Dahsyatnya UN CONCER di POMIS

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

United Nations Concert, adalah sebuah acara yang di selenggarakan oleh murid-murid Port Moresby International School (POMIS). Acara yang bertajuk WORLD STAGE ini pun menampilkan tarian-tarian dari berbagai penjuru dunia, yang kesemuanya ditarikan oleh murid-murid POMIS. Acara dimulai dengan pengibaran bendera negara-negara PBB, salah satunya Sang Saka Merah Putih, seperti terlihat pada gambar dimana Stefan Adrian Sitepu salah satunya anak Indonesia yang sekolah di POMIS sedang mengibarkan bendera merah Putihdihadapan ribuan penonton. Selanjutnya satu demi satu suguhan acara dari mancanegara dan daerah-daerah di PNG muncul dan mengalir dengan elegan dan meriah. Penonton larut dalam semangat spontanitas dan vitalitas para remaja muda usia yang energik dan kreatif. Tarian Badinding dari Indonesia muncul pertama dengan kostum gemerlap berwarna kuning emas yang berkilau diterpa lighting yang prima, yang membuat gerak lincah dan ceria penarinya semakin lengkap dan mempesona. Ternyata solidaritas sesame warga ASEAN telah mantap tertanam dalam diri murid-murid Indonesia, Malaysia dan Phillipina yang belajar di POMIS (baca luar negeri). Menyadari jumlah mereka yang sedikit (anak Indonesia hanya ada 4 orang) secara bahu membahu mereka mampu membentuk grup tari dan berlatih sendiri sehingga muncullah tampilan spektakuler “Tari Badinding” dari Indonesia / Minang dan tari bamboo “Tinikling” dari Filipina yang masing-masing ditarikan oleh “7 anak ASEAN” tersebut. Tari “Lenggang Nyai” terpaksa ditarikan hanya oleh 3 anak Indonesia (2 dari POMIS dan 1 dari St. Yoseph In’t School) karena tarian tersebut membutuhkan teknik tinggi, sehingga tidak bisa melibatkan keseluruhan group “7 anak ASEAN” tersebut.