Busana Tenun Rancangan Priyo Oktaviano Tampil di Jantung Eropa Tengah

9/7/2011

 

 

 

Bagi masyarakat Ceko dan kalangan Diplomatik yang berada di Ceko.Indonesia adalah negara yang tidak hanya terkenal dengan daya tarik pariwisatanya saja, namun juga kaya dengan budaya. Pada 7 September 2011, KBRI Praha, dalam acara Resepsi diplomatik memperingati HUT RI ke 66, turut memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Resepsi yang biasa diadakan satu tahun sekali tersebut berlangusng dengan makna yang beragam, tidak hanya menjadi momentum peringatan hari nasional tetapi juga ajang promosi pakaian tradisional tenun dan kuliner Indonesia.

 

Acara resepsi yang diawali oleh tari Pendet sebagai sambutan selamat datang dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Duta Besar RI Praha, Emeria Siregar yang mengungkapkan kedekatan hubungan bilateral RI dan Ceko pada masa lalu dimulai pada tahun 1924, dimana Ceko menunjuk Konsul Kehormatannya di Batavia dan pada 1948 Indonesia mendirikan kantor perwakilannya yang disebut the Indonesian Information Service. Kini dengan perubahan sejarah kedua negara akan meningkatkan kembali persahabatan sebagai negara yang toleran terhadap budaya dan agama, demokratis dan modern. Bahwa sejauh ini hubungan people to people telah terbina dengan baik dan diharapkan dapat memberikan pengaruh pada peningkatan hubungan government to government dan business to business.

 

Kehadiran Priyo Oktaviano, perancang busana tenun ternama Indonesia telah membuat acara resepsi menjadi unik dan lebih menarik diantara resepsi diplomatik perwakilan asing lain. Priyo mempersembahkan rancangan tenunnya dengan 8 model cantik asal Ceko yang tampil menawan dengan iringan lagu Indonesia Pusaka oleh Edwin Leo Mokodompit. Nilai tambah lainnya adalah para hadirin mendapatkan pemahaman lebih luas bahwa para perancang Indonesia mendapatkan kemewahan tanah air yang kaya dengan sumber daya alam dan budaya sehingga dapat memberikan insipirasi dan kreatifitas dalam merancang busana tradisional yang modern. Tema koleksi yang dibawakan oleh Priyo adalah ’Paradisiac’ kaya dengan gaya tradisional yang feminin namun memiliki sentuhan modern, mencerminkan ilustrasi sang perancang pada tenun Bali yang dibuat oleh para wanita Bali. Tampilan menarik busana rancangan Priyo tidak luput dari perhatian media televisi Ceko yang mengadakan wawancara khusus oleh Marta Ruzickova, reporter, TV Babylon, Ceska Televise.

 

Para hadirin yang terdiri dari kalangan Diplomatik asing di Ceko, pejabat pemerintah, pengusaha, akademisi, media dan mitra lainnya telah meninggalkan kesan yang antusias terhadap resespi Diplomatik Indonesia yang unik diantara resepsi diplomatik lainnya di Praha. Selain terkesan dengan pertunjukan busana tenun Indonesia para hadirin sangat menikmati aneka ragam sajian makanan nusantara dari sate Madura, soto mie Bogor, siomay Bandung, bakwan Malang, martabak kampung, lumpia Semarang, gado-gado Betawi, jajanan pasar, es dawet dan es buah. Ceko adalah negara yang menghargai sejarah dan budaya, sehingga promosi budaya Indonesia di kota Praha mendapatkan perhatian dan apresiasi tinggi khususnya dari kalangan media yang hadir. Ceska Televise juga merekam liputan khusus demo memasak nasi goreng asal Indonesia.

 

Kegiatan promosi budaya Indonesia dalam berbagai kesempatan adalah upaya KBRI Praha dalam memperkenalkan kembali Indonesia kepada publik Ceko yang dimasa lalu memiliki hubungan sangat dekat namun dengan bergantinya generasi kepemimpinan perlu dibangun kembali semangat hubungan bilateral yang pernah dimiliki oleh kedua negara pada tahun 1960an. Hasil dari promosi budaya Indonesia pada masyarakat Ceko diharapkan dapat meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua Negara yang tahun ini telah meningkat perdagangannya sebesar 40 persen.

 

Praha, 7 September 2011

 

Arif Sulaksono

Fungsi Pensosbud

KBRI Praha