“WOLLONGONG CONNECTION”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Berawal dari pertemuan tak sengaja Duta Besar RI dengan DR. Musawe Sinebare, seorang peneliti senior pada Badan Penelitian dan Perencanaan Nasional PNG dan pada suatu acara cocktail dalam rangka UN Day di Grand Hotel, Port Moresby (PoM) pada tanggal 20 Oktober 2010, dan Frank Ainsi, Dirjen Urusan Internasional Kantor Perdana Menteri sehari sesudahnya pada jamuan makan siang, mendadak timbul ide Bapak Duta Besasr untuk mengorganisir suatu acara temu kangen para alumni Universitas Wollongong di PoM dan sekitarnya, karena ketignyanya juga adalah alumni Universitas tersebut. Dari ekspressi kedua pejabat tersebut terbaca kerinduan akan kenangan masa lalu dan keinginan untuk bertemu teman lama sesama alumni. Secara insting Bapak Duta Besar berpikir untuk mengelola kebutuhan emosional dan kesan mendalam para alumni tersebut untuk sarana pengembangan networking di awal penugasan beliau di PoM. Akhirnya dalam waktu singkat terselenggara lah suatu reuni kecil-kecilan. Dengan berbekal beberapa nama dan nomor HP yang diberikan oleh DR. Sinabaren dan Frank Ainsi, secara cepat KBRI PoM mengorgansir suatu acara temu kangen semacam happy hours. Pada awalnya agak canggung juga, karena banyak dari mereka yang diundang tidak terbiasa berhubungan dengan Indonesian Embassy tiba-tiba mendapat telepon. Namun kata-kata “alumni Wollongong” cukup manjur untuk membuat mereka merasa confortable. Dalam beberapa hari kerja terkumpul sebanyak 15 alumni dari berbagai institusi dengan posisi yang tinggi dan mapan yang mengkonfirmasi kedatangan mereka. Acara temu kangen/mini reuni/getting together/happy hours atau apa pun namanya jadi terselengara pada tanggal 28 Oktober 2010, pukul 4.30 – 7.00 sore bertempat di ruang serbaguna ”Joglo” KBRI PoM. Suasana di Joglo pada petang hari tersebut sejuk oleh putaran sejumlah kipas angin yang bergantungan, dengan beberapa meja plastik bundar dengan taplak batik anggun dikerubuti kursi-kursi plastik biru, sementara musik hidup binaan KBRI lamat-lamat memainkan instrumentalia lagu-lagu berbagai asal: barat, Indonesia dan local. Dalam suasana yang sedemikian, satu persatu hadirin yang tiba dan menginjakkan kaki diJoglo secara spontan saling berangkulan tanpa kata menahan gejolak di dada karena lama tidak bertemu teman-teman lama yang dalam suka dan duka berjuang bersama-sama sewaktu belajar di Univ Wollongong dulu. Setelah rangkulan mengendor mulailah satu persatu nostalgia dan persitiwa mengesankan mengalir bak air di sela-sela batu sungai pegunungan, lancar dan lirih. Apalagi setelah gelas kedua, ketiga, keempat Bir SP (South Pacific) membasahi tenggorokan cerita semakin tak terbendung. MC KBRI PoM, seorang diplomat muda berbakat, Sdr Joneri, dengan sangat jeli meramu acara sedemikan sehingga kombinasi antara kesempatan utk mengungkapkan nostalgia pribadi, sajian musik oleh live band, dan sumbangan lagu oleh para hadirin sendiri menjadikan acara itu benar-benar “dari mereka, oleh mereka dan untuk mereka” dan membuat suasana sore hari itu betul-betul merupakan happy hours yang sesungguhnya. Dari para hadirin terbersit hasrat kuat yang diungkapkan secara gamblang untuk menggalang para alumni Univ Wollongong dalam suatu wadah agar dapat berperan sebagai suatu kekuatan penggerak perubahan dan kemajuan negeri ini, mengingat bahwa mereka tersebar di seluruh negeri dengan posisi-posisi kunci. “Sekian lama sudah wadah tersebut diharapkan tapi tidak preñah ada, bahkan reuni (meskipun kecil-kecilan) baru bisa terlaksana setelah Duta Besar Indonesia, teman kita yang juga alumnus Wollongong tiba….”, begitu kata salah seorang peserta dengan penuh penghayatan dan perasaan. “It is just a beginning, but today you have started something that could bring impact to the whole country ………” ujar Joseph Fisher, Dosen Universitas PNG, yang dulu di Asrama Campus East kami panggil Joe. Semogalah, karena semua itu tergantung pengelolaan selanjutnya. Perlu disadari bahwa dalam pergaulan yang paling sulit adalah memelihara/maintaining teman, bukan membuat teman. Namun sangat diharapkan bahwa ini dapat menjadi embrio lahirnya kelompok “Friends of Indonesia” yang merambah keseluruh lapisan masyarakat baik di pusat maupun di daerah PNG ini. Kalau dalam mengawali acara tersebut Dubes menyanyikan lagu “You Rise Me Up” dengan interlude saxophone tenor yang beliau tiup sendiri, demikian pula pada akhir acara beliau menutup dengan lagu ”You Are Always in My Mind” diselingi lengkingan saxophone yang sangat akrab dan menggoreskan kesan mendalam. Selanjutnya keakraban yang sudah terbangun diabadikan dengan foto bersama. Dalam Foto antara lain terlihat: Frank Aisi, salah seorang Dirjen pada Kantor PM; DR. Laurence Kalinoe, Sekjen pada Kementerian Kehakiman dan Kejagung; Leonard Louma, Penasehat PM bidang HI; DR. Musawe Sinebare, Peneliti Senior; Dr. Betty Etami Koka, pejabat pada United Nations Population Fund, dan pejabat-pejabat senior lainnya. Samuel Pulup, Dirjen Keamanan dan Multilateral Kemlu setempat yang juga teman satu program di Univ Wollongong dengan sangat menyesal tidak dapat hadir karena berada di luar PoM pada saat yang sama.