dihadiri oleh 20 orang peserta (selective outbound operator and travel), yang umumnya berasal dari perusahaan industri pariwisata potensial di Afrika Selatan, perusahaan penerbangan, dan travel media dengan dukungan dari Thai Airways serta Thompson Holiday (tour operator terbesar dan terkemuka di Afrika Selatan) Acara diawali dengan presentasi yang disampaikan oleh Duta Besar RI, yang antara lain dalam kesempatan tersebut menjelaskan mengenai profil Indonesia secara keseluruhan, termasuk posisi geografisnya, jalinan hubungan Afrika Selatan - Indonesia, peran penting industri pariwisata sebagai sektor penggerak kerjasama ekonomi dan sosial budaya antara kedua negara, terutama dalam konteks people to people contact, potensi pariwisata Indonesia dari segi destinasi maupun proyeksi investasi pengembangan wilayah pariwisata ke depan, produk wisata terbaru a.l. seperti marintur, agrotur, ecotur, historytur dan desa wisata di berbagai daerah di Indonesia. Selanjutnya, Duta Besar juga menyampaikan dorongan agar para peserta, yang terdiri dari tour operator, biro perjalanan, travel media, dalam melakukan penjualan dan pemasaran produk wisata yang diperlihatkan selama famtrip di Indonesia di pasar Afrika Selatan agar dilakukan secara all out dan KBRI Pretoria dan memberikan dukungan fasilitas secara maksimal. Selanjutnya ditampilkan pula perlu adanya kesinambungan kerjasama antara KBRI dan pelaku bisnis outbound travel dalam menjaga agar Indonesia tetap menjadi salah satu destinasi wisata yang favorit bagi Afrika Selatan, karena itu, peran serta outbound tour operator, biro perjalanan dan media massa setempat khususnya sangat diperlukan untuk mendorong arus wisatawan Afrika Selatan ke Indonesia. Selain itu, Duta Besar juga berharap agar keberadaan peserta famtrip dari Afrika Selatan benar-benar dimanfaatkan oleh berbagai stakeholders pariwisata di Indonesia untuk mempromosikan keunggulan objek wisata Indonesia yang saat ini masih belum begitu dikenal di Afrika Selatan. Selesai presentasi Duta Besar, acara dilanjutkan dengan penayangan film tentang pariwisata Indonesia yang berdurasi 20 menit, yang di dalamnya menampilkan objek wisata dan daerah kunjungan wisata terbaru serta beberapa produk seni dan budaya Indonesia yang mendapat apresiasi besar dari para peserta yang selama ini hanya mengetahui tentang Bali saja daripada tentang Indonesia secara keseluruhan, selanjutnya diteruskan dengan sesi tanya jawab, dimana dalam kesempatan ini para peserta secara cukup detail menanyakan berbagai informasi wisata di Indonesia a.l. yang berkaitan dengan tujuan wisata, fasilitas hotel, visa dan lain-lainnya yang terkait. Disamping itu, mereka juga mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan “timing” yang tepat bagi wisatawan Afrika Selatan berkunjung ke Indonesia, perlunya penyebaran open flyer wisata secara terbuka dan lengkap untuk disebarluaskan di Afrika Selatan, usulan perlunya promosi khusus untuk Pulau Bintan dan Komodo serta pelayanan visa on arrival (VoA). Dapat dicatat bahwa Bali dan Lombok masih merupakan tujuan wisata yang populer, khususnya di antara kalangan para remaja, terutama para pecinta adventure, olah raga diving dan surfing, dan hal ini terlihat dari banyaknya informasi yang mereka gali tentang objek wisata di Bali dan Lombok pada kesempatan tersebut. Namun demikian, pengenalan dan pengetahuan terhadap hotel-hotel dan paket wisata di Bali dan Lombok terlihat masih sangat kurang. Apa yang dilakukan oleh KBRI merupakan langkah awal dalam rangka memicu antusiasme masyarakat Afrika Selatan untuk menjelajah wisata Indonesia, maka partisipasi aktif instansi terkait untuk mensukseskan program famtrip ini perlu mendapatkan dukungan, perhatian dan tanggapan khususnya dari Pemerintah, c.q. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta stakeholder terkait lainnya.