Pertemuan Dubes Ronald J.P. Manik dengan Masyarakat Indonesia di Honiara, Solomon Islands

Dubes RI untuk Papua New Guinea dan Solomon Islands Ronald J.P. Manik telah berkesempatan bertemu muka dengan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Solomon Islands. Masyarakat Indonesia di Solomon Islands umumnya bekerja di industri logging dan pertambangan. Diperkirakan jumlah WNI di negara tersebut sekitar 500-600 orang yang tersebar di berbagai pulau dan bekerja pada perusahaan-perusahaan Malaysia. Pertemuan berlangsung sekitar empat jam dan bertempat di tengah perkebunan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Honiara. Pertemuan dihadiri oleh sekitar 30 WNI yang umumnya adalah kaum pria.

 

Pertemuan berlangsung sederhana namun sangat terasa suasana hangat dan akrab. Dari sesi tanya-jawab diketahui beberapa permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi oleh para Buruh Migran Indonesia (BMI) di Solomon Islands. BMI umumnya direkrut dari Malaysia, tidak memiliki kontrak kerja, digaji di bawah standar dengan bayaran ringgit atau rupiah, lingkungan kerja tidak sehat, dan ada yang mengalami kekerasan fisik. Masalah yang dialami para BMI itu sebahagian sudah disampaikan kepada instansi terkait setempat untuk mendapatkan perhatian.

                                                    

Solomon Islands merupakan negara kepulauan dengan 992 pulau tersebar di dalam 9 provinsi dan terletak di Timur Papua New Guinea dan di Timur Laut Australia. Negara ini masih dihadapkan pada masalah terbatasnya Sumber Daya Manusia yang bisa diandalkan dalam proses pembangunan. Oleh karena itu ketergantungan akan pekerja asing masih akan terus berlanjut.

 

Beberapa kendala dalam pendataan WNI di Solomon Islands adalah sulitnya menjangkau wilayah keberadaan WNI yang tersebar di perusahaan kayu di tengah hutan maupun di pertambangan mineral di perbukitan.