Kunjungan Kehormatan Dubes RI Ronald J.P. Manik kepada Perdana Menteri Solomon Islands Hon. Manasseh Sogavare

Pasca penyerahan Surat Kepercayaan kepada Gubernur Jenderal Solomon Islands, Sir Frank Kabui GCMG, CSI, DBE, Duta Besar RI Ronald J.P. Manik telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Solomon Islands Hon. Manasseh Sogavare tanggal 12 Maret 2015. Pertemuan berlangsung selama 45 menit dalam suasana yang relaks dan bertempat di Kantor Perdana Menteri, Honiara, Solomon Islands.

 

PM Sogavare merupakan Perdana Menteri Solomon Islands yang baru dilantik pada tanggal 9 Desember 2014. Periode kali ini merupakan kesempatan yang ketiga kali bagi PM Sogavare menjadi Perdana Menteri Solomon Islands setelah sebelumnya dua kali menjabat yaitu periode 2000/2001 dan 2006/2007.

 

PM Sogavare menyampaikan bahwa beliau tidak dapat menerima Menlu RI ketika berkunjung ke Honiara pada tanggal 28 Februari 2015 lalu karena beliau sedang berada di luar kota. Dubes RI menyampaikan kepada beliau bahwa meskipun kunjungan Menlu RI ke SI hanya setengah hari namun telah memberikan kontribusi positif terhadap penguatan hubungan bilateral dan berterima kasih atas pertemuan dengan Deputi PM dan Menlu SI pada saat kunjungan dimaksud.

 

PM Sogavare sangat menghargai kerjasama bilateral yang telah berjalan selama ini dan berharap beberapa hal yang masih pending dapat segera diselesaikan seperti Development Cooperation Agreement, kerjasama di bidang pendidikan, air service agreement dan masalah visa.

 

Dubes RI telah memanfaatkan kesempatan pertemuan ini untuk berdiskusi mengenai isu-isu kerjasama bilateral dengan Solomon Islands dan regional khususnya isu-isu yang selama ini dirasakan dapat mengganggu hubungan kedua negara. Sebagai contoh, Dubes RI menjelaskan mengenai tuduhan pelanggaran HAM di Papua (kasus Paniai) dimana Pemri tidak ignore melainkan telah meminta tim investigasi yang independent untuk menyelidiki dan menyelesaikan kasus tersebut secepatnya. Dubes RI juga menjelaskan berbagai peran positif Indonesia dalam tingkat regional dan internasional terkait HAM.

 

PM Sogavare meminta agar perkembangan-perkembangan positif yang terjadi di Papua dapat disebarluaskan karena selama ini pihaknya hanya memperoleh pemberitaan yang tidak menguntungkan. PM Sogavare juga setuju dengan usulan Dubes RI mengenai pentingnya open communication antara kedua pihak sehingga hal-hal yang terjadi yang berpotensi merugikan dapat diklarifikasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak relevan. Selain itu, PM Sogavare juga mendukung gagasan Ketua DPR RI mengenai rencana pembentukan Parliamentary Friendship Group Indonesia-SI.