APRESIASI KBRI BAGI SISWA ST.JOSEPH INT’L SCHOOL

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(PoM 06/12)Satu persatu anak-anak memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia yang sangat standard/baku, dengan aksen yang bervariatif dan dengan mimik yang macam-macam. Lucu, bangga dan haru memenuhi sanubari kita yang mendengar, ternyata generasi muda bangsa lain serius mempelajari hal yang paling berhaga yang kita punya, yaitu Bahasa Indonesia. Itulah sekelumit kesan ketika menerima sebanyak 20 orang siswa dengan nilai terbaik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dari ratusan siswa sekolah internasional St Joseph di Port Moresby, yang berkunjung ke KBRI PoM atas undangan Atase Diknas, bapak Albertus Ajisukmo. Guru Bahasa Indonesia di sekolah tersebut, Ibu Yogi yang bersuamikan orang setempat, memilih sepuluh siswa dengan nilai terbaik dari setiap kelas/grade (X,XI,XII) untuk diberikan apresiasi oleh KBRI PoM. Acara dibuka oleh Duta Besar dengan kata sambutan yang antara lain juga menyatakan penghargaan atas minat dan prestasi mereka dalam belajar Bahasa Indonesia. Selanjutnya Dubes juga menekankan bahwa bahasa asing adalah jendela untuk mengintip dunia luar. Dengan menguasai Bahasa Indonesia mereka dapat mengerti dan memahami Indonesia dari berbagai aspek (politik, ekonomi, social dan budaya) melalui internet, buku-buku atau kunjungan ke Indonesia. Dengan menguasai Bahasa Indonesia terbuka pintu untuk berkomunikasi dengan 240 juta rakyat Indonesia. Selanjutnya dalam sepatah dua kata dari ibu guru menjadi jelas bahwa Bahasa Indonesia menjadi pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Internasional St Joseph karena program sekolah ini berafiliasi dengan program di NSW Australia. Pada akhir acara, perwakilan dari siswa-siswa tersebut menyampaikan kata sambutan balasannya dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris yang intinya antara lain sangat terkesan dan terharu atas penerimaan yang hangat di kantor KBRI PoM. Hal ini akan menjadi dorongan bagi mereka untuk tetap mempelajarai dan mendalami bahasa Indonesia. Semoga mereka kelak dapat menjadi “friends of Indonesia” di mana pun mereka berada karena sebahagian dari mereka datang dari berbagai Negara dan tinggal sementara di PNG. Refreshment senja dan foto bersama dengan Dubes dan Atase Diknas menjadi bukti kehangatan dan kebersamaan pada sore hari itu.