Perdana Menteri Kamboja mengharapkan Peningkatan Kerjasama di bidang Pelatihan, Pariwisata dan Investasi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pemerintah Kamboja mengharapkan masuknya investasi pengusaha Indonesia untuk mendirikan warehouse dan rice milling guna meningkatkan ekspor beras Kamboja. Hal ini dinyatakan oleh PM Kamboja Hun Sen dalam Kunjungan Kehormatan Duta Besar LBBP RI untuk kerajaan Kamboja, Soehardjono Sastromihardjo, di Phnom Penh pada hari Kamis, 19 Agustus 2010.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan komitmen RI untuk terus meningkatkan kerjasama di bidang politik, ekonomi, sosial-budaya dan keamanan. Disampaikan pula bahwa perdagangan kedua negara terus meningkat.
 
Terkait dengan isu keamanan, disampaikan bahwa Indonesia terus meningkatkan upaya pemberantasan transnational crimes, seperti drugs trafficking, trafficking in person, illegal logging, terrorism serta penanggulangan bencana alam, seperti tsunami dan gempa bumi. Di bidang pariwisata, terkait dengan persetujuan bebas visa bagi pemegang paspor biasa, Dubes RI menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan menyelesaikan pengaturan internal dalam rangka pemberlakuan persetujuan bebas visa yang telah ditandatangani pada bulan Juni 2010.
 
Momentum ini sangat tepat mengingat salah satu maskapai penerbangan swasta Indonesia akan terbang dari Jakarta ke Phnom Penh dalam waktu dekat. Hal ini akan mendukung implementasi Plan of Action dari MoU Sister Temple Province antara Jawa Tengah dan Siem Reap yang juga telah ditandatangani pada bulan Juni 2010.
 
Sementara itu, PM Hun Sen menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas peran Indonesia yang selama ini telah banyak mendukung serta membantu terwujudnya perdamaian di Kamboja. Dalam kesempatan tersebut, PM Hun Sen juga menyampaikan selamat atas perayaan ulang tahun Kemerdekaan RI ke-65.
 
PM Hun Sen juga mengapresiasi hubungan kerjasama kedua negara, khususnya dengan pemberian bantuan RI dalam bentuk berbagai pendidikan dan pelatihan, seperti pelatihan Unit Pengawal Perdana Menteri, pelatihan teknis dan banyaknya pelajar Kamboja yang menimba ilmu di berbagai Sekolah atau Perguruan Tinggi di Indonesia hingga kini.