Press Statement Pertemuan antara Menlu Solomon Islands dan Menlu RI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Y. M. Retno L. P. Marsudi, dan Menteri Luar Negeri Solomon Islands, Hon. Milner Tozaka MP, telah melakukan pertemuan bilateral pertamanya di Honiara, Solomon Islands pada tanggal 28 Februari 2015.

 

Kunjungan ini merupakan kunjungan Menlu RI yang pertama kalike Solomon Islands sebagai bagian dari rangkaian kunjungan resmi bilateral Menlu RI ke Pasifik. Kunjungan Menlu RI ke Solomon Islands ini menekankan pada perlunya Indonesia untuk menjalin hubungan bilateral yang erat dengan Solomon Islands dan merefleksikan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama, hubungan dan kontribusinya bagi pembangunan di Pasifik.

 

Kedua Menlu menyadari bahwa sebagai dua negara yang masing-masing memiliki latar belakang dan warisan budaya Melanesia, kedua negara perlu membangun hubungan bilateral yang erat berdasarkan pada prinsip saling menguntungkan dan saling menghormati keutuhan wilayah.

 

Pertemuan membicarakan tentang cara-cara dan sarana untuk lebih memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Solomon Islands terutama di bidang ekonomi dan hubungan antar-masyarakat (people-to-people contact)khususnya melalui peningkatan kapasitas dan bantuan teknis. Kedua Pihak menggarisbawahi pentingnya percepatan penyelesaian sejumlah MoU di berbagai bidang, seperti di bidang kerja sama pembangunan, perjanjian bebas visa untuk paspor diplomatik dan dinas, serta kerja sama di bidang pendidikan.

 

Kedua Menlu menyadari masih terdapatnya potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan kedua negara di bidang perdagangan. Kedua pihak mencatat bahwa pada 2009-2013 perdagangan kedua negara rata-rata hanya tumbuh sekitar 6.3% per tahun. Dalam konteks ini, Kedua Menlu sepakat untuk mengintensifkan segala upaya guna mendukung sektor swasta untuk mengambil peluang yang tersedia di masing-masing negara tersebut.

 

Di bidang people-to-people contact, kedua Menlu menyambut baik berbagai program kerja sama peningkatan kapasitas dan bantuan teknis yang telah diselenggarakan. Selama tahun 2014, tercatat 22 program peningkatan kapasitas telah dilaksanakan di berbagai bidang seperti di bidang pendidikan, perikanan, pertanian dan UKM.

 

Sebagai bagian dari realisasi komitmen bantuan Indonesia sebesar US$ 20 juta untuk program peningkatan kepasitas negara-negara MSG, kedua Menlu sepakat bahwa tim teknis akan melakukan pertemuan pada tahun ini untuk mendiskusikan ruang lingkup kerja sama pengembangan kapasitas yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembangunan Solomon Islands.Menlu RI juga memberikan mesin pemroses kerang dan modul bagi pelatihan UMKM untuk membuat perhiasan berbahan dasar kerang, yang rencananya akan dilaksanakan tahun ini di Solomon Islands.

 

Terkait isu regional, kedua Menlu sepakat bahwa sebagai bagian dari keterlibatan Indonesia yang semakin kuat di MSG, kedua pihak akan mengintensifkan komunikasi mengenai isu-isu terkait dengan MSG. Kedua Menlu akan mendorong saling kunjung, kontak, dan konsultasi secara reguler antara Indonesia dan Negara Anggota MSG. Menlu Solomon Islands juga menyampaikan undangan bagi Menlu RI untuk menghadiri Pertemuan MSG di Solomon Islands pada bulan Juli 2015.

 

Menlu RI juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Deputi Perdana Menteri Solomon Islands, Hon. Douglas Ete. Kedua pihak membicarakan berbagai perkembangan terkait isu-isu bilateral dan regional. Menlu RI menyampaikan undangan Presiden Republik Indonesia kepada Perdana Menteri Solomon Islands untuk menghadiri Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika 1955 dan 10 Tahun Kemitraan Strategis Asia-Afrika di Jakarta dan Bandung pada tanggal 19-24 April 2015.