Asean Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pertemuan ke-7 para Menteri ASEAN yang menangani kejahatan lintas negara (7th ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crimes /AMMTC), diselenggarakan tanggal 16-19 November 2009 di Siem Reap, Kamboja. Fokus utama pertemuan dua tahunan tersebut antara lain membicarakan peningkatan kerjasama ASEAN mengatasi kejahatan lintas negara, khususnya antara lain penanganan terorisme, perdagangan manusia, peredaran obat terlarang, serta kejahatan maya (cyber crimes). Pertemuan para Menteri tersebut diawali pertemuan kelompok kerja penanganan terorisme (Working Group on Counter Terrorism (WG on CT), yang dipimpin Indonesia dan pertemuan tingkat pejabat senior (Senior Official Meeting on Transnational Crimes/SOMTC) yang dipimpin Kamboja. Delegasi RI yang dipimpin Dubes Ngurah Swajaya mewakili Kapolri dan pertemuan AMMTC ke-7 dipimpin Wakil Perdana Menteri/Menteri Dalam Negeri Kamboja yang didampingi Dubes Ngurah Swajaya sebagai Co-Chairman. Pertemuan AMMTC ke-7 dibuka oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. Pada sambutan pembukaannya PM Hun Sen antara lain menggaris bawahi pentingnya memperkuat kerjasama dan koordinasi dalam mengatasi tantangan yang dapat mengancam perdamaian dan kemanan di kawasan. Salah satu tantangan terbesar ASEAN saat ini adalah terorisme, kejahatan lintas negara, peredaran narkoba dan perdagangan manusia. ASEAN Charter menjadi landasan hukum ASEAN dalam pembangunan kebijakan keamanan yang mempunyai karakteristik; (1) penghormatan kepada nilai dan prinsip hukum; (2) solidaritas, perdamaian, stabilitas dan tanggung-jawab keamanan bersama serta (3) Visi jangka panjang dalam menghadapi tantangan globalisasi. Kesepakatan penting Pertemuan ke-7 AMMTC tersebut antara lain komitmen untuk me-ratifikasi ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) sehingga dapat segera diberlakukan, pengesahan ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terrorism (ACPoA on CT) yang menguraikan program aksi kerjasama penanganan terorisme sebagai. tindak lanjut ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT). Pertemuan juga sepakat untuk menindak-lanjuti usulan Indonesia mengenai penyusunan ASEAN Convention of Trafficking in Persons, peningkatan kerjasama dalam penanganan peredaran narkoba serta peningkatan kerjasama ASEAN plus 3 yang melibatkan China, Jepang dan Korea khususnya dalam pengembangan kapasitas, tukar menukar informasi intelijen dalam penanganan kejahatan lintas batas negara. Setelah pertemuan para Menteri ASEAN, telah diselenggarakan Pertemuan ke-4 AMMTC+3, dan AMMTC+China Consultation. Pertemuan para Menteri ASEAN dengan Mitra Dialog ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting penanganan kejahatan lintas negara secara bersama di kawasan. Hasil pertemuan antara lain penandatanganan ASEAN-China MoU on Cooperation in the Field of Non-Traditional Security Issues yang merupakan kerangka kerjasama bagi upaya peningkatan kapasitas para penegak hukum antara ASEAN dengan China. Pada bagian akhir pertemuan, disepakati bahwa Pertemuan ke-8 AMMTC akan diselenggarakan di Bali, Indonesia pada 2011. Siem Reap, 19 November 2009