Hubungan Indonesia - Kamboja telah Terjalin Sejak Sebelum Abad ke-9

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hubungan Indonesia dan Kamboja ternyata telah mulai terjalin sejak sebelum masa Raja Jayawarman II di Kamboja yakni sebelum abad ke-9. Informasi tersebut terungkap pada seminar bertema The Establishment of Sister Sites of Borobudur and Angkor Wat World Cultural Heritages yang diselenggarakan atas kerjasama KBRI Phnom Penh, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Ministry of Culture and Fine Arts of the Kingdom of Cambodia di Siem Reap, Kamboja, 5 - 6 Desember 2009. Berdasarkan peninggalan arkeologi serta catatan beberapa prasasti, interaksi dan hubungan antara masyarakat Kamboja dan penduduk Jawa bahkan telah terjadi pada abad ke-6 melalui kegiatan perdagangan yang melibatkan kerajaan di Kamboja dan Indonesia pada masa itu. Bahkan, dari beberapa model relief yang terdapat di Candi Angkor Wat, ternyata banyak ditemukan kesamaannya dengan yang terdapat di Candi Borobudur dan Prambanan. Seminar yang dilaksanakan sebagai salah satu program dalam MOU bidang kebudayaan Indonesia dan Kamboja menghadirkan para pakar arkeologi dan sejarah dari Indonesia dan Kamboja selaku pembicara. Seminar dua hari ini juga dihadiri Dirjen Sejarah dan Purbakala-Depbudpar RI dan Dirjen Warisan Budaya-Kementerian Kebudayaan dan Seni Kamboja, wakil gubernur Siem Reap dan Dirjen Apsara Authority Kamboja, PT. Taman Wisata Borobudur serta peserta dari Angkor University, Build Bright University-Siem Reap dan Royal University of Fine Arts-Phnom Penh. Seminar yang ditutup resmi Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Ngurah Swajaya, menghasilkan beberapa rekomendasi konkrit kerjasama kedua negara, seperti pelaksanaan riset mengenai hubungan sejarah kedua negara, pendirian pusat informasi mengenai Borobudur di Siem Riep dan Angkor Wat di Jawa Tengah sebagai salah satu program sister temple antara Siem Riep dan Jawa Tengah, melanjutkan kerjasama bidang restorasi cagar budaya dunia seperti yang telah dilakukan melalui proyek kerjasama teknik merestorasi salah satu candi di Siem Riep oleh Indonesia tahun 1994, penjajagan kerjasama sister sites warisan budaya dunia dan kerjasama antara otoritas pengelola warisan budaya Borobudur dan Siem Riep. Seminar juga menghasilkan rekomendasi untuk menjajagi promosi bersama dalam menarik wisatawan asing mengunjungi Borobudur dan Angkor Wat. Sebagai catatan, pada tahun 2008 Angkor Wat berhasil menarik wisatawan manca negara sebesar 1,2 juta sementara wisatawan mancanegara ke Borobudur dan Prambanan berjumlah 400 ribu orang. Phnom Penh, 6 Desember 2009